perjodohan yang berakhir kasih

perjodohan yang berakhir kasih
rencana jahat nabila


__ADS_3

hari demi hari tlah terlewati,masih dengan suasana kantor yang normal seperti biasa,tanpa ada ulah digta yang membuat nafiza jengkel,sepertinya digta benar benar menuruti kemauan istrinya untuk tidak berbuat macam macam dikantor,tentu saja yang bisa membuat para karyawan penasaran akan status mereka,saat jam istirahat nafiza tampak asyik bercanda dengan imel,memakan makanan yang ada dihadapanny.digta hanya mlihat nafiza tanpa mendekat,padahal tempat duduk mereka hanya berbeda beberapa langkah saja.ikbal hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat digta yang menatap istrinya tanpa hampir tidak berkedip


"heh,kenapa tidak sekalian saja kau kesana,dari pada hanya melototi seperti itu,"kata ikbal mengagetkan lamunan digta


"hah tidak,tempo hari saja dia sangat marah waktu aku menggandengny,"kata digta memanyunkan bibirnya


"kalian ini,mau sampai kapan kalian mau menyembunyikan status kalian,"kata ikbal menggeleng lagy


"sampai magangnya selesei,aku dilarang memperhatikannya sampai dia selesei magang,"kata digta menjawab


"apa bedanya sekarang atau nanti,bukankah itu sama saja,toh mereka juga akan taukan!kata ikbal mulai kesal


"bukankah aku sudah memberi tau alasanny"kata digta mulai sewot.


"baiklah,lakukan sesuka kalian,


Saat digta asyik memperhatikan nafiza,tak sengaja tatapannya mengarah disebuah tiang besi,matanya begitu kaget saat melihat tiang itu hampir jatuh,terlebih hampir menjatuhi istrinya,digta berlari mencoba menahan tiang besi yang sudah mulai miring,berlari hingga terjatuh,tangannya tergores karna terkena paku tapi tak perduli dengan lukanya,berdiri dan menahan tiang itu.nafiza dan imel terlihat sangat kaget,segera berlari dari bawah tiang yang ditahan digta,ketika nafiza sudah berada ditempat lain,digta segera melepas tiang itu,berlari kearah nafiza,wajah nafiza dan imel terlihat pucat,badan mereka masih bergetar tak mampu mengucapkan apapun


"nafiza kamu tidak apa",memanggil nafiza mulai memeluk nafiza


"tidak,aku tidak apa apa,"menyentuh tangan digta,seklebat melihat luka digta yang mulai berdarah


"digta tanganmu kenapa,kenapa berdarah,"mulai panik saat melihat luka sobek ditangan digta


"tidak,aku tidak apa apa,aku hanya sedikit terluka,"kta digta mengusap rambut nafiza


"yang penting kamu tidak apa apakan,"digta mulai tersenyum lembut


"sini,berikan tanganmu,"nafiza mulai melepas syhal yang dipakai mengikatkan pada luka digta agar darahnya tdak bercucuran

__ADS_1


"heh,apa yang kau lakukan,"kta digta hampir menarik tanggannya lagy


"sudah!diamlah!jgan protes,harusnya tadi kamu tidak usah senekat itu"kata nafiza mulai memukul bahu digta agak keras


"aw,sakit tau,mana mungkin aku diam saja melihat istriku terluka,"berkata lirih agar tak terdengar karyawanny


Nafiza langsung memeluk digta setelah mendengar apa yang dikatakan digta,tidak perduli dengan peraturan yang dibuatnya sendiri,kini terlihat air mata mulai jatuh dipelupuk mata.semua terperanga melihat drama itu,mulai berfikir ini itu.


