perjodohan yang berakhir kasih

perjodohan yang berakhir kasih
penyesalan nabila


__ADS_3

Digta meninggalkan lobi setelah selesai dengan pengakuannya.semua orang menyusul,membereskan tugas yang tadi belum selesai.perasaan mereka masih tidak percaya.pernyataan digta membuat sebagian karyawannya masih membeku,menyadari beberapa kesalahan yang berat,memaki istri atasannya dengan kalimat jahat,mulai berencana meminta maaf kepada nafiza.


Disebuah balkon lantai atas kantor terlihat seorang gadis yang terdiam,mengingat ap yang terjadi,kejahatan kejahatan yang dilakukan karna kecemburuannya.air matanya tak terbendung,menetes tanpa henti membasahi pipiny


"ada apa denganku,kenapa aku seperti ini"mulai berbicara,katanya tersendat menahan air mata


"kenapa aku sejahat ini pada nafiza!"meneruskan tangisnya


"bukankah ini salah david,diakan yang mengejar nafiza,tapi kenpa justru nafiza yang ku benci,bukankah seharusnya aku membenci david."kata nabil mulai sadar


"david,kau memang kurang ajar,membuatku sejahat ini,"menutup mukanya dengan tangan,berharap semua kembali normal


Nabila terus menangiz tak mampu mengendalikan emosinya,tak sadar bahwa perilakunya sedari tadi dilihat oleh seorang pria.perlahan mendekati nabila,melangkahkan kaki tanpa suara dilantai.


"apa lagy yang kau lakukan"kata ikbal mengagetkan nabil


"pak ikbal,sejak kapan bapak disini,"mulai panik segera menghapus air matanya dengan tangan


"sudah kesekian kalinya,kenapa sih kau senang sekali menangis,"kata ikbal tanpa melihat nabil


"tidak pak,mungkin suasana hati saya sedang tdak bagus,"kata nabil mengelak


"sudahlah,jangan mengelak lagi,sudah kubilang bicaralah padaku jika ada masalah,tapi kau malah memilih bercerita ditempat ini.apa disini ada yang bisa memberi solusi pada masalahmu,"melihat mengelilingi sekitarnya


"apa,jadi bapak melihatnya,"melihat ikbal mulai malu


"iya sudah beberapa kali q melihatmu disini,"tersenyum melihat nabil


Nabil hanya terdiam mendengar ikbal,mulai merenung lagi


"jadi kau kenal baik dengan nafiz ya?"kata ikbal mengagetkan nabil


"apa,bapak juga kenal nafiza?"mulai melihat ikbal

__ADS_1


"tentu saja diakan istri sepupuku,ya walaupun aku tidak kenal baik dengannya,"kta. ikbal tersenyum


"jadi bpak tau kalau nafiza istri pak digta,"kata nabil mulai tenang


"hemz,"hanya mengangguk


"jadi pria itu mantanmu ya,"kata ikbal melirik nabil


"sepertinya saya tidak perlu menjawab,"nabil mulai menunduk


"hemz,jadi itu yang membuatmu berbuat begitu pada nafiz,bahkan kau sengaja menjegalnya dikantin waktu itu,sampai tega memutus tali tiang .dan terakhir kau memakinya dikantin."mengerti semua yang terjadi


"jadi pak ikbal tau semuanya?"kata nabil mulai meneteskan air matanya


"ya,aku melihat semuanya,dan menurutku kau tak perlu berbuat seperti itu,bukankah perasaan mantan pacarmu tidak dibalas oleh nafiza,bahkan itu bukan salah nafizakan,"kata ikbal mulai kesal


"kau sebenarnya wanita yang baik,hanya saja rasa kecewamu sudah membuatmu menjadi orang lain,"kata ikbal melirik nabil


"bapak benar,saya memang sudah sangat keterlaluan,dan mungkin nafiza pun tidak akan memaafkan saya,"duduk bersimpuh,menangiz mengingat semua yang sudah dilakukan


"meminta maaflah,aku yakin dia akan mengerti.pasti dia senang bisa bicara denganmu lagi,"ikbal mulai melangkahkan kaki menjauhi nabil


Nabil masih berdiri tegak,masih mengingat kejadian kejadian beberapa bulan ini.menangiz lagy mengingat tentanga nafiza,mulai melihat jam ditangannya,menyadari bahwa jam kerja hampir selesai,mulai melangkahkan kaki menuruni tangga balkon.menghapus tetesan air yang masih membasahi pipinya.segera bergegas mengambil barangnya yang masih dimeja kerja.


