perjodohan yang berakhir kasih

perjodohan yang berakhir kasih
rumah pohon dibelakang rumah


__ADS_3

malam telah berganti pagy,nafiza mulai bangun setelah mendengar suara ayam berkokok.sahutan burung burung mulai memecah keheningan.mulai berlari kearah jendela,membuka tirai jendela kamarnya.memandangan bukit hijau beserta sungai yang menjulang dengan indahnya terlihat jelas dari kamar nafiza lantai atas,sangat jauh dibandingkan dengan rumah digta dikota yang hanya terlihat barisan barisan pabrik dan perumahan.


"ah,sudah lama sekali aku tidak merasa senyaman ini,"tersenyum bahagia mulai membuka pintu teras.


"nafiza,kau mau kemana?"kata digta mulai menyusul istrinya


"wah keren sekali,kenapa kau tidak bilang kalau disini keren seperti ini,"digta mulai mengagumi pemandangan dibalik rumah nafiza


Digta mulai melongo,berlari mengambil hpnya.merekam pemandangan yang terlihat dari teras kamar nafiza,digta memang tidak pernah menginap dirumah nafiza,karna setelah menikah mereka langsung tinggal dirmahnya,tidak punya bnyak waktu untuk libur panjang dirmah mertuanya.sibuk dengan kerjaan dikaantornya.dia tersenyum,mulai jail merekam istrinya yang berdiri memegang tralis,masih dengan baju tidurnya,rambut yang masih berantakan terikat kebelakang tak memakai alas kaki apapun.menyimpan kegaleri dan membukanya lagy


"wah wah istriku jelek sekali ya,rambutmu brantakan sekali,"tertawa melihat rekaman video barusan


"heh,apa yang kau rekam barusan,mulai sadar saat sepintas melihat hasil rekaman digta


"memang apa yang kurekam,aku hanya merekam ini,"menunjukkan gambar nafiza dengan rambutnya yang masih berantakan


"hah menyebalkan,ayo hapus sekarang,itu jelek banget tau,"berusaha meraih hp dari tangan digta


"tidak mau,enak saja,"menyembunyikan hp disakunya


Digta mulai membalikkan badannya,jalan kearah kasur dengan senyum lebarnya.nafiza menyusul digta,mulai menendang kaki digta.melotot dan merengek


"digta hapus rekamanmu sekarang!"nafisa memukul bahu digta


"tidak mau,hapus saja sendiri kalau bisa,mengambil handuk hampir masuk kekamar mandi.


"diggta,jangan mulai menyebalkan dung.dasar jambu air!"cemberut memaki digta


"digta,mana hpmu!mendekat arah digta


Digta menghentikan langkahnya,membalikkan badannya dan menarik tangan nafiza hingga terdorong dipelukan digta,memandang wajah nafiza dengan lembut dan mulai mencium bibir nafiza,nafiza tergelak kaget,jantungnya berdetak sangat kencang.jadi salah tingkah saat digta melepas ciumannya.merebut handuk yang dipegang digta dan berlari memasuki kamar mandi.menutup mukanya yang memerah dengan handuk


"brak" pintu kamar mandi tertutup keras,digta tersenyum,menyadari muka merah istrinya.mulai senang mencium nafiza tanpa rasa canggung.mulai terdengar suara gemercik air dari kamar mandi,nafiza memandang kaca melihat mukanya yang masih merah


"ah digta,kenapa kau tiba tiba menciumku,"memaki digta dalam hati


"ahhhh,kenapa jantungku berdebar sekencang ini,"memegang dada nya dengan nafas tak beraturan


"digta,apa sekarang aku juga mulai mencintaimu,"memikir mikir lama


Sudah beberapa waktu nafiza berada dikamar mandi tapi belum segayungpun air yang diguyurkan kebadannya.digta mulai cemberut menunggu istrinya


"sayang,apa yang sedang kau lakukan?!memanggil nama sayang,membiasakan diri


"apa sayang,dia memanggilku sayang!"mengeryitkan wajahnya mendengar panggilan suaminya,tapi malh membuat jantung nafiza semakin berdebar

__ADS_1


"iya iya sebentar,"kta nafiza mulai memakai handuk,membuka pintu dan melangkahkan kakinya didepan lemari


Digta mendekati istrinya,memeluk dari belakang.sekali lagi melakukan hal romantis bagi nafiza


"digta,kau ini kenpa!sna mandi dulu,bau tau,"melepas pelukan suaminya sebelum suaminya menyadari debaran kencang jantung nafiza


"iya iya,aku mandi dulu ya sayang,"mencium kening nafiza


Nafiza terdiam,masih melihat langkah suaminya.merasakan debaran jantungnya yang makin kuat


"ah digta,apa kau benar benar mau memanggilku sayang,kenapa jantungku berdebar seperti ini,"menyentuh dadanya,berkata dalam hati


Nafiza memukul tangannya sendri,mencoba keluar dari lamunan panjangnya.kini dia melangkah keluar dari kamar,menuruni tangga dan mulai menghampiri orang tuanya.beberapa masakan sudah ada dimeja,mama dan papa masih berbincang didapur.