"hah,berani sekali anak magang itu memeluk pak digta,"kata jahat dari seorang karyawan wanita


"hah,dasar tak tau diri wanita ini,memalukan sekali dia,"melihat sinis kearah nafiza


Begitu banyak fikiran jahat dari orang orang sekitarnya tanpa mengetahui apa yang sebenarnya.ikbal dan imel hanya tersenyum saat melihat perlakuan digta dan nafiza,karna memang hanya mereka yang tau apa yang sebenarnya ter jadi.tak menunggu waktu lama ikbal mulai mendekati tiang yang ditahan digta,mulai mencari fakta kenapa tiang ini bisa tiba tiba terjatuh.menyusuri tali pengikat tiang,sampai akhirnya menemukan tali yang sepertinya sengaja diputuskan,mulai kesal setengah berteriak


"siapa yang berani memutuskan tali ini,"matanya terbelalak melihat orang orang sekitarnya


"jawab siapa yang sengaja memutuskan tali ini,"membanting putusan tali yang ditemukan ikbal


"heh,kenapa kau ini!kenapa berteriak seperti itu,"mengambil tali yang dibanting ikbal


"hemz,sepertinya ada yang sengaja memutuskan tali ini digta,"kata ikbal yakin


"hah,siapa yang berani sengaja memutuskan tali ini,untu apa!"kta digta mulai bingung


"sepertinya ada yang sengaja mau mencelakai imel dab nafiza,"kata ikbal melirik memandangi orang orang disekitarnya


"apa,siapa yang berani mau mencelakai nafiza!"kata digta sangat kesal


Tatapan marah digta mulai terlihat,orang orang hanya bisa terdiam,membisu tak bisa berkata apa apa,menundukkan kepala mereka tanpa berani menatap digta!digta tak pernah semarah itu sebelumnya

__ADS_1


"sebenernya siapa wanita itu,kenapa pak digta semarah itu saat mengetahui ada orang yang mau mencelakainya,"kata satpam kantor dalam hati


"heh,kenapa ini,kenapa pak digta menyerAmkan sekalai,"para karyawan mulai gemetar


Dibalik muka orang orang yang penasaran,terlihat muka nabila lagy terlihat pucat,semakin pucat setelah tau apa yang direncakan tercium oleh ikbal.bahkan ikbal terlihat ikut sangat marah


"Ah,bagaimana ini!mati aku kalau sampai ketawan kalo aku yang memotong tali itu,"mengingat apa yang dikakukan pasa tali itu


"sial sekali,kenapa sih pak digta harus menolong nafiza tadi,harusnya nafiza tadi sudah terluka,"niat jahat nabila mulai terlihat


"awas saja kau nafiz,dasar wanita penjilat,ternyata bukan david saja yang kau incar tapi juga pak digta,wanita tak tahu malu"kata nabila memaki nafiza dlam hati


Suasana kantor semakin mencekam,terlihat muka digta yang masih penuh amarah,nafiza mendekati digta,menggandeng tangan digta tidak memperdulikan tatapan sinis orang disekitarnya, mulai melangkah meninggalkan kantin.melangkahkan kaki menuju ruangan digta.diruangan digta nafiza terlihat duduk disofa,asyik membersihka luka ditangan digta,tak sengaja matanya mengarah disebuah lemari,terlihat benda kecil terpajang diatanya,benda yang tak asing bagi nafiza


"heh digta itu jam weker yang aku belikan waaktu itukan,"tak sengaja memukul luka digta


"au,kau ini menyebalkan sekali,kau pikir ini tak sakit,"mencubit tangan nafiza


"ihhh sakit digta,kenapa kau mencubitku,"kata nafiza kesal


"kau duluan yang memukulku,"kata digta kesal


"hehe,maaf.akukan tidak sengaja,"tersenyum manja pada digta


"digta,jadi kau yang mengambil hadiah itu dari tong sampah,"kata nafiz melirik digta


"tidak,siapa bilang!aku tidak sengaja menemukannya saat mangambil bolpoin yang terjatuh ,"kata digta mencari alasan


"sudah jangan banyak alasan,bilang saja kau menyukai kado dariku.hahah...."kata nafiza

__ADS_1


Candaan mereka mulai berlanjut,tak menghiraukan beberapa dokumen dimejanya.mulai bergurau,tak menghiraukan rasa sakit dari lukanya.


__ADS_2