
selepas mengantar digta,abi mulai melangkahkan kakinya menuju dapur,mulai tersenyum saat melihat istrinya yang sedang mencatat keperluan yang akan dibeli dipasar,
"bun suami mbak vatin dateng!"mendekati istrinya mulai tersenyum
"yang bener bi?kapan bi datengnya?kok bunda gak tau?"menatap abi dengan rasa kaget
"barusan bun,waktu abi buka pintu udah ketiduran didepan pintu.sepertinya dia cukup capek bun.wajahnya agak pucet!"mulai bercerita
"ya ampun!trus sekarang dia dimana bi.apa sudah makan?"merasa iba dengan ceerita abi.
"lagi istirahat dikamar mbak vatin bun.semoga kesalah pahaman mereka cepat mendapat solusi,"menjawab halus sambil memandang lemnut istrinya
"amin amin bi.semoga saja"mulai menggannguk menjawab perkataan abi
adzanpun mulai berkumandang.nafiza mulai terbangun mendengar ayam berkokok bersahut sahutan mulai membuka matanya melihat sekelilingnya,mengedap ngedipnya matanya yang masih setengah sadar saat menangkap penglihatannya
pada seseorang
"ya allah mimpi apa aku ini!kenapa aku malah membayangkan digta ada disini!"mengerutkan dahinya mulai memiringkan badannya membelakangi digta
"digta kau sedang apa!sebenernya aku kangen sama kamu!tapi aku masih kesal sama kamu!"menggerutu dalam hati mulai terduduk.melipat selimut yang dipakainya.
nafiza perlahan duduk dipinggir kasurnya,menatap pemandangan yang masih sama dengan penglihatannya tadi.seseorang yang mirip digta sedang tidur menghadapnya,wajahnya terlihat pucat,matanya sayu.nafiza mengusap wajahnya kasar,mencoba menyadarkan diri dari mimpi
"deg"
__ADS_1
"digta!..hah kenapa aku masih saja menghayal!mana mungkin digta disini!bangunlah nafiza jangan banyak bermimpi!manamparnya pipinya sendiri hingga mengaduh
"auww!kenapa sakit!bukannya kalo mimpi itu gak mungkin merasa sakit ya!"menggelengkan kepalanya masih tidak percaya
"gak mungkinkan dia disini!"menatap digta dengan sejelas jelasnya
"ya allah!itu beneran digta!kenapa dia disini!bagaimana mungkin,"melotot menatap digta
Nafiza mulai mendekati digta!dengan reflek menampar pipi digta dengan keras
"auw....apa apaan sih!kenapa kamu menamparku!,"langsung terduduk!kaget saat nafiza menampar pipinya
"hah jadi ini bneran kamu!menyebalkan sekali kau!ngapain kamu kesini!tahu dari mana!"menatap kesal mulai melengoskan wajahnya
"hah,,,,apa apaan kau ini!menyebalkan sekali!sudah ku bilang!jangan mencariku!"mendorong tubuh digta tapi sia sia
"aku merindukanmu!sangat merindukanmu,"masih memeluk nafiza semakin erat
"lepasin aku!dasar menyebalkan!pergi jauh jauh!aku muak melihatmu!peluk saja vina dan jangan pernah menggangguku lagi!aku mau kita pisah!"menarik dirinya sekuat mungkin hingga terlepas dari pelukan digta
"kenapa kamu seperti ini!aku tidak mau berpisah nafiz!aku sangat mencintaimu!kau salah paham!tolong dengarkan penjelasanku dulu,"mendekati nafiza mencoba menjelaskan
"sudah cukup digta!semuanya udah jelas!mau jelasin apa lagi!"masih marah mengingat kejadian malam itu
"sumpah aku muak!kamu sudah terlalu banyak berbohong!menuduh digta tidak tidak membuat digta terdiam menggeleng gelengkan kepalanya
__ADS_1
"sumpah sayang aku gak pernah boongin kamu!aku ini dijebak!tolong percaya sama aku yang,"menatap mata nafiza mulai memegang tangan nafiza tapi langsung ditepis
"udah!gak usah bnyak alasan lagi"hampir melangkah tak ingin berdebat
".waktu itu dia sengaja menjebakku!merencanakan semua itu agar kita bertengkar sayang.bahkan dia selama ini memata mataimu.!tolong sayang.kali ini percaya sama aku,"mulai menjelaskan dengan penuh kesabaran
"memata mataiku.apa maksudmu,,"mengeryitkan wajahnya mulai heran
"ya makanya aku mau jelasin semuanya.plis yang percaya sama aku.aku tu dijebak yang!aku gak mau pisah sama kamu"berjalan mendekati nafiza mulai memeluk
"lepasin!udahlah digta.!aku gak mau dengerin penjelasan kamu lagi!mendingan kamu pulang aja.!"mulai berlalu melewati digta
"aku gak bisa yang!aku ingin merawat anak kita bersama!apa kamu tega misahin aku sama anak kita,"menatap nafiza dengan penuh kepanikan
"apa!a- apa maksudmu,"mulai menunduk menggenggam tangannya tak berani memandang digta
"kenapa nafiz!kenapa kamu gak bilang!"memeluk nafiza mulai meneteskan air mata
"kamu tau dari mana?"hanya terdiam tak membalas pelukan digta
"nabila yang bilang!apa kamu tau,aku seneng banget waktu tau kamu lagi hamil.aku sayang banget sama kamu yang!"melepas peluknya mulai mencium kening nafiza
"maaf digta!tapi aku butuh waktu.gak mau kecewa lgi.kamu udah bo'ong waktu itu!"melepaskan tangan digta,mengambil sebuah jilbab pasmina untuk dipakainya dan berlalu keluar kamar
Ya setelah nafiza hamil memang sangat susah untuk nafiza mengendalikan emosinya.lebih tepatnya dia selalu merasa sensi.tapi digta mencoba mengerti tentang keadaan nafiza.terus berusaha mempertahankan wanita yang dicintai.mulai kekamar mandi untuk bebersih dab segera menyusul istrinya.
__ADS_1