
tak terasa hari sudah semakin sore,keduanya berjalan,saling bergandeng tangan dengan muka belepotan oli.hanya tertawa girang tanpa perduli penampilan mereka yang amburadul.mama mulai mengeryitkan wajahnya,bingung dengan apa yang terjadi
"digta nafiza,mana mobil kalian?kuk naik taksi online?"melirik lirik kebelakang memastikan mobil digta tidak dihalaman
"hehe,mobilnya lagi rewel ma,kayanya gara gara digta gak pernah baik sama mobilnya...hahaha,"tawa nafiza meledek digta
"iya ma,mobilnya ngambek gara gara dinaikin cew tomboy,gendut lagi," tersenyum membalas ejekan istrinya
Tanpa basa basi mereka beranjak menuju kamar lalu mandi.disana mereka saling bercerita,digta dengan enaknya tiduran dipangkuan istrinya.tiba tiba hp digta berbunyi,digta tidak berniat mengangkat telpon karna lebih senang bercanda dengan digta tapi hpnya berbunyi teruz sampai beberapa kali.dengan muka kesal akhirnya dia mengakat telpon tanpa melihat namany.
"hallo,"kalimat sewotnya mulai terdengar
"digta kau dimana?kenapa belum kesini juga?"kata seseorang dibalik telpon
"kesini kemana maksudmu?"jawab digta mulai bingunga
"hah jangan bilang kau lupa,malem ini kitakan ada pertemuan penting"sentak laki laki itu dengan nada kesal
"ya tuhan aku lupa!kenapa kau tak mengingatkan tadi"kata digta mulai mengingat pertemuan dengan klien penting
"kau ini bagaimana!bukankah kau yang menyuruhku membuat jadwal malam ini,sudah cepat kesini,"kesal,mematikan telponny tanpa kata lain
Digta langsung berlari,meraih baju beserta tasnya.nafiza hanya mendelik melihat tingkah digta.digta berlari kearah nafiza,mencium kening istrinya dan berlari keluar kamar
"digta kau mau kemana"kata nafiza penasaran
"aku mau meeting sayang,nnti kita ketemu lagi ya,i love u,"ktanya sambil berlari menuruni tangga.
Nafiza menggeleng kepalanya,mulai melangkah kaki keluar kamar,kini dia mulai menuruni tangga menghampiri mertuanya yang sedang asyik menonton tv
"ma,asyik bgt sih,lagi nonton apa"tanyanya mendekati mama mertuanya
"heh,nafiza!mama kira kamu tidur,sini temenin mama,mulai tersenyum melihat menantu kesayangannya
"ayah mana ma?"melirik lirik sekitar mamanya
"ayah keluar kota nafiz,baru pulang lusa,"menjawab tanpa melihat nafiza,fokus dengan drama yang sedang ditontonnya
Nafiza hanya terdiam,tiba tiba mengingat kejadian didepan kantor tadi,mulai penasaran dengan wanita yang menyapanya tadi.lalu memberanikan diri bertanya pda ibunya karna digta pasti tidak jujur,
__ADS_1
"mama,"mulai memanggil ragu
"kenapa nafiz,kuk kamu murung gitu?ada masalah?"kata mertuanya mulai penasaran
"mama tau gak soal vina,"mengingat nama yang dipanggil digta tadi
"vina,ada apa dengan vina?apa dia mengganggu kalian?katanya agak kesal mulai menaikkan alinya sinis
"jadi mama kenal sama vina,tadi kami berpapasan didepan kantor,"menggelengkan kepalanya
"tidak,mama tidak kenal,hanya saja mama pernah mendengarnya dari ikbal
"oh,jadi ikbal juga kenal sama vina?memang vina itu siapa ma,"mulai kenasaran,memperlihatkn rasa tidak sukanya
"hah kenapa tidak tanya saja sma digta?"mamanya mulai mendelik tidak fokus lagi dengan dramanya,malah berekspresi kesal semenjak nama vina diucapkan
"sudah ma,tapi dia cuma jawab bukan siapa siapa,tidak penting,lalu dia malah menciumku tadi,"menutup mulutny
"haduh kenapa aku malah keceplosan gini sih,duh malu maluin,"memaki dalam hati,mukkanya mulai merah
"hahahah,digta menciummu didepan umum,sejak kapan dia seberani itu mencium wanita,"tertawa terbahak menggelengkan kepalanya
"ah mama jangan gitu dung,"kata nafiza tambah malu.
