perjodohan yang berakhir kasih

perjodohan yang berakhir kasih
liburan selesai


__ADS_3

Sudah beberapa hari mereka menginap dirumah papa dan mama.digta sudah siap dengan tasnya,mengemas semua barang dan menunggu nafiza yang masih asyik dikamar mandi.mulai menggerutu setelah beberapa menit.


"sayang kau masih lama ya!".mendekat arah pintu kamar mandi,mulai mengetuk ngetuk


"sebentar sayang,aku lagi berendam,"nafiza menjawab tapi tak cepat bergegas berdiri,masih asyik berendam diair susunya...


"sayang kau lama sekali,"melai membuka handel pintu yang ternyata tidak terkunci


"sayang kenapa kau mlah masuk,menyebalkan sekali,"mulai menenggelamkan badannya dibalik busa busa air sabunnya


"salah siapa kau tidak menguncinya,"tersenyum mendekati istrinya


"sayang kenapa kau malah kesini,Sana keluar!aku belum selesai tw,"mulai mengibaskan air dibaju digtA


"wah,jadi dari tadi kamu malah asyik berndam ya,aku sudah menunggu dari tadi tau,sudah cepat keluar dari situ"mukanya mulai kesal


"sebentar lagi sayang,aku masih ingin berendam,"mulai merengek mencari alasan,padahal masih belum puas liburan makanya mandinya dilama lamain biar g jadi pulang.hehehe


"ayo cepet sayang!ini udah jam berapa?keburu siang nanti,"mulai kesal hampir menggendong paksa nafiza


"ahhh tidak mau,pulang sendiri sana,besok aku menyusul,aku masih belum puas liburannya,"mulai tersenyum manis berharap suaminya mengijinkan tapi malah dipelototi

__ADS_1


"sayang bsok kapan kapan kita kesini lagi,nanti kita kemaleman sampeknya,besok aku ada meeting penting,"menjelaskan rutinitas yang masih membosankan untuk nafiza


"huh,baik baik.sana keluar!aku mau ganti baju!"mulai terperanjak dari bak mandi kesayangannya


"kenapa aku harus keluar,aku mau disini saja!"tersenyum menggoda istrinya yang mulai duduk dibak mandi.


"sudah sana keluar,"melemparkan sandal dibawahnya


"ya udah,iya iya,cepet keluar ya sayang"melangkah kaki mulai menutup pintu kamar mandi.


Digta melangkahkan kaki keluar kamar mandi.wajahnya mulai berseri,senyumnya terlihat dari bibirnya.mulai membereskan lagi barang brang yang masih berantakan.tak berapa lama nafiza sudah siap dengan bajunya,mulai keluar kamar mandi mendekati suaminya,ikut membantu mengepak beberapa barang dalam tasnya.setelah selesei mereka bergegas kluar kamar dengan membawa kopernya,mulai mendekati mama dan papanya yang sudah menunggu diteras depan.


"iya,hati hati dijalan,besok kalo papa libur,papa deh yang main kesana!"mulai memeluk putri kesayangannya,mukanya terlihat sedih karna belum puas bercanda dengan anaknya


"sudah,jangan sedih ayah,hehehe,"kata nafiza. meledek ayahnya


Nafiza dan digtapun melangkahkan kakinya mendekati mobil,mulai masuk dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,


"sayang,kamu libur sampai kapan?"digta melirik istrinya dengan senyuman


"besok minggu depan sudah mulai masuk,kanapa?"menjawab suaminya tanpa melihatnya,hanya memandang pemandangan disekitarnya

__ADS_1


"tidak apa apa,besok bawa makan siang kekantor ya!kta makan siang dikantor,mulai berkata mengagetkan nafiza


"hah,kenapa!tidak mau!menolak dengan ketus,mengeryitkan wajahnya


"hah,apa apaan sih dia,kenapa dia menyuruhku datang kekantor,bawa makan lagi,"berbicara dalam hatinya


"kanapa tidak mau,pokoknya harus mau,"tersenyum menggenggam tangab nafiza


"hah,kenapa sih dia serakarang suka sekali menggenggam tanganku,,"menggelngkan wajahnya berbicara lagy dalam hati.


Mereka mulai berbincang disepanjang perjalanan,tidak lupa sesekali nafiza memainkan gitar yang dibawanya,bernyanyi ini itu sesuka hati,digta mulai tertawa mendengar nyanyian yang dinyanyikan nafiza,mulai menggoda istrinya dengan kata kata menyebalkan


"sudah sayang,bukankah aku sudah pernah bilang,suaramu itu cempreng!"digta mengeryitkan wajahnya melirik nafiza


"ihhh kenapa sih kata katamu itu menyebalkan!tidak ada kata yang lebih enak apa,"nafiza masih memainkan gitarnya,menjawab tanpa melirik digta,mulai memancungkan bibirnya


"hah,dasar menyebalkan!selalu saja dia cari cari kesalahanku!menyebalkan sekali"'menggerutu dalam hati


"tetap saja,suaramu itu jelek!sudah jangan nyanyi lagi,"kata digta hampir mengambil gitar yang dipegang nafiza


Mendengar perkataan digta nafiza justru memainkan gitarnya asal asalan,bernyayi dengan nada keras,sesuka hati dia melantunkan irama tak beraturan,digta hanya menggelengkan kepalanya mendengar nyanyian istrinya,mulai tertawa saat menyadari kekesalan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2