
malam itu begitu sangat menyakitkan bagi nafiza,tangisannya mulai terdengar sesenggukan,pak sopir hanya terheran heran melihat penumpangnya itu,
"maaf mbak tujuannya mau kemana?pak supir mulai bertanya
Nafiza mulai terdiam sejenak.mulai berfikir tujuan yang akan didatangi.tiba tiba terlintas suatu tempat yang mungkin tidak akan ditemukan,bahkan orang tuanya sekalipun
"keterminal xx pak,"jawab nafiza mulai mengusap air matanya dengan tisu
"baik mbak,"
"mungkin beberapa hari ini aku perlu menangin diri dulu tanpa diganggu digta atau orang tua,"gumam nya dalam hati mulai menghela nafas dalam dalam
"digta,jahat banget kamu,tega kamu boongin aku,padahal aku udah percaya sama kamu,"berbincang sendiri dlam hati masih meneteskan air mata
"truz apa gunanya ini"mengambil kotak kecil berisi tespek dan melemparnya sejauh mungkin
"sebaiknya jangan kemana mana dulu mbak,sepertinya kondisi mbak lagi gak stabil deh,"sahut pak sopir yang mulai melirik
"oh maaf pak,!tidak pak,saya tidak apa apa!hanya sidikit ada masalah,"mulai tersenyum menyadari bahwa diperhatikan dari tadi
"mbak yakin gak kenapa kenpa?"masih tidak yakin saat melihat air mata nafiz yang masih menetes
"saya tidak apa apa pak!saya hanya butuh menenangkan diri saja beberapa waktu.terima kasih"tersenyum lagi mencoba bersikap lebih tenang
Sedangkan dikejauhan kaki digta tampak lemas,mulai membuka mobil dan melajukannya dengan kecepatan tinggi,dalam fikirannya kini hanya nafiza,bagaimana cara menjelaskannya,bahkan melihat kemarahan nafiza malam ini sudah membuat digta tidak dapat berfikir.
"brakka,
"brengsek,seharusnya aku sudah bisa menduganya!vina memang keterlaluan,"mulai marah memukul stir mobilnya
"nafiza,kamu salah paham sayang,angkat donk!kenapa gak diangkat angkat sih,"bergumam,trus mencoba menghubungi nafiza
"takk,"melempar hpnya kebawah karna kesal,pikirannya kacau,tambah panik karna nafiza sama sekali tidak mengangkat telfonnya.
__ADS_1
Kini mobil digta sudah terparkir digarasi,kakinya masih bergetar mencoba melangkah tenang.pikirannya hanya 1,ingin segera bertemu dengan nafiza dan menjelaskan kesalah pahamannya.
Digta mulai melewati ruang keluarga,sepintas melihat mama dan ayahnya sedang bercengkrama sambil menonton tv.
"digta kamu sudah pulang,nafiza mana?"menatap heran saat digta berjalan sendiri
deg....
"lho nafiza belum pulang ma?"kata digta mulai kawatir
"ya belumlah.ktanya dinner ma kamukan!,"tambah penasaran dengan jawaban digta
"iya,tapi berantaka yah,gara gara vina!"mulai menunduk kesal
"apa!vina!kenapa vina?dia bikin masalah lagi,"teriak mama mulai kesal
"tunggu tunggu !vina itu siapa?"tanya ayah mulai bingung
"huft"menghela nafas panjang
gini ma ceritanya.......
digta mulai menceritakan kejadian diresto tadi,ayah dan mama mulai memasang muka marahnya saat mendengar cerita digta,tangan mereka mulai mengepal karna kesal
"apa!bodoh banget sih kamu!"kata ayah mulai melotot
"kenapa kamu mau ja disuruh suruh sama vina!,"kata mama tidak mau kalah
"digta juga gax tau ma yah!gak nyangka juga kalo vina selicik itu,"kta digta menutup wajahnya
"kamu ini,trus gmana nafiza.dia kemna"kta mama mulai cemas
"gak tau ma,digta udah telponin dari tadi tapi gak diangkat ma"kata digta mulai gelisah
__ADS_1
"atau jangan jangan dia pulang kerumah orang tuanya,coba ma telpon mas bambang"kata ayah mengambil ponselnya
"eh,jangan dulu yah!kalo emang nafiza pulang,pasti juga belum nyampek.lagian belum tentu nafiza pulang kerumahnyakan!"sahut mama mencoba menjelaskan
"terus gamana dung ma!nafiz kemana,"kta digta mulai khawatir
"ya udah tenang dulu,coba kamu telpon lagi dig,"memberi usul menyerahkan hpnya
Digta mengambil hp yang diberikan mamanya,mencoba menelpon nafiza beberapa kali,mukanya berubah murung setelah beberapa saat
"gmana dig,diangkat gak?"mama heboh mulau penasaran
"sekarang malah gak aktif ma!,ya alloh ma sumpah digta gak mau pisah sama nafiza!digta harus gimana ma!"digta mulai gelisah,matanya mulai merah
"udah,gak usah diomongin sekarang.biarin nafiza nenangin diri dulu,terus kalo emang besok nafiza pulang kermah mas bambang kamu cepetan nyusul kesana!"sahut ayah mulai beranjak dari kursi segera melangkah menuju kamar
Digta melangakahkan kakinya dengan berat,mulai memasuki kamarnya dengan perasaan bimbang.
"sayang kamu dimana sih,kenapa nomer kamu gak aktif,"berbaring memeluk bantal milik nafiza
"kamu salah paham sayang!sumpah deh aku tu gak ada apa apa sama vina,"masih bergumam memeluk bantal
"sayang"....
Malam semakin malam,tapi tak sedikitpun digta bisa tidur!matanya sudah memerah,tapi pikirannya masih memikirkan nafiza.terus mencoba menghubungi nafiza tapi tidak kunjung aktif
Jam dinding sudah menunjuk pukul 3 malam,digta bergegas mengambil hp disampingnya akan berusaha menelpon mertuanya tapi niatnya diurungkan mengingat perkataan mamanya tadi
"udahlah.mending aku tidur ja,terus besok pgi q langsung nyusul nafiza kerumah papa,"berkata dalam hati
"tunggu ya sayang,besok aku jemput kamu dirumah papa,aku cinta kamu,"mencium foto dilayar hpnya
Digta mulai berbaring,mencoba memejamkan mata sampai akhirnya benar benar tertidur.
__ADS_1