perjodohan yang berakhir kasih

perjodohan yang berakhir kasih
kejutan untuk nafiza


__ADS_3

Nafiza mulai beranjak kekamarnya,merebahkan badannya kekasur empuknya.mulai meraba hp dimeja.mencari kontak mamanya,bermaksud menelpon setelah semalam gagal menelpon.ya karna semalam digta merebut hpnya dan menaruhny dilaci.wajah nafiza mulai kesal setelah beberapa kali mamanya tidak menganggat telponny.


"hah,mama kemana sih,kenapa tidak mengangkat telponku,"nafiza mulai membanting hp dikasurnya,mengambil lagi dan menghubungi mama,mukanya semakin kesal saat nmor mama masih susah dihubungi.


Nafiza mulai mengambil gitarnya,memainkan gitarnya dengan beberapa lagu,tiba tiba tersenyum,memainkan nada nada lagu romantis saat mengingat wajah digta.hatinya mulai bergetar saat menyadarinya,berhenti memainkan gitarnya,mulai terdiam dengan lamunannya


"heh kenapa aku ini,kenapa aku jadi membayangkan muka digta sih,jambu air,kanapa sih sekarang kamu berubah,kenapa kamu jadi romantis,membuat hatiku menjadi bergetar seperti ini,"bertanya tanya dalam hati,tak menyadari perasaanny sendiri


"sudahlah,ayo!kenapa aku jadi kepikiran digta terus sih!digta sna pergi,kenapa kau malah menari nari dipikiranku,"kata nafiza memaki dalam hati,merasa depresi dengan apa yang dipikirkan.


Sedangkan dikantornya digta masih tersenyum mengingat kejadian semalam,hatinya masih bergetar saat mengingat kehangatan semalam.mulai tidak fokus dengan pekerjaannya,hatinya masih penuh memikirkan nafiza,tidak rela meninggalkan nafiza dirumah,ingin segera menyelesaikan kerjanya dan kembali kerumah.Ikbal mulai masuk keruangan digta membuat digta kaget.


"Ikbal kenapa kau kemari,hah menggangguku saja,"kata digta kesal,


"memang kau sedang sibuk apa?bahkan kau sama sekali belum menandatangani dokumen yang ku berikan tadi,"mulai melirik dokumen didepan digta.menggelengkan kepalanya seperti mengerti apa yang difikirkan sepupunya itu


"besokkan akhir pekan,bagaimaimana kalau kita main bilyard!sudah lamakan kita tidak bersenang senang,"mengajak digta semangat


"tidak,cari saja teman yang lain,"digta menjawab sewot


"apa,biasanya kau sangat semangat kalau aku ngajak bilyard,"ikbal mulai heran


"aku mau berkunjung ketempat ayah mertuaku,seperinya nafiza kangen sama orang tuanya,"menjelaskan tanpa melirik ikbal


"haha jadi kau benar benar sudah jatuh cinta ya sama cewek tomboy itu,"tertawa meledek digta


"heh,namanya nafiza bukan cewek tomboy,"digta memaki mulai kesal


"bahkan dulukan kau yang suka menyebutnya cewek tomboykan hahaha,"tertawa lagy


"tapi kalau dilihat lihat dia cantik juga kuk,"melirik digta penuh ekspresi.


"apa kau bilang,berhenti memuji istriku.hanya aku yang boleh memujinya tau!pergi sana!awas aja kau berani macam macam,"berdiri,mulai mendorong ikbal keluar dari ruangan.


Digta tersenyum mengingat perkataan ikbal.mulai mengingat beberapa kejadian lampau,disaat dia sma sekali tidak tertarik pada nafiza,cewek tomboy yang membuatnya ilfil tapi justru sekarang membuatnya tak sanggup jauh darinya.ikbal dengan tawanya melangkah menuju ruangannya menundukkan kepalanya sibuk dengan hpnya.tiba tiba dia menabrak seseorang,membuat wanita terjatuh didepan matanya.mulai minta maaf dengan sopan.wajahnya lebih berseri ketika menyadari siapa yang ditabraknya.mengulurkan tangannya membantu gadis itu berdiri

__ADS_1


"maaf nabil,aku tidak sengaja,"tersenyum lebar meminta maaf


"tidak papa pak.justru saya yang minta maaf.tadi saya terburu buru habis ngambil barang saya yang ketinggalan,"nabil merasa salah tingkah


"oh gitu ya.hem lalu kau mau kemana lagy,"melirik nabil dengan pandangan berbeda


"mau pulang pak,kalau begitu saya pulang dlu ya pak .terima kasih,"sapa nabila sopan


"nabil,boleh minta nomor hpmu?"memberanikan diri menahan rasa malu


"nomor hp?untuk apa pak?"kata nabil heran


"ya siapa tau,suatu saat aku butuh bantuanmu,"ikbal mulai mencari alasan


"oh tentu saja pak,"


Ikbal mulai memberikan hpnya pada nabil,nabil mulai menyimpan nomornya dihp ikbal.tersenyum mulai pamit pada ikbal.ikbal hanya tersenyum,tampak wajahnya yang sedikit memerah.


