perjodohan yang berakhir kasih

perjodohan yang berakhir kasih
pelukan pertama digta


__ADS_3

hari kini mulai larut malam,nafiza mulai membaringkan badannya,melepas lelah yang sedari tadi dirasa,mencoba memejamkan mata tapi selalu terkaget mengingat kejadian diparkiran tadi.digta yang baru keluar dari kamar mandi ikut berbaring disamping nafiza,membelakangi nafiza menyembunyikan senyum bahagianya


"kau kenapa?kenapa tidak tidur,"kata digta tanpa menatap nafiza,


"eh,emm blum ngantuk.kau tidur saja duluan,"kata nafiza ragu


"tentu saja,mau apa lagy,"kata digta sewot


"digta,,"panggil nafiza pelan


tidak ada jawaban dari digta


"digta,kau sudah tidur,"kata nafiza menendang kaki digta


"digta,"panggil nafiza berulang kali


"apa sih,brisik sekali kau!menyebalkan!"menghadap arah nafiza dan melemparkan bantal disampingny


"hehe,kau sudah tidur,"kata nafiza meringis


"bukannya kamu tadi yang menyuruhku tidur duluan!jangan menggangguku,menybalkan!kta digta belagak kesal


"ah digta,apa tadi ikbal cerita sesuatu padamu,"tanya nafiza memberanikan diri,memastikan ikbal tidak cerita aneh aneh


"tidak,memang cerita apa?"kata digta sok tidak tau


"oh ya sudah,tidak ada apa"kta nafiza tersenyum lega

__ADS_1


"dia hanya bilang kalo ada pria yang buat onar diparkiran,"kta digta melirik nafiza


"apa,dia bilang apa lagy,"kata nafiza tersentak kaget


"heh,ada apa kau mengenal pria itu,kenapa sekaget itu,"nada marahnya mulai terdengar


"tidak tidak,aku tidak kenal kuk,"kta nafiza membalikkan badannya membelakangi digta


"jawab saja dengan jujur,siapa dia!kau mengenalnyakan.kalau tidak mana mungkin wajahmu merah seperti itu,"kata digta menarik tangan nafiza.


"baiklah,iya aku kenal dia temenku,dan dia menyukaiku"kata nafiza melepas genggaman digta


"apa,kau selingkuh dengannya,"menarik tangan nafiza lagy


kini tarikan tangan digta lebih cpat dari tdi membuat nafiza terdorong lebih dekat dengan badan digta.mata mereka saling bersitatap,beberapa waktu mereka diposisi itu.dada nafiza mulai terasa sesak karna hatinya berdebar begitu kencang,lebih sesak karna melihat kekesalan dimata digta.


"lalu,kenapa mukamu merah seperti itu,awas saja kau berani macam macam,"memalingkan wajah nafiza kembali dengan tangannya


hati mereka kini saling berdebar,baru kali ini mereka bertatap muka sedekat ini,merasakan getaran yang berbeda dengan biasanya.benar benar merasa sesuatu telah terjadi dihati mereka masing masing.kini tangan digta mulai melingkar dipinggang nafiza,mendekap dengan perasaan sayangnya.entah kali ini tak ada yang ingin disembunyikan perasaannya.mulai memeluk nafiza dengan malunya membuat nafiza terkaget dengan keadaan ini.keadaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya


"digta apa yang kau lakukan,"mendorong tubuh digta agak keras


"heh,kenapa?kau tidak suka aku memelukmu,"kata digta agak kesal


"tidak,bukan seperti itu,kenapa kau memelukku,"mimik nafiza mulai bergetar


"bukankah kau istriku,apa salahnya kalu ku memelukmu,oh jangan jangan pria tadi benar benar selingkuhanmu ya,iya!"mulai membentak nafiza

__ADS_1


"bukan,aku bilang dia bukan selingkuhanku!kau sendirikan yang bilang kalau aku bukan tipemu,kenapa kau malah memelukku,"mendorong digta lagi


"lalu bagaimana jika sekarang kau adalah tipeku,"menatap mata nafiza tajam


"apa,kau bilang apa....hahahaha,kau bercanda ya,"tertawa mencoba mengalihkan keadaan


"aku menyukaimu nafiz,aku menyukaimu,"memeluk nafiza erat,


nafiza terperanga mendengar apa yang dikatakan digta,hatinya masih belum percaya dengan apa yang dikatakan digta,badannya bergetar tidak bisa bicara apapun,dia masih membisu,membiarkan digta memeluknya.sesekali nafiza mulai melepaskan pelukan digta,tapi semakin nafiza berusaha pelukan digta semakin erat.


malampun semakin larut,digta masih memeluk nafiza dengan perasaan yang berbeda,mulai melepas pelukannya setelah beberapa waktu.menatap nafiza yang memerah mukanya.menyadari apa yang dilakukan.


"maaf,"kata digta lembut.


"tidak apa,"jawab nafiza


"bagaimana kalau kita mulai dari awal,"kata digta menatap nafaiza


"apa,apa aku tidak salah dengar,apa dia benar benar menyukaiku,"berbicara dalam hati.


nafiza terdiam,memalingkan wajahnya,bingun dengan kata yang akan dibicarakan.


"kasih aku waktu digt"kata nafiza bergetar


"sudahlah,pikirkan dulu apa yang akan kau bicarakan,aku tau apa yang kukatakan itu begitu cepat.mantapkan hatimu dlu sebelum menjawab pertanyaanku.aku ingin hubungan kita lebih baik dari sebelumnya,"kata digta mulai memalingkN wajahny


malam itu mereka mulai terlelap dengan suasana hati yang lega.digta lega karna sudah mengatakan isi hatinya,dan nafiza lega karna terlepas dari situasi yang mengagetkan untuknya.

__ADS_1


__ADS_2