Semua orang tampak mulai berberes beres tak terkecuali nafiza,dia asyik dengan barangnya yang sudah beres,mulai mengambil hp dalam tasnya.terlihat tersenyum beberapa kali,melihat kearah ruangan suaminya.tak beberapa lama dia melangkahkan kaki keluar ruangan.semua orang tersenyum padanya,tak sedikitpun melihatnya dengan pandangan sinis lagy.nafiza mulai masuk kamar mandi,disana dia menatap nabil yang kebetulan juga dikamar mandi,mulai menunduk tanpa bicara apapun.


"nafiza,"mulai memanggil


"ya,kenapa?"kata nabila


"maafkan aku nafiz,maafkan aku,"mulai menangis bersimpuh didepan nafiza


"nabil apa yang kau lakukan,sudah ayo berdiri,"nafiz membantu nabil berdiri

__ADS_1


"maafkan aku nafiz,"tetesan air mata mulai bercucuran


"sudahlah,lupakan semuanya,aku sudah maafin kamu kuk.kitakan teman,"kata nafiza memeluk nabil


"tapi aku udah jahat banget sama kamu nafiz,aku udah keterlaluan,"kata nabil terus menangiz


"sudahlah nabil,aku mengerti kuk.kamu itu wanita yang baik,kau tidak pantas memikirkan david.sudah!lupakan dia.kau pasti akan mendapat pria yang jauh lebih baik!"masih memeluk nabil


"sekarang kita temenan lagikan?"kata nafiz melepas pelukannya


"apa?kau masih mau berteman denganku?kta nabil kaget


"tentu saja!kenapa tidak"kata nafiza tersenyum


"tapi bukankan aku sudah jahat sekali padamu,kenapa kamu baik sekali padaku?"malu dengan apa yang dikatakan nafiza


"hemz,justru aku sangat sedih saat kau tak sama sekali ngobrol denganku,"kata nafiza menunduk


"maafkan aku nafiza,aku menyesal udah jahat sama kamu,"memeluk nafiza lagy


"sudah sudah,jangan begitu.aku udah maafin kamu kuk,sekarang kta bertemankan,"nafiza tersenyum


"udah yuk kita pulang,kayaknya udah waktunya pulang deh,"kata nafiza menggandeng tangan nabil keluar kamar mandi.


"nafiz kenapa tidak bilang kalau pak digta suamimu"mulai berbincang


"ah,untuk apa aku bilang,bukankah sudah ku bilang dia itu menyebalkan,"kata nafiza mulai tertawa


"hemz,tapi kau mencintainya kan."nabil mulai meledek


"heh,apa yang kau katakan!menyebalkan sekali,"mulai memerah


"gak nyangka deh,ternyata cew setomboy dirimu bisa membuat pak digta yang ganteng itu jatuh cinta,hahah,"mulai akrab seperti biasa

__ADS_1


"ah nabil,jangan seperti itu,"mukanya tambah memerah


Kini hubungan nabil dan nafiza terlihat lebih akrab,seakrap sebelum masalahnya dengan david.mereka berbincang,mulai tertawa dengan ceria.disana mereka bertemu dengan digta,terlihat digta sudah kerepotan membawa barang barang istrinya.sudah menunggu didpan ruangan.nafizapun bergegas menghampiri suaminya,tersenyum lebar dan mulai berjalan beriringan dengan suaminya.


__ADS_2