
hari ini adalah hari pertama digta bekerja setelah liburan,dia merasa senang karna hubungannya dengan nafiz semakin dekat,begitu juga dengan nafiza yang merasa mulai kagum dengan suaminya.suaminya yang menurutnya dulu adalah lelaki yang cue
k dan menyebalkan ternyata bisa berbuat romantis dan perhatian.
Pagi itu setelah selesai mandi digta lagsung keluar kamar mandi hanya dengan handuknya.mulai memakai baju yang telah disiapkan nafiza,sepertinya nafiza sudah mulai tau apa kewajibannya sebagai istri
"wah,ternyata dia sudah menyiapkan baju untukku,sepertinya q haruz membeli hadiah untuknya,"tersenyum bahagia,memeluk sesekali mencium baju yang hampir dipakai
"dimana dia?,bertanya dalam hati melihat disekelilingnya
Tiba tiba pandangannya menuju pintu teras kamarnya yang tidak sepenuhnya tertutup,terlihat bayangan nafiza yang sedang meloncat loncat karna ingin menjemur handuk mandiny,seketika digta beranjak dari sofa mendekati istrinya,mulai mengambil handuk yang sedari tadi ingin diambil istrinya
"hemz ternyata dia disana!kenapa tidak minta tolong sih,"menggelengkan kepala berkata dalam hati
"dasar pendek!kenapa tidak memanggilku kalau gak bisa,"merebut handuk dari tangan istrinya mulai menjemur
"siapa bilang tidak bisa,aku baru mau ambil kursi,"menjawab sewot tanpa melihat
"sudah ah aku mau bantu bibi masak dulu,kamu siap siap dulu sana!nafiza melangkahkan kaki membuka pintu teras
"sayang kenapa buru buru,disini saja dlu,"memeluk istrinya dari belakang mencoba menahan istriny
"ah ini udah siang tau,sna siap siap dulu,aku mau menyiapkan makanan,"mencoba melepas pelukan suaminya tapi malah semakin erat
"sayang,cepat lepaskan pelukanmu itu,kalau tidak aku marah ya,"nafiza mulai mengeryitkan wajah kesalnya membuat digta semakin senang,mulai tersenyum dan memandang wajah nafiza
"iya iya,aku siap siap dulu ya sayang,"melepas pelukannya dengan terpaksa,mendekatkan wajahnya mulai mencium kening istrinya,membuat muka istrinya memerah
Nafiza mulai menuruni tangga,melangkahkan kaki dengan bibir yang tersenyum sesekali memegang kening yang dicium suaminya.semua pelayan hanya terheran,tak mengerti apa yang terjadi pada nona mudanya itu.
Dengan girang nafiza membantu para pelayan mempersiapkan sarapan untuk suami dan mertuanya,tak disadari kini digta sudah dibelakangnya,memeluknya dengan lembut tanpa punya rasa malu pada para pelayan.
"sayang,apa yang kamu lakukan,malu sama bibi,"mulai melirik para pelayan dengan muka malunya
"kenapa harua malu sih,"mulai melepas pelukannya,mengambil piring disampingnya ikut mempersiakkan masakan yang dimasak istrinnya
"sudah aku saja,sana duduk dimeja makan,!meraih piring yang dibawa digta tapi tidak bisa
Mereka berjalan beriringan dengan membawa piring sayur ditangan digta.mama dan ayah sudah menunggu dimeja makan,mulai tersenyum lebar melihat kemesrahan digta dan nafiza
"pagi ma yah,"senyum sapa dari menantu tersayangnya
__ADS_1
"selamat pagi nafiza digta,kalian sudah siap ya,"senyum mama menyambut sapaan nafiz
"bagaimana liburan kalian,"sahut ayah ikut berbicara
"lumayan yah,menantu ayah ini berhasil mengerjaiku,seenaknya menyuruhku bolak balik manjat pohon cuma ngambil makan buatnya,"melirik nafiza bercerita dengan semangat
"dia juga menyuruhku makan angkringan pinggir jalan,dan yang paling parahnya lagi,dia menyuruhku mencari cacing untuk mancing,"mulai cerita panjang lebar menceritakan apa yang dilakukan istrinya
"wah asyik sekali ,ayah juga sudah lama tidak mancing,"kata ayah ikut semangat
"iya yah,bahkan digta sampai mandi disungai,berenang renang seperti anak kecil,"tertawa menyahut percakapan mertuanya
"enak saja,kau jga ikut mandikan,"melototi istrinya dengan muka protes
"ya itu karna kau menyiramku lebih dulu tau,"ikut kesal tapi tertawa
Mama dan ayah tersenyum melihat perdebatan anak dan menantunya,mulai menggelengkan wajahnya tidak percaya.digta yang dulu bersikap dingin bisa menjadi orang yang periang seperti ini.mereka dengan asyik bercerita sambil menghabiskan makan paginya.setelah selesai,digta mulai melangkahkan kakinya menuju teras,menggandeng tangan istrinya dengan penuh kasih sayang.
