
Kini nafiza dan digta sudah ada diteras,menyusul orang tuanya yang sedang asyik mengobrol,mulai mengatakan sesuatu yang membuat nafiza malu
"heh,kalian sudah turun,"papa mulai menyapa saat melihat digta dan nafiz mendekat
"iya pa,tadi makan dulu diatas,"digta tersenyum masih menggandeng nafiza,
"oh begitu,nafiz,kamu belum hamil ya!sudah berapa bulan kalian menikah!papa sudah pengen nimang cucu ni,"tersenyum melirik perut nafiz
"papa apaan sih,"wajahnya merah mulai memalingkan wajah
"hemz,bukankan kalian sudah lumayan lama menikah,memang kalian belum mau punya anak,"mama mendekat ikut tersenyum melirik nafiza
"tentu saja kami juga mau punya anak ma,sebentar lagi,insya alloh,"mencium tangan nafiza tanpa malu didepan mertuanya
"eh,apa sih digta,memang kamu udah siap punya anak,tingkahmu aja masih kaya anak kecil,bagaimana nanti kalau punya anak,bisa bisa aku pinsan gara gara anak bapak manja semua,"berkata panjang lebar membuat mama dan ayah tersenyum
"tentu saja aku sudah siap,ayo kita kekamar,membuatkan cucu untuk mama dan papa!mulai tertawa melirik papanya yNg tersenyum
"heh,sembarangan!apa yang kau katakan,tidak sopan,"mukanya merah lagy mendengar kata kata digta.
Papa dan mama tersenyum mendengar perdebata lucu anaknya dan suaminya,mulai menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah laku digta.mereka tertawa lepas,masih berbincang bincang tentang anak dan cucu
Tak terasa hari sudah mulai malam,nafiza mulai merengek lagy,ingin berjalan jalan mengelilingi alun alun kota, mulai mengeluarkan motor milik papa,berhenti dipinggir jalan
"digta berhenti,ayo kita makan disana,"menunjuk sebuah angkringan pinggir jalan
"hah,disana!tidak mau!memang tidak ada tempat lain!digta mulai menolak
"ah digta,asyik tau makan disana,sambil liat lampu alun alun,"nafiza mulai turun dari motor
__ADS_1
"sayang memang tidak ada restoran dekat sini,ayo kita cari restoran aja,menyusul langkah kaki nafiza dengan motor
"hah,restoran lagi restoran lagy,sudahlah ayo makan disana aja!lagi pula kamu juga belum pernahkan makan ditempat kaya gini,"tetap melangkah,tak menghiraukan rengekan digta
"sayang,ayo kita makan ditempat lain saja,ah akukan belum biasa makan ditempat seperti itu,"mulai kesal menarik tangan nafiza
"bodo amat,pokoknya aku mau makan disitu,kalau kau tidak mau,aku tidak akan mau bicara padamu
"heh kenapa begitu,jangan begitu dung,"kta digta agak kesal
"makanya,ayo makan disana sayang,"mulai merayu agar digta mau menurut
"sayang ayo,kita makan disna ya,"tersenyum menatap digta,masih menunjuk angkringan yang sama
"hemz baiklah,demi kamu,"tersenyum,mendekati nafiza,mulai mencari parkiran
"nah gitu dung,"tersenyum kegirangan
"kenapa harus ada syaratnya sih!,"kesal menatap digta
"mau apa tidak,!melirik nafiza tersenyum
"baiklah,memang apa syaratnya,"menatap digta
"kau harus memanggilku sayang,"kata digta mulai mencium bibir nafiza
"digta,kenapa kau menciumku,menyebalkan,"nafiza menggerutu memaki digta
"aku bilang panggil aku sayang,"mencium bibir nafiza lagy
__ADS_1
"baik baik,sayang.puas!"kesal menatap digta
Digta tersenyum melihat istrinya,mulai melangakahkan kaki menggandeng nafiza,duduk disebuah kursi panjang diangkringan.menatap ragua pada nasi yang sudah terbungkus,nafiza mulai memesan es jeruk dan mengambil nasi kucing didepannya
"sayang ini apa,"kata digta melirik lirik bungkusan didepannya
"ini nasi kucing sayang,makan saja enak kuk,"kata nafiza mengambil nasi bungkusan lagi untuk digta
"apa!nasi kucing.sayang kenapa kau makan kucing,itukan tidak boleh"mulai melotot tak tau apa artinya nasi kucing
,"bukan itu maksudnya sayang,kita tidak makan lauk kucing,itu hanya sebutan saja,"nafiza mulai malu dengan ketidak tauan digta
"kau bilang nasi kucing,kata digta mulai membuka nasi kucingnya
"hem,gak sayang,"nasi inikan mini,gak terlalu banyak,jadi sebut nasi kucing karna porsinya yang sedikit.bahkan lauknya juga dikit seperti makan kucing"menjelaskan pada digta
"hem,enak juga ya!"memakan lahap,mulai menghabiskan 1bungkus nasi
"sayang kau doyan apa lapar,cepat sekali makanya"kata nafiza tersenyum
"dua duanya,hehe,"mengambil 1 bungkus nasi lagy.
nafiza hanya menggeleng melihat digta,tersenyum dan kembali menghabiskan nasinya.sudah cukup lama mereka disana,mengabiskan beberapa nasi didepannya sampai merasa kenyang.mulai melihat jam tangganya dan bergegas membayar,kaget saat tau harga makanan tadi
"sayang kenapa harganya murah sekali,apa bapak itu tidak salah itung,"digta mulai heran kembali menghitung jumlah uang yang dibayar
"tidak syang,itu bener kuk,kan 1 bungkus cuma 2ribu
"apa 2 rbu,murah sekali,apa tidak rugi?"kata digta tidak percaya
__ADS_1
Nafiza hanya tersenyum melihat suaminya yang masih bgg.mulai menghitung hitung modal dan untung,ya begitulah otak pembisnis,merekapun mulai melajukan motornya,berpegangan dengan erat memeluk digta,bercanda canda tanpa rasa canggung,digta mulai memegang tangan nafiza yang memeluknya,mengarungi jalan dengan rasa yang berbeda,lampu lampu kotapun menjadi saksi kebahagian mereka