
pagi ini terasa sangat sejuk.kicauan burung berserta pemandangan terlihat indah dari teras kamar atas.nafiza asyik berdiri melihat sekitarnya,seusai mandi digta menyusul,melangkahkan kaki berdiri disamping istrinya,mulai melingkarkan tangan dipinggang nafiza.nafiza hanya terdiam masih fokus dengan pemandangan disekitar mereka tanpa menolak apa yang dilakukan digta,sepertinya sudah terbiasa dengan perlakuan romantis suaminya
"sayang,itu air terjun ya,"kata digta menunjuk arah sungai yang terlihat
"bukan itu sungai biasa!bahkan dlu aku sering kesitu!"kata nafiza mengenang masa kecilnya
"apa,ngapain kmu kesana?sama siapa?"masih melihat pemandangan
"sam temen temen,kita mandi disitu!tapi sudah lama sekali!semenjak SMA kita udah jarang main soalnya udah bnyak kegiatan
"hah mandi!kau mandi disana!temen cow apa cew!mandinya pakek bajukan!"bertanya panjang lebat melototi nafiza
"cow cewlah!namanya jga waktu itu masih masa remaja,jadi ya kemana mana bareng!"mulai tersenyum lucu dengan tingkah digta
"hah apa,cow cew!jadi sudah ada cow yang liat tubuhmu ya!menyebalkan sekali.apa yang ada diotakmu,sampai membiarkan orang melihat tubuhmu,"jengkel melepas pelukannya
"apa sih,sembarangan!kitakan pakek baju!mana mungkin mereka melihat tubuhku!kau ini,"mulai mengeryitkan wajahnya
"tetep saja menyebalkan!mereka tidak sampai menyentuhmukan,"melirik nafiza masih dengan muka jengkelnya
"tentu saja tidak!bisa kuhajar mereka kalau berani menyentuhku,"mengepalkan tangannya didepan muka digta
"jadi baru akukan yang menyentuh tubuhmu,"tersenyum memeluk nafiza kembali dari belakang
"digta,apaan sih!!!udah ah,aku mau nglipet selimut dulu!:"melepas pelukan digta mulai berjalan kekasur untuk melipat selimut,berharap bisa menghindar dari obrolan barusan yang sudah memerahkan wajahnya
Namun justru dia terjebak pada situasi yang yang semakin membuatnya berdebar
"sayang!"mendekati nafiza mulai memeluk nafiza dari belakang
"ihh digta,apa yang kamu lakukan,"mulai tegang dengan debaran jantungnya sendiri
"hemz,kenapa sih kamu cuek banget sama aku,akukan suamimu,"mulai protes karna nafiza berusaha melepas pelukannya
__ADS_1
"bukan seperti itu digta,tapi,,,,,
belum sempat nafiza selesai berkata tangan digta sudah meraih dagu nafiza,mulai mendekatkan wajahnya dan mencium bibir nafiza,nafiza hanya terdiam,mulai terperanjak setelah beberapa waktu.digta mulai melepas ciumannya,masih menahan dagu nafiza untuk tetap didepannya,menatap nafiza dengan pandangan lembut,pandangan yang selama ini jarang dilihat nafiza,karna selama 7 bulan menikah,hanya penuh dengan perdebatan dan kekonyolan.