"sayang jangan lupa makan siangku ya,aku tunggu dikantor,"tersenyum melihat wajah istrinya
"ah,tidak mau!kan aku sudah bilang kemaren!lagi pula kamukan sudah biasa makan siang sama ikba, "mulai kesal dengan permintaan digta
"pokoknya tidak mau,"kata nafiza dengan kesal
Digta terus berjalan tidak perduli dengan apa yang dikatakan istrinya,,mulai masuk dalam mobil dan melajukan mobinya.hanya tersenyum mengingat muka kesal istrinya tadi
"haha,dia menggemaskan sekali kalo sedang kesal,"tertawa bahagia
Dia mulai melajukan mobilnya berlawanan arah dari kantorna,segera meraih hpnya dan menghubungi ikbal.memberitahukan bahwa dia akan terlambat,ya begitulah enaknya jadi bos,terkadang bisa saja datang terlambat.hahaha....mobilnya mulai terhenti disebuah toko besar,digta turun dari mobilnya mulai melangkahkan kaki didepan toko,memilih sesuatu untuk istrinya,tak terasa sudah hampir 3 jam dia memilih,muka kesal para pelayan tokopun mulai terlihat, sampai akhirnya dia mendapat yang dicari,segera membayar dan bergegas menuju kantor.
Sementara diruangan kerja digta,ikbal sudah menunggu dengan beberapa dokumen ditangannya,dengan santai minum kopi yang dibawanya
Pintu ruangan digta mulai terbuka,digta masuk dengan muka ceria
"heh dari mana saja kau!kenapa baru datang!"mukanya terlihat kesal
"habis beli sesuatu buat nafiza,bagus tidak!memperlihatkan barang yang dibelinya
"hah kau beli cincin,sejak kapan kau jadi manusia romantis,"haha tertawa dengan kelakuan digta
"sudah tinggal jawab saja,bagus atau tidak!"mulai memaki kesal pada ikbal
__ADS_1
"iya iya bagus kuk,nafiza pasti suka
Waktu terasa sangat cepat,digtapun mengakhiri perdebatannya dengan ikbal,ternyata sudah hampir waktunya makan siang,digta segera membereskan dokumen dkomen yang dibawa ikbal.ikbalpun segera kembali keruangannya.
Didepan kantor terlihat seorang wanita sedang sibuk dengan rantang ditangannya,mulai berjalan mendekati lobi.semua mata karyawanpun mulai meliriknya,hanya tersenyum untuk menyapanya,tak berani berkata kata,merasa malu mengingat kejadian saat mereka menghina wanita itu
"maaf mbak,apa pak digta ada,"mulai bertanya pada resepsionis
"ada bu,tadi bapak berpesan agar ibu langsung keruangan.
"oya terima kasih mbak
Nafiza melangkah mendekati ruangan digta,semua orang memandangnya,tersenyum padanya dengan muka semringat,sangat berbeda dengan yang mereka lakukan beberapa waktu lalu
"mbak imel,apa kabar,"memeluk imel tanda kangennya
"baik,bagaimana denganmu?wah kamu bawa makan siang ya buat pak digta,romantis banget!"ledekan imel membuat mukanya merah
"iya mbak,katanya dia mau dibawakan makan siang,"tersenyum malu melirik imel
"udah ya mbak aku masuk dulu!"kata nafiza mulai melangkah menjauhi imel
"hehe,iya ,"tersenyum melihat muka merah nafiza
Nafiza mulai membuka pintu mengagetkan digta yang sedang sibuk dengan laptopnya
"sayang kamu sudah datang,kenapa tidak menelpon tadi,akukan bisa nunggu diluar,"melirik nafiza berusaha menyembunyikan cincin yang dibelinya
"memang aku anak kecil harus dijemput segala,"berkata ketus melirik suaminya
"sayang kamu bawa makan apa?"mendekati istrinya segera menutup laptopnya
"ini" memberikan rantang yang dibawanya
"wah enak sekali,,"memakan makanan dlam rantang yang dibawa istrinya lalu gantian menyuapi istrinya
"iya dong siapa dlu yang masak,"kata nafiza bangga
"tentu saja istriku,"menyentuh bibir istrinya dan menciumnya membuat nafiza tergelak kaget.
Digta melanjutkan makannya dengan bahagia sesekali mengulangi apa yang dilakukan pada istriny meski istrinya menolak,mualai tersenyum melihat wajah nafiza mulai tambah merah setelah beberapa kali dicium suaminya.setelah menghabiskan makannya mereka berbincang bincang,meluangkan waktu bersama disela sela aktifitas kantor.
__ADS_1