
Pagi pagi buta digta sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,fikirannya hanya dipenuhi dengan nafiza
Dimana nafiza?,sedang apa nafizq?,apa nafiza masih marah?,pokonya satu persatu pertanyaan tentang nafiza
Hingga kini dia sudah berada dihalaman rumah nafiza,terlihat papa dan mama nafiza yang sedang duduk diteras,mulai merasa heran saat menantunya datang seorang diri
"lho digta?kok disini?kamu gak kerja?nafiza mana kuk gak diajak?"mama mulai mendekat
"deg,"
"apa!jadi nafiza gak disini ma?mama bercandakan,"mulai berlari masuk mencari nafiza tapi tidak ditemukan
"sayang!sayang kamu dimana?"memasuki satu persatu ruangan dirumah mertuanya
"digta ada apa ini?nafiza kemana?"mulai panik saat melihat gelagat menantunya
"sayang,kamu dimana?kamu sembunyi disinikan,"mulai frustasi saat tidak menemukan istrinya
"digta,sebenarnya ada apa ini,"mulai kesal saat digta diam tak langsung menjawab
"nafiza pergi ma!digta gak tau kemana!digta udah ngubungin nafiza,tapi nomernya gak aktif!"terduduk mulai meneteskan air mata
__ADS_1
"apa!pergi,kamu apakan nafiza!"mulai kesal ingin memukul digta
"papa!tenang dulu!bicarain baik baik!jangan emosi dulu!"mama melangkah mulai melerai
"digta,jelasin sama mama! kenapa nafiza sampek pergi kaya gini!ada masalah apa sebenernya?"
"nafiz salah paham ma!vina njebak digta!sumpah ma!digta cinta banget sama nafiza!digta gak mau pisah sama nafiza,"menangiz mengatakan sesuatu yang tak jelas
"vina siapa?maksud kamu gamana sih digta,"mulai ikut frustasi saat melihat digta kebingungan
"digta!jangan diem aja?jelasin sama papa!"kesal saat digta masih diam
"vina itu mantan digta pa,dia sengaja njebak digta biar pisah sama nafiza!nafiza salah paham pa!digta dijebak"mengatakan beberapa kali mulai memukul wajahnya sendiri
"gini pa ceritany....."
Dengan terbata bata digta mulai menjelaskan kejadian tadi malam,satu persatu kalimat dia katakan pada mertuanya membuat mertuanya kesal.
"kenapa bisa kaya gini sih digta!,"papa menggelengkah kepalanya mulai heran
"digta juga gak tau pa!sumpah pa!digta ga ada apa apa sama vina!"mulai menjelaskan
__ADS_1
"terus sekarang nafiza kemana dong"mama mulai menangiz merasa khawatir
"kamu udah coba tanya sama temen temen kampusnya belum dig?"tanya ayah mulai memberi saran
"belum pa!tadi digta langsung kesini.digta pikir nafiza kesini pa!"
"ya udah kamu coba cari tau sama temen temennya,mungkin ja mereka tau!"saran ayah mulai tenang
"ya udah pa,digta pergi dulu,digta nyari nafiza dulu.doain ya pa biar nafiza cepet ketemu,"mencium tangan mertuanya mulai berlari mendekati mobilnya
Dengan perasaan gelisah digta mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,tak perduli dengan keselamatannya,
"sayang kamu dimana yang?"mulai panik memikirkan nafiza
"kenapa belum juga aktif sih!aktifin dung yang!,"terus menghubungi nomor nafiza yang belum aktif,
Digta teringat dengan kata mertuanya,mulai menghungi ikbal meminta nomor nabila berharap nafiza sedang aman bersama nabila,mulai menghubungi nabila tapi tak kunjung diangkat juga.
Kini perasaan digta benar benar kalut,berharap dapat segera bertemu nafiza,menjelaskan kesalah pahaman nafiza.berharap dapat memeluk nafiza seperti biasanya
"sayang aku kangen,plis jangan nyiksa aku kaya gini,kamu dimana yang,"menghentikan mobilnya ditepi jalan mulai tidak fokus,mengeluarkan hpnya melihat beberapa foto nafiza yang terpajang
__ADS_1
###Teng teng terima kasih ya untuk semua yang udah baca novel pertamaku ini!terus kasih komentar atau saran ya biar aku tetep semangat,jangan lupa dung kasih vote.walaupun novelku masih amatiran tapi aku tetep berusaha nyari nyari inspirasi.....tetap semangat ....