perjodohan yang berakhir kasih

perjodohan yang berakhir kasih
malam pertama


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap,nafiza lagsung bergegas mandi setelah seharian beraktifitas,menyanyi nyanyi terdengar sngat senang.digta ikut tersenyum dengan perilaku nafiza malam ini,


Nafiza sudah berada dikasur,berbaring menunggu digta yang sedang mandi.mulai mengingat orang tuanya,merasa kangen karna beberapa bulan tidak bertemu.


"digta,"panggil nafiza melihat digta yang sudah membuka pintu kamar mandi


"kenapa?"kta digta tersenyum


"aku kangen mama sama papa!,"kata nafiza cemberut


"hemz,"kata digta melengos


"kenapa cuma hemz,menyebalkan!"meraih hp dimeja


"mau apa kau?kata digta merebut hp nafiz,mulai ikut rebahan


"apa sih,sini hpku!aku mau telpon mama,"kata nafiza merebut hpnya lagy


"sepertinya kau sudah akrab ya sama wanita itu,"mengingat candaan mereka tadi


"maksudmu nabil?"kat nafiza mulai melirik digta


"oh jadi namanya nabil,"kat digta mulai memeluk nafiza


"heh,apa apaan kaun,kenapa kau sekarang senang sekali memelukku,"kata nafiz mulai menghindar


"aku hanya ingin memeluk istriku,memang salah ya,"kata digta mulai kesal

__ADS_1


Nafiz hanya terdiam,mulai membiarkan digta memeluknya,sesekali tersenyum mengingat pengumuman yang dikatakan digta dilobi tadi,tak menyangka kalau digta benar benar memperkenalkannya sebagai istri yang dicintainya


"digta,makasih ya,"kata nafiza melirik digta


"terima kasih untuk apa?"kata digta memejamkan mata,masih memeluk istrinya


"terima kasih sudah mengenalkanku sebagai istrimu tadi,bahkan mereka sudah tidak melihat sinis lagy padaku,"kata nafiza tersenyum


"UNtuk apa berterima kasih?bukankah kau memang istriku!"kata digta ikut tersenyum


"jadi kau sudah benar benar menganggapku istri,"kata nafiza menatap digta


"tentu saja,memang kau baru sadar,kenapa kau menyebalkan sekali,"ikut menatap nafiza dengan pandangan tajam


Kini pandangan mereka saling bertemu,jantung mereka berdebar bersamaan,saling menatap dengan tatapan berbeda.Digta dengan lembut mengusap rambut nafiza,nafiza terperanjak kaget.digta mulai mendekati wajah nafiza,mencium bibir nafiza dengan lembut membuat nafiza semakin berdebar,berusaha mengalihkan pandangannya tapi tidak sanggup.


"digta apa yang kau lakukan,"kata nafiza gemetar


"aku benar benar mencintaimu nafiz,"memeluk nafiz dengan lembutnya


"aku juga mencintaimu digta,"menutup muludnya dengan tangan.tak mengerti kenapa tiba tiba kata itu terucap dari bibirnya


Kini tubuh nafiza semakin gemetar,tidak tau apa yang akan dilakukan.hanya pasrah saat digta kembali memeluk nafiza.mulai berada dlam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.mereka saling membalas ciumannya,mulai nyaman dengan apa yang dilakukan dengan digta,sadar dengan sentuhan sentuhan lembut suaminya tanpa bisa menghindar,dengan lembut digta mulai menyentuh tubuh nafiza,mereka mulai terhanyut dengat rasa cinta,melakukan apa yang seharusnya terjadi sejak dulu,merasakan perasaan yang bahagia tanpa adanya beban.


Beberapa waktu setelah mereka menikmati kebersamaannya nafiza mulai duduk,masih dengan badan yang polos tak memakai sehelai kainpun.mulai merapikan rambutnya yang berantakan.dia termenung,menatap suaminya yang tertidur dengan tersenyum,merasakan bahagia yang tak biasa.meengusap rambut suamianya dengan lembut hingga membangunkan digta.


"sayang,apa yang kau lakukan?kenapa tidak tidur?"kata digta mulai tersenyum

__ADS_1


"bagaimana aku bisa tidur,bahka sekarang aku sama sekali tidak mengantuk,"kata nafiza mulai tiduran lagi


"hemz"


"digta,apa kau benar benar mencintaiku?apa yang kita lakukan barusan benar benar tidak salah,"mulai menatap digta


"apa yang kau katakan?apa kau masih ragu dengan perasaanku?"kata digta mulai kesal


"bukan seperti itu digta,tapi...."tak meneruskan perkataannya


"aku tidak pernah seyakin ini nafiz,"mengenggam tangan nafiza


"atau mungkin kau yang belum yakin dengan perasaanmu,"mulai terlihat agak marah


"entahlah digta,bukankan selama ini kita sering berdebat,bahkan tidak jarang kita bertengkar,"kata nafiza menghela nafas


"ya aku tau,bahkan karna itu yang membuatku simpatik padamu,kau berbeda nafiz,kau sering membuatku merasa khonyol,meski kau bersikap menyebalkan tapi hanya kau yang mengerti tentang keinginanku."mengingat beberap kejadian yang dilakukan nafiz untuknya


"benarkah"kata nafiza membuat digta makin kesal


"tentu saja,hanya kau yang bisa membuatku tertawa selepas itu,membuatku jengkel saat kau menendang kakiku,membuat wajahku belepotan dengan kue tart,makan bersama para pelayan dengan penuh keakrapan saat aku ulang tahun .bagiku itu adalah kado ulang tahunn yang sangat aku harapkan.dan hanya kau yang mengerti itu,"memeluk nafiza mengingat banyak hal yang dilakukan istrinya


"bahkan kau menyuruhku mengupas bawang untuk pertama kalinya,memasak denganmu,itu semua membuatku merasa sangat berbeda."tersenyum mengingat tangannya tanga bau busuk karna bawang


"nafiz percayalah,aku benar benar mencintaimu"memeluk erat nafiza,mulai mencium kening nafiza dengan lembut


Nafiza hanya terdiam,ikut mengingat beberapa kejadian yang disebutkan suaminya tadi.terlihat senyuman dibibir nafiza,membalas pelukan suaminya tanpa rasa canggung.mulai menikmati kebersamaan bersma suaminya hingga lupa dengan rasa kesalnya yang dlu selalu dirasakan.menyadari bahwa semua kekesalannya justru yang mengawali sesuatu yang indah.mukanya mulai memerah saat suaminya mencium keningnya lagy .merasakan hubungan yang mungkin selalu diharapkan.malampun semakin larut.nafiza dan digta masih dengan perasaan yang berbeda,melanjutkan beberapa pembicaraan.tersenyum satu sama lain mengingat kejadian kejadian yang kini malah mendekatkan mereka.kini nafiza sudah tertidur dipelukan digta,merasa lega dengan alasan alasan yang dikatakan digta.begitupun dengan digta yang sudah lega karna sudah mengatakan apa yang selama ini dia rasakan.

__ADS_1


__ADS_2