
sudah 3 hari berlalu,tapi nmor nafiza belum juga aktif,digta sudah mencoba menghubungi beberapa teman kuliah nafiza tapi tidak ada hasilny,hanya 1 nomor yang belum memberi jawaban,nomor nabila.entah setelah kepergian nafiza,nabilapun juga tidak ada kabar,tidak ada dikampus maupun dirumahnya.digta hanya berbaring dikamar,tidak sma sekali berniat kekantor,hatinya sangat sedih,khawatir dan penasaran.meninggalkan segudang pekerjaan kantornya,mau tidak mau ikballah yang menghendel semua pekerjaan digta
k
"apa nafiza lagi sama nabila ya!dengan siapapun dia,aku harap dia baik baik saja"ucap digta dengan muka pasrah
"sayang aku kangen,kamu dimana?"pikir digta mulai resah
"tok tok tok!"ketukan pintu mulai terdengar mengagetkan digta
"digta,ayo makan dulu!kamu belum makan lho nak dari kemaren,"terus mengetuk mulai merasa kawatir
"gak ma,digta gak laper,"menyahut tanpa beranjak dari kasurnya
"jangan gitu dong dig,nanti kamu sakit!kalo kamu sakit gimana kamu bisa nyari nafiza!"bujuk mamanya berharap digta keluar
"digta,digta,,,,,"seru mama berulang kali
"jegrek",pintu mulai terbuka!mama mulai gelisah saat melihat anaknya seperti itu,bahkan matanya benar benar sayup,sepertinya karna dia kurang tidur beberapa hari ini
"kamu jangan gitu dong digta!mama juga sedih,tapi kamu juga gak boleh kaya gini!kamu harus semangat nyari nafiza,"ucap mama mulai menuntun digta keruang makan,begitu lemas hingga para pelayan menggeleng ikut sedih
"digta digta!mau mati kamu sampek gak mau makan,!ucap ayah merasa kesal dengan tingkah digta
"ayah jangan gitu,biar digta makan dulu,"ucap mama mulai mengambilkan nasi
__ADS_1
"gak ma,digta gak laper,"mulai menggeleng menolak nasi pemberian mamanya
"gak laper gimana!liat mukamua!lusuh!bahkan kalo nafiza ada pasti dia jengkel melihat mukamu!"menggelengkan kepala mulai maju mendekat
"apa nafiza belum ada kabar juga?"bertanya sambil menyodorkan sepiring nasi didepan digta
"belum yah,kira kira nafiza kemana ya yah!"mulai tertunduk memainkan hpnya
"mas bambang yang papanya ja gak tau!apa lgi ayah!kalo ayah tau udah ayah jemput dari kemarin kemarin."melirik digta yang belum saja mmemakan nasinya
"sudah makan dulu,abiz ini kita cari nafiza lagi,"tegas ayah mulai berjalan menuju kamar
Mendengar kata ayahnya digta mulai mengambil sesendok nasi,memaksa mengunyah meski tidak nafsu,baru terhitung 4 suap digta langsung beranjak berdiri,mengambil hp diatas meja dan bergegas pergi kearah garasi,mulai menghidupkan mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi
"hallo kenapa dig?gua lagi sibuk!"Tegas ikbal hampir menutup telpon
"gimana udah ada kabar dari nabila!nafiza sama nabilakan?"mulai berharap dengan nabila
"belum dig,nabila gak angkat angkat telpon!*emang nmer nafiza belum aktif"kata ikbal penasaran
"belum,aku aja bingung mau nyari kemana lagi,"menghentikan mobilnya mulai pasrah
"ed dah betah amat sih ngambeknya!mertua lo blum da kabar?"
Tanpa menjawab digta langsung mematikan telponnya,berfikir keras mencari tau keberadaan nafiza.
__ADS_1
Sedangkan ditempat yang lain nafiza sudah tampak lebih baik,mulai beraktifitas dengan hati yang tenang.abi mulai mendekati nafiza,memberi pengetian agar nafiza berkenan pulang
"mbak vatin,udah 3 hari lho mbak vatin disini!apa mbak vatin belum ngasih kabar sama keluarga"mulai bertanya mengingat nafiza yang tidak pernah memegang hp
"belum bi,mungkin besok,"nafiza tersenyum mulai mencari alasan
"abi gak melarang mbak vatin tetap disini kalo memang mbak vatin belum siap ketemu suami,tapi setidaknya mbak vatin kasih kabar sama keluarga,pasti mereka sangat khawatir sama mbak vatin,"mulai menjelaskan agar nafiza mengerti
"iya bi,hari ini vatin pasti ngasih kabar sma keluarga vatin,"mulai tertunduk mencoba mengerti
"nah gitu dong,kalo gitu abi keluar dulu ya mbak.mbak jangan lupa sholat,"ucap abi mulai mengingatkan
"iya bi,terima kasih,"tersenyum lebar
Nafiza terdiam beberapa saat,mulai memikirkan apa perkataan abi barusan,berjalan kearah lemari dan mengambil hp.wajahnya tiba tiba berubah saat mengaktifkan hpnya!banyak sekali pesan dari orang tuanya,terutama dari digta.pesan demi pesan dia baca membuat hatinya mulai berkecambuk,dan tak mampu lagi menahan air matanya saat melihat video dari mertuanya.divideo itu terlihat wajah digta yang pucat,mama bilang kalo digta bahkan tidak mau makan ataupun keluar dari rumah.
"ya allah apa benar dia sampai seperti ini!apa benar aku memang salah paham,"menangis menyadari kesalahannya
"ya allah digta,kenapa kamu pucat banget sih,begok banget jadi cowok,"memaki digta dalam hati karna sudah bersikap kekanak kanakan.
Nafiza kini mulai luluh,menuliskan pesan untuk digta dan mematikan hpnya kembali,merasa belum siap untuk bertemu dalam waktu dekat ini
"digta,jangan terlalu khawatir padaku,aku baik baik saja.bodoh banget sih,sampek gak makan gara gara pikirin aku!makanlah yang benar dan jagalah kesehatanmu.aku gak mau saat kita ketemu kamu malah sakit!dan satu lagi,jangan terus menghubungiku,karna aku butuh waktu"itulah beberapa kalimat yang ditulis nafiza untuk digta.
Kini digta masih bersandar dimobilnya,bingung mau kemana dia melajukan mobilnya,mulai terbangun saat membaca pesan dari nafiza!matanya merah tak mampu membendung air mata leganya.mulai tersenyum tipis saat membaca satu persatu kalimat yang ditulis nafiza,mencoba menghubungi nafiza tapi sudah tidak aktif lagi.tapi dia merasa lega,walaupun nafiza belum mau bertemu setidaknya dia tau bahwa istrinya dalam keadaan baik.
__ADS_1