
Hari ini mama mengajak nafiza pergy kemall,entah apa yang mau dilakukan mertuanya.mobil melaju kencang.terlihat wajah mama bingung.dan tak lama mobil mereka sudah ada didepan sebuah mall,nafiza memakirkan mobilnya kemudian berjalan masuk mall beriringan dengan mertuanyq
"mama untuk apa kita kemari,"mulai msuk lift
"mau apa lagy,tentu saja membeli kado untuk digta,"tersenyum
"digta ulang tahun ma,kapan"menarik narik tangan mertuany
"lho,memang kamu tidak tau kalau besok digta ulang tahun,"melirik arah nafiza
"tidak tau ma,bahkan aku baru tau sekarang."mulai memasang muka sedih
Mamanya hanya menggeleng mendengan perkataan nafiza.mereka berdua bolak balik masuk toko,memikir kado apa yang cocok untuk digta,tampak kebingungan.setelah beberapa kali berkeliling akhirnya mertuanya memberikan sebuah jam tangan untuk digta,sekarang giliran nafiza yang bingung.meski mereka belum saling tertarik tapi dia tetap suaminyakn.
"mama,trus aku ngasih kado apa ya ma,"mulai terlihat bingung
"ya terserah nafiza mau ngado apa,dikado ciuman juga gpa"kan,"mulai tersenyum meledek menantunya
"ah mama,aku serius tau," kesal mendengar kata mertuanya
nafiza terus memikirkan kado untuk digta hingga akhirnya dia memilih jam alarm
__ADS_1
"hahaha,diakan sering sekali bangun kesiangan,akanku nyalakan alarm ini sekencang kencangnya dismping telinga digta."naluri jailnya mulai muncul
"nafiza apa yang kamu pikirkan,"mulai bertanya karna melihat nafiza senyum senyum
"eh tidak bu,aku mau membelikan ini untuk digta,"menunjukkan alarm yang sudah dipegang
"untuk apa nafiz,"kata ibu penasaran
"untuk mengingatkan agar digta lebih disiplin ma,tertawa kecil pda mertuanya
"baiklah,ayo pulang.sepertinya sudah sore"menarik tangan nafiza
Sesampainya dirumah mereka mulai merenacakan kejutan untuk digta,mertuanya menyodorkan beberapa nama untuk diundang.nafiza menggeleng
"apa,tapikan biasanya kami memberi kejutan dengan teman" digta,"menandakan protes
"sudahlah mama,aku akan membuat ulang tahun digta kali ini menjadi ulang tahun yang tidak akan terlupakan,"senyum jail nafiza mulai terlihat
"apa lagy yang mau kamu lakukan nafiz,jgan macam macam dihari ulang tahunnya digta ya,"mulai penasaran dengan apa yang akan dilakukan nafiz
hehehe....
__ADS_1
NAFIza mulai mengambil hp.menghubungi david agar terlibat dalam hal jahil nafiza.nafiza mulai menjelsakan apa yang harus david lakukan,semntara mertuanya penasaran dengan apa yang direncanakan nafiza untuk suaminya,dan menuruti permintaan nafiza.
Hari semakin sore,terlihat ayah dan digta yang sudah pulang dari kantor.ayah langsung masuk kekamar,mandi dan istirahat.begitu juga dengan digta.
"aku mau istirahat,jgan menggangguku," melirik nafiza
nafiza yang mendengar itu langsung membesarkan volume tv.saking besarnya digta sampai tergelak kaget
"apa yang kau lakukan bodoh,kecilkan suara tvnya"mulai menutup kupingnya dengan tangan
"nafiza,kau dengar tidak,"kata digta dengan nada kesal
nafiza hanya tersenyum mendengar digta marah marah,membuat digta semakin geram.digta mulai malangkah mendekati nafiza.berusaha mengambil remot tv,namun tidak berhasil.karna nafiza menyembunyikan remot dibalik badannya.digta makin kesal dengan tingkah nafiz,tapi nafiza malah tertawa.digta menarik tangan nafiza dan akhirnya mereka terjatuh bersamaan.tidak sengaja bibir nafiza menabrak bibir digta.terdiam sejenak dan tergelak bergegas bangun
"apa yang kau lakukan,kenapa kau menciumku," nafiza mengusap usap bibir berulang kali
"siapa juga yang menciummu,akukan tdak sengaja"tersenyum melengkah arah kasur
"ah menyebalkan,tetap saja kau menciumku,"melotot melemparkan remot kearah digta,
Digtapun mengambil remot yang dileparkan nafiza dan mulai mematikan tv.memejamkan matanya.tersenyum mendengar nafiza yang masih memakinya
__ADS_1
"ih menyebalkak,kenpa kau ini.menyebalkan sekali..awas saja aku akan membalasmu,,,kenapa kau malah enak tidur ihh,,,"kata nafiza ..
DIgta hanya tersenyum mendengar nafiza memakinya berulang ulang.hingga akhirnya nafiza terdiam,tertidur karna lelah memaki digta.digta melirik arah nafiza,dia mulai tersenyum memperhatikan nafiza yang pulas tertidur