"Ok ok,mama juga tidak tau bagaimana kedekatan digta dan vina,tapi mereka cukup dekat dengan digta.ya bisa dikatakan mereka itu "cimon","mulai menghentikan tawanya,menjelaskan apa yang mamanya tau
"oh,jadi vina itu mantannya digta,"mukanya mulai kesal,tak senang dengan pengakuan mertuanya
"hah menyebalkan,jadi itu tadi mantan digta.huft....,"berkata dlam hati memanyunkan muludnya
"heh,kamu kenapa nafiz,kamu cemburu yaw,"mencubit menantunya mulai meledek
"hah,siapa yang cemburu?aku tdak cemburu!"mulai beranjak melangkah menuju tangga
"nafiz kamu mau kemana,kamu cemburu ya,"masih tertawa melihat perbedaan sikap menantunya
"tidak,"moenjawab singkat tanpa senyuman
"sudah mengaku saja!"tertawa terpingkal,melanjutkan katanya "nafiza kamu tidak makan dulu,"mengingat bahwa nafiza belum makan sedari tadi
__ADS_1
"tidak lapar,"nada bicara nafiza mulai kesal
Mamanya hanya tertawa melihat sikap cemburu nafiza,mulai meraih hpnya dan mengetikkan sesuatu dan mengirimnya disebuah nomor
Meeting sudah hampir selesai,mereka mulai makan malam untuk mengakhiri meeting mereka,digta mulai meraih hpnya,mulai membaca pesan yang dikrim mamanya 40 menit yang lalu.
"digta,apa kalian bertemu dengan vina tadi siang??pesan singkat mamanya
"ada apa ma?mama tau dari mana?Membalas chat mama nya
"tadi nafiza tanya soal vina,ya mama bilang aja kalau dia mantam pacarmu!sepertinya dia kesal sekali,"jawab mama menjelaskan
"dari mana mama tau soal vina,"mengingat digta tidak pernah bercerita apapun tentang vina
"hehe,dulu ibkal pernah cerita tentang vina,"Menjawab jujur membuat digta memandang ikbal dengan mata kesal
"hah dasar kau,kenapa ember banget sih,"memaki dalam hati sepontan menginjak kaki ikbal
IkBal hanya mengeryitkan wajahnya,menahan kesalnya didepan para kliennya
"nafiza udah makan belum,"mulai khawatir dengan istrinya setelah mengetahui tentang vina
"belum,dia langsung naik,sepertinya dia cemburu,"jawab ibunya cepat
Meetingpun selesai,semua kliennya mulai meninggalkan restoran.dengan muka kesal dia menendang ikbal
"dasar kau,kenapa ember sekali sih,"memaki dengan nada jengkelnya
"apa maksudmu,"masih bingung dengan maksud digta
"kenapa kau cerita sma mama tentang vina?nafiz jadi marah!"kesal dengan ikbal yang mulai tertawa
"haha,itukan sudah lama!lagi pula kenapa nafiz bisa tau tentang vina,kau masih menyimpan fotonya dalam dompetmu,"tertawa kencang mengingat digta selalu membawa fotonya dalam dompet selama 4 tahun setelah putus
"sembarangan,vina menegurku tadi,dan disana juga ada nafiz,makanya nafiz tanya sama mama.
"apa,dia kesini!hati hati digta,jangan jangan dia mau mengganggumu lagi,"muka kesal ikbal terlihat saat mendengar kata digta
"ngaco!tdak mungkin,lagi pulakan aku sudah punya nafiza,"merasa bangga menyebut nama istrinya
__ADS_1
"hah,jangan terlalu percaya!kau tidak ingat dulu dia merebut lelaki yang beristri,"mulai kesal mengingat alasan vina memutuskan digta
Digta termenung,mengingat masa lalu kelam tentang vina.mulai bingung apa yang akan dijelaskan pada istrinya nanti.