"mama kenapa pagi sekali masaknya,nafiza jadi ga bantu deh,"kata nafiza memeluk mamanya


"hemz sudahlah,kalian pasti lelah setelah diperjalanankan.lagy pula bibi jga sudah membantu mama kuk,"tersenyum melirik bibi disampingnya


"ma rambutannya udah pada mateng ya?melirik kebelakang rumah.


"sepertinya sudah siap dipetik nafiz,sarapan dulu baru manjat"kata mama tersenyum,mengerti apa yang mau dilakukan anaknya


"ah mama,kan aku sudah biasa makan rambutan sebelum makan,"nafiza mulai berlari mendekati pohon


"nafiz,kau ini ngeyel sekali!nanti perutmu sakit,"menggelengkan kepalanya melihat nafiza


Digta mulai selesai dengan mandinya,mengganti bajunya dan mulai turun mencari istrinya.menengok sekelilingnya tapi tak melihat istrinya dibeberapa sudut,hanya melihat mertuanya yang asyik ngobrol didepan teras.mulai mendekati mertuanya,bertanya tentang keberadaan istrinya


"pagy ma,"sapa digta tersenyum


"pagi digta,kamu sudah mandi ya,"papa mulai akrab


"iya pa,pa nafiza kemana ya?kuk gak keliatan,"mulai tersenyum malu


"wah wah,baru ditinggal bentar,udah nyari aja.hehehe"kata papa meledek


Digta hanya tersenyum mendengar ledekan papanya,


"papa jangan begitu,!"mencubit papa yang mulai tertawa


"nafiza ada dibelakang digta,sedang memetik rambutan,"mama mulai memandang digta


"apa,rambutan ma!apa dia udah sarapan,kalau dia sakit perut gmana?"khawatir mendengar mama menyebut nama rambutan


"haha,nafiza itu bandel sekali digta,coba sana kamu susul,kta mama melirik arah belakang.

__ADS_1


"iya ma,"melangkah kaki menuju kebelakang


Digta sudah ada dibelakang,memanggil nafiza beberapa kali tapi tidak ada jawaban,mulai mendekati pohon rambutan,melihat sandal nafiza yang sudah ada dibawah pohon,mulai melirik keatas,memandang sebuah rumah kayu yang dibangun diatas pohon.


"sayang,kamu diatas," beberapa kali melempar arah atas dengan batu tidak sengaja mengenai kepala nafiza


"digta,apa yang kau lakukan,sakit tau,mulai melongokkan kepalanya melihat ke bawah


"sedang apa kau disana?ayo turun!bagaimana kalau kau jatuh,"khawatir,lupa bahwa istrinya seorang wanita tomboy


"tidak mau,kau saja yang kesini,"melambaikan tangan mengajak digta naik,"


"tidak mau,ayo cepat turun,"mulai cemberut karna kesal


"ah dasar cowok cemen,manjat saja tidak berani,"tertawa meledek suaminya,mengingat kalau suaminya tidak bisa manjat


"apa kau bilang,aku tidak cemen tau,"melempar batu lagi,


"ah payah,pasti tidak berani.hahaha"meledek digta lagy


"kenapa aku harus manjat,"kata digta sewot


"karna aku akan memberimu hadiah,hahaha...."menjulurkan lidahnya


"oke baiklah,"kau harus menciumku kalau aku sampai diatas sana!"menantang istrinya


"oke,aku akan menciummu kalau kau sampek atas,"tertawa yakin kalau suaminya tidak akan berani memanjat.melanjutkan makan rambutan,merasa kaget saat melihat suaminya yang sudah didepan pintu rumah kayunya


"digta,"memuntahkan rambutan yang ada dimulutnya


"hai sayang,mana hadiahku,"mendekati nafiza tersenyum lebar menunggu ciuman nafiza


"bagaimana kau bisa naik kesini!kau pekek tangga ya,"berlari melihat bawah,sama sekali tidak ada tangga.mulai menyesal karna sudah bilang tentang ciuman


"ah digta,akukan tadi cuma bercanda,"tertawa memalingkan wajahnya


"hah,tidak konsekwen !bukankan tadi kau bilang akan menciumku kalau aku sampai aatas,"digta mulai kesal


"dasar menyebalkan kau,kakiku bahkan hampir terkilir karna terpleset,untung saja tanganku bisa mena....."


Tak sempat digta meneruskan kata katanya,tiba tiba nafiza sudah mengangkat wajah digta,mencium bibirnya dengan cepat dan melepaskannya lagy,membalikkan badannya dengan muka yang merah.digta tersenyum,menyentuh bibirnya yang baru saja dicium nafiza.


"ah,dia benar benar menciumku?"tersenyum memandang nafiz dibalik badannya


"haha,ciuman pertama nafiz,"senyum bahagia terlihat.

__ADS_1


Mulai mendekati nafiza,memeluknya dari belakang hingga nafiza kaget.mencoba melepaskan pelukannya tapi digta tak mau melepasnya.


"nafiza,aku mencintaimu,"mulai membalikkan wajah nafiza,menciumnya bibirnya dengan lembut


__ADS_2