"sayang,apa kau mencintaiku,"masih menatap nafiza,sesekali membelai rambut istrinya yang terburai
"apa,kenapa kau tiba tiba bertanya masalah itu,"mulai salah tingkah mencoba memalingkan wajahnya ke arah lain,tapi ternyata gagal karna tangan digta menahan
"sayang lihat aku,sudah lama kita menikah.aku hanya ingin memastikan kalau kau mencintaiku,"mulai serius dengan pembahasan mereka
"bukankah kamu yang bilang bahwa aku bukan tipemu,apa kau yakin dengan perasaanmu!"mulai terpancing dengan akar pembahasan
"aku yakin,bukankah kita sudah pernah membahasnya waktu itu,"meyakinkan nafiza yang mulai gelisah
"tapi,"bingung mau bilang apa lagi
"tapi apa?apa kau masih tidak yakin dengan perasaanku,"mata digta mulai merah menandakan rasa kecewa yang dirasakan
"sayang,aku mencintaimu,apa kau mau menjadi istri yang sesungguhnya untukku?apa kau mau menemani hari hariku dengan rasa cinta,"mulai berlutut dihadapan nafiza mencium tangannya dengan lembut
"bukankah aku memang sudah jadi istrimu,jadi selama ini kau tak menganggapku sebagai istri,"mulai jengkel melepas tangan digta
"bukan begitu sayang,aku tahu kau memang istriku,tapi aku juga tau bagaimana awal pernikahan kita,bahkan itu tanpa rasa cinta,hanya perbedatan yang selalu ada,tapi setelah aku menjalani denganmu,hatiku merasa berbeda,hari hariku sepi tanpa melihatmu!apa kau tau,bahkan sekarang aku selalu menatap jam dikantorku berharap waktu kerja segera selesai dan aku bisa segara bertemu denganmu.aku hanya ingin kamu tau,kalau sekarang aku benar benar mencintaimu,aku ingin kamu tau bahwa rumah tangga yang aku jalani sekarang karna atas dasar cinta,bukan karna paksaan ataupun semacamnya,"meraih tangan nafiza kembali,mulai menjelaskan panjang kali lebar
nafiza hanya terdiam,matanya melotot,jantungnya berdebar bahkan mulutnya menganga hampir meneteskan air liur tapi segera sadar,menatap tajam suaminya.tak menduga dengan apa yang didengar dari bibir suaminya.
"digta,apa benar sampai segitunya,"mulai tersenyum mengacak rambut suaminy,mencairkan rasa tegang yang dirasakan sendiri
"sayang,aku seriuz!"menarik tangan nafiza lagi
"apa kamu mau jadi istriku yang....
Nafiza meletakkan jarinya dibibir digta,menghentikan perkataan suaminya yang belum selesai,mulai menarik badan digta agar duduk disampingnya
__ADS_1
"iya aku mau menjadi istrimu yang sesungguhny,menemani hari harimu dengan rasa cinta,tapi kau jangan menyebalkan lagi ya!"tertawa memitas hidung digta
"apa kau seriuz sayang,"menatap istrinya dengan mata yang berbinang bahagia
"iya,aku seriuz sayang,"mulai Memanggil sayang tanpa diminta
"aku mencintaimu sayang!"memeluk nafiza dengan wajah ceria,nafizapun mulai tersenyum membalas pelukan digta
Digta melepas pelukannya,mulai berjalan keluar dari kamar dan menyuruh nafiza menunggu
"sayang,tunggu disini sebentar!jangan kemana mana ya,"melangkah mendekat pintu
"mau kemana?"tanya heran nafiza
"nanti juga kamu tau,pokokknya tunggu disini,"menutup pintu kamar yang terbuka.
Nafiza terdiam,mengira ngira apa yang mau dilakukan suaminya.digta melangkah mendekati taman depan rumah,mulai memetik beberapa bunga yang terlihat indah dengan muka riang lalu kembali kekamar,mama mertuanya mengikuti digta tanpa suara,penasaran dengan sikap aneh menantunya.
"jegrek,"pintu kamar mulai terbuka
"sayang,maaf lama,menyembunyikan bunga dibalik punggungnya
"heh apa yang kau sembunyikan dibalik punggungmu,"mulai melirik lirik apa yang dibawa suaminya.melototi suaminya dengan muka cemberut,membiarkan digta yang kembali berlutut didepannya
"sayang,ini buat kamu,"menyodorkan ikatan bunga yang dirangkai sendiri
"sayang,kamu dpet dari mana,"menerima bunga dari suaminya dengan muka ceria
"metik ditaman,jelek ya sayang!maaf ya!
"bagus kuk sayang,makasih ya!memeluk suaminya dengan senyum lebar
Nafiza masih memeluk suaminya dengan erat merasa senang dengan kejadian romantis yang dilakukan suaminya padanya.baru pertama kali ini nafiza menerima hal romantis dari suaminya setelah menjalani beberapa bulan penikahan,bersujud didepannya dengan bunga ditamannya.mama yang sedari tadi menyaksikan dari balik pintu yang sedikit terbuka mulai meneteskan air matanya,terharu dengan kebagiaan yang terlihat dari mata anaknya.
__ADS_1