Tak terasa jam kantor sudah berakhir,digta mulai bergegas pulang kerumah.mempersiapkan beberapa pakaian yang akan dibawanya.nafiza hanya terdiam,bingung dengan apa yang disembunyikan suaminya.


"besok kau jga tau,jangan banyak tanya."sewot,terus memasukkan baju dalam koper


"ayolah.kasih tau sekarang aja,"nafiza mulai merengek ingin tau


"brisik sekali kau ini,sudah tidur saja sana!awas saja kalau kau kesiangan,besok kita berangkat pagy pagy"digta melengoskan wajahnya tak ingin menjawab pertanyaan nafiza


Nafiza mengeryitkan wajahnya,mulai kesal dengan jawaban digta,memilih tidur dluan membelakangi digta,memasang muka jengkelnya dab memejamkan matanya.


Digta masih asyik menyiapkan beberapa barang,sesekali dia melirik nafiza,menahan tawa karna melihat kejengkelan istrinya.diapun ikut tidur setelah merasa ngantuk.


Mereka terlelap dengan mimpinya,mulai terbangun saat mendengar jam alarmnya mulai berdering.bergegas membangunkan nafiza terlihat masih ngantuk,mulai mandi agar rasa ngantuknya hilang.


"digta sebenarnya kita mau kemana sih,kenapa berangkat sepagi ini?"nafiza sudah kepo dengan pertanyaanya.


Digta hanya terdiam melangkahkan kaki menuruni tangga,berpamitan pada kedua orang tuanya dan bergegas menuju mobilnya.nafiza dibelakangnya berjalan dengan mata yang masih mengantuk.

__ADS_1


Digta melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,suasana jalan masih lenggang belum banyak kendaraan yang melintas.mereka asyik beragumen satu sama lain.membahas ini dan itu beberapa waktu.hingga akhirnya nafiza tertidur setelah beberapa jam perjalanan,digta masih melajukan mobilnya dengan santai tanpa mendengar suara nafiza yang tertidur.beberapa kali tersenyum melihat istrinya.membiarkan istrinya terlelap hingga hampir 3 jam.


"lihatlah,cewek tomboyku ini tetap cantik walaupun lagi tidur


.tak terasa waktu berjalan cepat,tangannya mulai pegal setelah 6 jam perjalanan hingga dia berhenti disebuah halaman rumah,pemilik rumah sedang asyik mengobrol diteras,mulai senang saat menyadari siapa yang datang.digta mulai membelai rambut nafiza,membangunkan dengan lembut


"sayang bangun,kita sudah sampai,"kata digta lembut


nafiza segara bangun,mengusah matanya dengan tangannya


"digta kita sudah sampai ya,kita dimana?nafiza masih setengah sadar


.mulai melirik sekelilingnya.matanya langsung melotot tidak percaya.


"digta ini rmah mamakan,kau mengajakku liburan kesni?"senyum nafiza melebar


"bukankah kau kangen sma mama dan papa?jadi aku mengajakmu kesini,apa kau senang,"tersenyum menatap nafiz


"iya aku senang,makasih digta,"sepontan memeluk digta,melepaskan lagy setelah sadar.wajahnya memerah merasa malu


Nafiza mulai bergegas keluar mobil,berlari menghampiri mama dan papany,memeluk mama papanya dengan hati yang sangat senang.digta mengambil koper yang dibawanya,mulai menyusul nafiza yang asyik memeluk orang tuanya


"mama papa aku kangen,"peluk nafis manja


"mama sama papa juga kagen,bagaimana kabar kalian,"melirik digta yang tersenyum


"kabar kami baik ma,mama sama papa gimana,"kata digta mencium tangan mertuanya


"kami juga baik,kalian kuk kesini gak bilang dulu sih,"kta mama masih terkejut


"iya ma,digta mengajakku berlibur tapi tidak bilang kalau kesini,"melirik suaminya kembali


"maaf ma,kata nafiza dia kangen sma mama dan papa.makanya digta berencana menginap beberapa hari disini


"oh begitu,"ya sudah ayo masuk,"kata ayah mulai mendorong digta masuk

__ADS_1


merekapun masuk rumah,melanjutkan beberapa ceritanya,mulai mengakrapkan diri dengan keluarga istrinya


__ADS_2