perjodohan yang berakhir kasih

perjodohan yang berakhir kasih
rasa penasaran ikbal


__ADS_3

Hari masih terlihat cerah,nabila masih terdiam diujung jalan,menunggu pesanan mobil onlinenya direspon,sudah beberapa menit dia menunggu tapi tak ada respon,mungkin karna waktu itu masih jam sibuk,jadi bnyak yang pesan mobil online,akhirnya nabil memutuskan untuk berjalan.saat dia sedang asyik berjalan tiba tiba hp ditasnya bergetar,dia segera mengambil hp ditasny dan mulai membaca pesan yang diterima,mukanya tiba tiba terlihat memerah setelah membaca pesan yang dibaca


"apa kamu sudah sampai,terima kasih ya sudah menemani makan malam! pesan singkat yang dibaca nabil


"belum mas,saya belum sampai,lgi jalan !,"tangan nabil mulai berhenti mengetik,bingung dengan kata kata yang akan ditulis


"lho memang kamu tidak pesan mobil online,kenapa malah jalan?apa mau diantar?pesannya kali ini ditulis agak lama,haha mungkin saja ikbal juga bingung mau jawab apa


"tidak pak terima kasih,saya mau naik busway saja,"jawab nabil dengan senyuman


"owh begitu ya,kalau begitu kapan kapan kita ketemu lagi ya,tapi itu jga kalau kamu mau."jawab ikbal tanpa basa basi.


Nabila hanya membaca pesan dari pak ikbal tanpa membalasnya,segera memasukkan hpnya lagi dalam tasnya.mulai melangkahkan kakinya lagi menuju halte busway.sedangkan ikbal yang masih dikantor sibuk dengan pekerjaannya.sesekali melihat hpnya berharap nabil membalas pesan singkatnya tadi tapi tetap tidah ada balasan.


Rasa penasarannya mulai mencuat,mencoba mengetikkan sesuatu tpi dihapus kembali


"hah,kenapa nabil tidak membalas pesanku ya,"mulai bergumam dalam hati


"apa sekarang dia sudah sampai rumah,tapi kenapa pesannku cuma baca,"mengetuk ngetuk hpnya dijidadnya


"eh kenapa aku ini,kenapa aku kepikiran dia terus ya,dia cantik sih,tpi...."senyuman mulai terlihat dari bibir ikbal,mulai merasa senang mengingat wajah nabil yang tersenyum

__ADS_1


dia mulai membaringkan badannya disofa ruang kerjanya,sesekali melihat jam tangannya,mulai mengambil hpnya,penasaran ingin segera tau apa nabil sudah sampai rumahny,mulai mengetik beberapa kata yang sudah terangkai,tpi tidak dikirim,entah antara ragu atau malu


"haduch,kenapa q jadi kaya orang cemen gini sih,padahal gak cuma sekali dua kali aku deket sama cewek,tapi kenapa sekarang beda ya,"bingung sendiri dengan apa yang dirasakan


"kenapa aku penasaran sama nabil ya,padahalkan dia cewek tempra mental" mengingat beberapa kejadian yang dilakukan pada nafiza,mulai heran kenapa dia mengagumi nabil


Beberapa waktu dia berbaring tiba tiba ketukan pintu mengagetkan ikbal,dengan cepat dia berdiri menyuruh orang didepan pintu untuk masuk


"selamat sore pak,maaf pak ada beberapa dokumen yang harus anda tanda tangani


"oh ya,silahkan duduk,saya mau baca dulu,"kata ikbal mulai mengecek dokumen dokumen yang akan ditandatangani,masalah cewek itu belakangan yang jelas ikbal harus selalu mengecek apa yang ditanda tangani,karna kalo sekali berbuat kesalahan akan menjadi fatal


Ikbal dengan teliti mengecek dokumennya,membaca satu persatu lembaran yang dibukanya,mulai menandatangani setelah yakin bahwa dokumen yang ditanda tangani benar benar sesuai.langkah kaki sekretarisnya mulai menjauh,namun panggilan ikbal mulai menghentikan langkah kakinya dan berbalik badan melihat ikbal


"iya pak ada apa,"apa ada yang bisa saya bantu,"mulai tersenyum menjawab panggilan atasannya


"tidak,hanya,,,,terdiam sejenak,apa kamu mengenal nabil,anak magang dari universitas xx yang kemarin magang ditempat kita?"mulai melontarkan pertanyaan yang membuat sekretasisnya melotot


"maksud bapak nabila ardian utami,"menjawab ragu dengan rasa penasaran


"heh,kenapa pak ikbal bertanya tentang nabil,ada masalah apa ya,"nita termenung mulai bertanya dalam hati

__ADS_1


"entahlah,yang jelas dia satu kampus dengan istri digta,apa kamu mengenalnya?"mulai serius mendengarkan,ingin tau


"oh iya pak,itu nabila!ada apa pak,apa dia membuat kesalahan,"mulai takut mengingat kejadian kejadian kemarin saat dia menghina istri pak digta,mulai gemetar karna menyadari beberapa kalimat yang dikatanya pada nafiza


"tidak,apa dia orang yang baik,"mulai mengagetkan nita lagi dengan pertanyaannya


Nita hanya tersenyum,mukanya mulai memerah,merasa khawatir memikirkan kejadian dikantin waktu itu


"aduh sebenarnya pak ikbal kenapa ya,apa jangan jangan dia tau masalah waktu dikantin itu ya,"berkata dalam hati,dengan muka yang pias memikirkan yang bukan bukan


"nita,kenapa malah diam,apa dia anak yang baik,"kata ikbal mulai bertanya tegas


"ma,maaf pak!dia anak yang baik, dia juga anak yang pintar,cepat mengerti dengan apa yang diajarkan,hanya ....."mulai ragu saat ingin menjawab


"hanya apa,"kta ikbal mulai penasaran


"hanya saja dia belum bisa mengatur emosinya pak,mulai menunduk didepan ikbal


"baiklah kalau begitu,terima kasih,kau boleh pergi sekarang,"ikbal mulai tersenyum memperbolehkan nita pergi membuat nita bernafas lega.ikbal mulai termenung lagi,memahami apa yang dimaksud sekretarisnya


"hem,dia itu memang wanita bodoh sih,cinta butanya membuat dia berbuat seperti itu,"mengingat kecemburuan nabil terhadap nafiza

__ADS_1


"tapi cowoknya aja yang *****,wanita sebaik itu dilepaskan hanya karna nafiz yang jelas sudah mempunyai suami,"mulai memaki david dalam pikirannya mentoleransi kecemburuan nabil


__ADS_2