
Berhari hari sudah nafiz magang ditempat digta,mulai faham beberapa laporan yang harus dikerjakan.utak atik didpan laptop sudah mulai lancar dengan tugasnya tentu saja masih dengan kejahiln dgta.dan ternyata sikap nabil masih sma kepada nafiza.nafiza selalu mencoba menghubungi david,menanyakan apa yang sebenarnya terjadi,tpi tak kunjung ada jawaban.hp david selalu tidak aktif sampai akhirnya nafizapun mulai bosan.
Membiarkan nabil bersikap dingin padanya.membiasakan agar ikut bersikap cuek.disaat semua terlihat baik baik saja tiba tiba hp nafiza bergetar,nafiza mulai melirik hpnya.satu pesan diterima dari nmor david
"nafiz,ada ap?"kata david dalam pesan
"apa yang terjadi dengan kau dan nabil"membalas pesan david
"memang ada apa,"bals david
"kenapa nabil semarah itu sama aku,kamu bilang apa sama nabil,"pesan nafiz bertanda marah
beberapa menit belum ada balasan,nafiz tetap masih pda hpnya,menunggu balasan pesan dari david.disebuah jendela kaca riben dibalik ruangan digta,digta sengaja melihat nafiza.melihat nafiz yang sedang asyik dengan hpnya,muka nafiza yang terlihat kesal membuat digta penasaran.
"aku akan menjelaskan saat kita ketemu nanti,"balasan david setelah beberapa menit
"aku gak bisa kalo sekarang,akukan lagi magang,"kata nafiza
"kau pulang jam berapa,"kata david lagy
"jam 5,"
"kalo gitu aku tunggu nanti direstoran langganan kita jam 6
Waktu begitu cepat berputar,nafiz sudah berdiri dengan tasnya,menuju ruangan digta smbil melirik kanan dan kiri.memastikan para karyawan tidak melihatnya.dan mulai masuk ruangan digta
"digta!" kata nafiz lirih
"nanti aku pulang terlambat aku mau pergi sama temenku,"kata nafiza tersenyum
"terserah,"kata digta sewot
__ADS_1
"bolehkan,"kata nabiza mengedipkan mata
"aku bilang terserah.aku tidak perduli kau mau apa,"kata digta agak kesal.
Nafiza mulai melangkah keluar.dagta yang tadi sok cuek mulai mengikut langkah nafiza,mengendap endap agar tidak ketawan nafiza.
"mau kemana dia?awas saja kalau kau macam","kata digta dalam hati
Digta mulai mengikuti mobil nafiza,melajukan mobilnya dengan hati hati.kini mobil nafiza sudah berada diparkiran sebuah restoran,melangkah pergi meninggalkan mobil dan masuk kerestoran.terlihat seorang pria melambaikan tangan pada nafiza membuat digta semakin kesal
"heh siapa dia,"kata digta penasaran
"apa itu, kenapa mereka akrab sekali seperti itu,"digta kini mulai kesal
Digta terlihat sangat kesal,dia mulai panik saat nafiz mulai mendekati pria itu.menepuk bahu david agak keras
"david,kamu dari mana saja,kenapa susah sekali dihubungi,"kata nafiz cemberut
"oh,david ada apa dengan nabil,kenapa dia berbeda padaku,"kata nafiza melirik
David terdiam beberapa saat,merangkai kata agar semuanya bisa baik baik saja.menghembuskan nafas perlahan dan mulai berbicara
"kami putus nafiz,"kata david menunduk
"apa,kenapa?"nafiza kaget hingga menumpahkan minum yang belum sempat ditelan
"karna aku mencintaimu nafiz,"menatap tajam nafiz
"apa kau bilang!haha jangan bercanda kau david.kau sudah gila ya."tawa nafiza lepas
"aku serius nafiza,aku benar benar mencintaimu,"kata david mulai memegang tangan nafiza
__ADS_1
"prak"tamparan keras terhempas dipipi david
"kau sudah gila ya,aku sudah menikah!kata nafiza kesal
"hah,tapi kau bahkan tidak mencintai suamimu kan.suamimu jga tidak mencintaimu."kata david percaya diri
"david,kau memang sudah gila,"kata nafiza menggelengkan kepalanya.
"iya,aku gila karnamu,kau yang membuatku gila.kau yang selalu bisa menenangkanku,bahkan saat pertama kali aku kuliah hanya kamu yang mau berteman denganku.seorang pria cupu,berkaca mata silinder besar dan sedikit gagu."kata david teringat masalalunya
"kau sudah punya nabil yang sangat mencintaimu david,"kata nafiz meneteskan air mata,mulai mengerti yang dirasakan nabil
"tapi hanya kau yang aku inginkan nafiz,kumohon ceraikan suamimu dan terimalah cintaku."kata david mulai kurang ajar
"aku bilang aku sudah menikah,"kata nafiz menggebrak meja.
"aku tau kau tidak mencintai suamimukan,ceraikan dia.orang tuamu pasti mengerti,"david memegang tangan nafiz kembali.
"prak" tamparan mendarat untuk kedua kalinya
"kau sudah gila david,benar benar gila,"kata nafiz tidak percaya
"aku mohon,dengarkan aku nafiz,aku benar benar mencintaimu,"sikap david mulai menekan
"aku mencintai suamiku david,aku harap kau mengerti,"kata nafiza mulai jujur
"tidak mungkin.kau hanya berbohong padaku,bahkan kau selalu berdebat denganny,"kata david menggenggam tangan nafiza
"lepaskan david,jauhi aku!aku sudah milik orang lain,"melepas genggaman david.
"jangan menggangguku lagy,bahkan kita sekarang bukan sahabat,"nafiza mulai melangkah pergy tanpa melihat arah david
__ADS_1
Wajah digta terlihat sangat kesal mendengar percakapan nafiz dan david sedari tadi.menahan amarah yang sudah menumpuk diotaknya.mulai menatap david dengan amarah yang memuncak.tpi mukanya mulai tenang saat nafiz menolak david,mengaku cinta dengan suaminya.senyum tipisnya mulai timbul,dan tergelak mengikuti langkah kaki nafiza yang masih bergetar,meski perasaannya belum begitu yakin pada nafiza.tpi dia senang dengan ucapan nafiza yang mengakui cintanya pada digta meskipun pengakuan itu blum tentu benar,tpi mungkin saja itu hanya alasan untuk menjauh dari pria yang direstoran tadi.