
Hari ini adalah hari yang berkesan bagi digta,saat nafiza memeluk digta tanpa memperdulikan fikiran orang.wajahnya tampak bahagia,senyumnya sangat lebar sedari tadi.jam kantorpun berakhir,nafiza memutuskan semobil dengan digta karna kan susah bagi digta dengan luka ditangannya.digta segera senyuruh ikbal mengirim mobilnya kembali kerumah.semua karyawan semakin sinis setelah nafiza mulai menunjukkan perhatian pada digta.nafiza melajukan mobilnya agak kencang,membiarkan digta tertidur sejenak karna mgkin kelelahan.tak lama mobilnya sudah ada digarasi rumah,membangunkan digta dan mengkahkan kaki kedlam rumah
"loh,nafiz digta kalian pulang bareng,"kata mama menyambut mereka
"iya ma,tdi ada kecelakaan dikit,tangan digta terluka"kata nafiza menjelaskan
"apa,kuk bisa gitu,memang apa yang terjadi,"mulai panik saat melihat tangan anaknya yang terluka,segera mendekati digta yang terduduk disofa
"iya ma,tadi tu nafiza hampir kejatuhan tiang,untung saja digta menahannya.kalau tidak pasti nafiza bisa gepeng ma,"kata nafiza mulai bercanda
"ya alloh,tapi kamu gak papakan nafiza,"kata mama menggenggam tangan nafiza
"enggak mau,justru malah digta yang kena paku gara gara nolongin nafiza,"kata nafiza sedih
"hem,apa sudah diobati,"melirik arah arah digta
"tentu saja ma,tadi nafiza sudah mengobati lukaku,"kata digta tersenyum.
"ya sudah kalau begitu kalian istirahat dlu,setelah itu baru makan malam,"kta mama tersenyum
"baik ma,kalau gitu kita istirahat dulu ya
digta dan nafiza mulai melangkahkan kaki menuju tangga,mulai masuk kamar dan membersihkan badan masing masing.merebahkan badan dikasur empuknya menunggu waktu makan malam.
MKan malampun dimulai,mereka mulai berbincang dimeja makan
"digta,kata mama tanganmu terluka,"Kata ayah mulai bertanya,
__ADS_1
"iya yah,tadi kena paku!tapi udah diobatin kuk sama nafiza,"mulai memegang tangan wanita disampingnya
"heh,tidak yah,aku cuma mengompresnya saja lalu aku kasih betadin,"kata nafiza menarik tangannya
"digta kau ini menyebalkan,kenapa kau menggenggam tanganku dihadapan mama sama ayah.akukan malu,"memaki dalam hati,mukanya terlihat merah karna malu
"hemz,nafiza kenapa malu malu begitu,kata mama meledek
"iya benar kata mama,menapa kau malu,akukan suamimu,"menggenggam tanggan nafiza lagy.
"ayah senang,semakin hari sepertinya hubungan kalian semakin dekat ya,"ayah tersenyum,melirik genggaman tangan digta
Digta dan nafiza sudah lebih dulu menghabiskan makannya,melangkahkan kaki kembali ke kamarnya.mereka berbincang bincang dengan akrapnya,mulai mampu menguasai suasana hati masing masing masing.digta mulai membalikkan badannya kearah nafiza,mulai menatap nafiza yang sedang asyik bercerita.terkaget saat tiba tiba bibir digta mencium bibir nafiza,nafiza hanya bisa terdiam,tak tau apa yang akan dikatakan.mulai salah tingkah dan mencoba menjauhkan diri dari digta
"heh,kau mau kemana,"kata digta menarik tangan nafiza
"heh,apa yang kau lakukan,jangan macam macam kau,"mulai memukul muka digta
"ah,kau belum sikat gigi ya,kenapa nafasmu bau sekali,"meledek digta memencet hidungnya sendiri.
"sialan kau,aku sudah sikat gigi tau,mana mungkin bau,"kata digta mulai mencium cium nafasnya sendiri
"apa yang kau lakukan,hahah....lucu sekali,"tertawa melihat kelakuan khonyol suaminya
"hah,dasar! kau mengerjaiku ya,awas kau."mulai menggelitik perut nafiza,
"ahhh,digta sudah sudah jangan seperti itu,perutku sakit tau,"kata nafiza menahan tangan digta
__ADS_1
"hem,aku senang sekali hari ini,"mulai tersenyum menatap nafiza
"kenapa,"tanya nafiza heran
"karna kau memelukku tadi,baru sekali inikan kau memelukku,"kata digta menggenggam tangan nafiza
"heh,jangan gr ya,aku hanya mau berterima kasih kuk,jangan berfikir aneh aneh,"memukul kening digta keras
"heh,kurang ajar kau,dasar cewek jadi jadian,"kata digta membalas pukulan dikening nafiza
"siapa yang cewek jadi jadian,enak saja!aku ini cewek tulen tau,"kata nafiza mendang kaki digta
"haha benarkah,coba sini aku lihat,"mulai menarik baju nafiza
"heh,apa yang kau lakukan jambu air,jangan kurang ajar ya,"manarik bajunya kembali
"hahaha,memang apa yang akan aku lakukan.dasar otak mesum,"kata digta memeras muka nafiza
"hah,tanganmu bau,sana cuci tangan dulu,"kata nafiza meledek
"dasar kau cewek jadi jadian,"kata digta tertawa lepas
"dasar kau jambu air,"tawa nafiza membalas ejekan digta.
Mereka saling tertawa satu sama lain,memanggil dengan sebutan kesayangan mereka masing masing.digta mulai memeluk nafiza,tidak mau melepasnya walaupun nafiza terlihat menolak
"terima kasih nafiza,terima kasih sudah memelukku tadi,"menyentuh rambut halus nafiza
__ADS_1
"apapun alasanmu,aku tetap senang,"kata nafiza mencium kening nafiza
Nafiza terdiam,kaget dengan hal romantis yang dilakukan suaminya,mengingat kata kata yang terucap dari bibir suaminya barusan.mulai tersenyum tipis,membiarkan digta memeluknya hingga akhirnya mereka tertidur tanpa melepas pelukan digta.