
sebulumnya asalamualaikum teman".terima kasih kalian sudah membaca novel pertama dari saya.maaf apa bila saya belum maksimal dalam membuat novel ini.saya adalah ibu rumah tangga yang bekerja disebuah swalayan membantu keuangan suami.membagi wktu antara kerja,mengurus anak dan menulis novel ini.terlebih saya hanya mengandalkan hp untuk membuat novel ini.karna ank saya selalu merengek pinjam hp untuk video.maklum anak kecil jaman sekarang.saya baru bisa menulisnya ketika anak saya tidur atau saat malam pulang kerja.menulis 1 sampai 2 episode saja.karna saat kerja saya hanya beristirahat 1/2 jam untuk makan dan sholat.jadi kalau teman teman masih mau membaca lebih baik 2 atau 3 hari sekali sampai terkumpul beberapa episode.dan saya minta maaf apabila alasan saya tidak berkenan dihati teman teman.terima kasih
Sebenarnya saya sangat inspirasi membuat novel ini dan akhirnya saya memberanikan diri menulis ini.kata kata yang terfikir diotak saya secara langsung saya tulis.
PERKENALAN NABIL DAN IKBAL
Suara tangis masih terdengar dikamar mandi,ikbal yang tidak sengaja mendengar mulai penasaran.menunggu suara tangis itu berhenti.tak lama kemudian nabil mulai bisa mengusai dirinya,mengusap air matanya yang masih menempel dipipinya..dia mulai keluar dari kamar mandi,kaget melihat seorang pria yang ada didpan kamar mandi wanita
"bapak,sedang apa bapak disini?"mulai bersikap biasa
"kenapa kau menangis,"kta ikbal melirik matanya yang masih merah
"tidak pak,saya tidak menangis,mungkin anda slah dengar."jawab nabil menyembunyikan air matanya
"sudah jangan berbohong.bahkan air pipimu msih basah,"memberikan sebuah sapu tangan kepada nabil
Nabil terdiam,melirik arah ikbal dan mulai mengambil sapu tangan yang sodorkan ikbal
"terima kasih pak,"kata nabil menunduk,mengusah air matanya berulang kali
"kau kenapa?apa ada masalah?"kata ikbal bertanya
"tidak pak,terima kasih atas perhatian bpak,"mulai tersenyum manis pada ikbal
"sudahlah jangan malu malu,berceritalah kalau ada masalah,siapa tau aku bisa membantu," kata ikbal memaksa
"tidak pak,tidak ada apa apa,lagi pula kalaupun ada bukankah tidak setiap masalah bisa saya ceritakan kepada semua orang,"kata nabil tersenyum lebar
"hemz baiklah,kalau begitu lakukan perkerjaanmu seperti biasa,kamu anak magang kan,"kta ikbal tersenyum
"iya pak saya anak magang
"siapa namamu?"mulai menyapa dengan senyum lebar
__ADS_1
"nama saya nabila pak,bapak bisa memanggil saya nabil,"jawab nabil ramah
"baiklah nabil,perkenalkan aku ikbal,"memajukan tangan ingin berjabat tangan
"senang bisa mengenal bapak,ternyata bapak baik sekali,"menyentuh tangan ikbal memuji
"haha. kau bisa saja,"melirik jam ditangannya
"apa kau sudah sarapan?"tanya ikbal ramah
"belum pak,"jawab. nabila
"kalau begitu ayo,kita sarapan dulu dikantin,"ajak ikbal pada nabila
"tidak pak,saya belum lapar,silahkan kalau anda mau sarapan," kata nabil menolak dengan sopan
"kau tidak mau ya srapan bareng aku,"tawa ikbal merayu
"tidak seperti itu pak,tapi saya benar benar. belum lapar,"menundukkan kepalanya
"baik pak,selamat makan,saya permisi dlu."kata nabil melangkah keruangannya
Digta tidak sengaja melihat ikbal bercanda dengan nabil.wanita yang membuat nafiza terjatuh waktu itu,merasa kesal dengan ikbal.
"hei,kenapa kau berbuat baik padanya,"memukul bahu ikbal keras
"heh,apa yang kau lakukan bodoh,kau fikir itu. tidak sakit,"kata ikbal setengah berteriak
"aku tidak suka kau berbuat baik dengannya,"melirik ikbal marah
"kenapa begitu"wajah ikbal mengeryit
"itu wanita yang menjegal kaki nafizakan,aku masih ingat dengan mukanya,"kata digta kesal,mengingat apa yang dilakukan nabil
__ADS_1
"sepertinya dia orang baik,"mulai membela nabil
"apa kau bilang,baik! kau melihatkan apa yang dilakukab pada nafiza,"mulai jengkel pada okbal
"mungkin ada alasan dia melakukan itu,"membela nabil lagy
"heh kenapa kau malah membelanya,"memukul bahu ikbal lagy
"aku tidak membelanya,tpi aku lihat dia ank baik kuk.mungkin memang ada suatu masalah antara nabil dan nafiz,"ikbal menduga nduga
"nabil,siapa nabil?"tanya digta pada ikbal
"wanita tadi,namanya nabil,"menjawab pertanyaan digta
"oh jadi itu tadi nabil,yang disebut nafiz saat bertengkar dengan pria brengsek itu," kata digta dalam hati
Digta mulai terdiam,mengingat nama nabil yang menjadi bahan percakapan nafiza,sepertinya mulai mengerti apa yang terjadi antara nafiz,pria itu dan nabil.
"Heh,apa yang kau fikirkan bodoh," kata ikbal membalas memukul digt
"au sakit tau,"kta digta. memegang bahunya
"heh,kenapa sekarang kau terlihat perduli dengan nafiza,kau mulai jatuh cinta ya padanya,hahaha...."tawa ikbal meledek
"bodoh,pelankan suaramua brengsek,"kata digta kesal
"jadi kau benar jatuh cinta pada nafiza?"kata ikbal kaget.
"hah mana mungkin aku jatu cinta dengan wanita itu,"muka digta mulai merah
"sudah tidak usah cari alasan,mukamu sudah merah tu.hahaha," meledek digta lagy
"sialan kau,"kata digta kesal
__ADS_1
"hah,apa benar aku sudah jatuh cinta dengan wanita tomboy itu,mana mungkin!"berkata dalam hati,tersenyum tipis mengingat rentetan kejadian yang dilalui bersama nafiza
"heh apa yang kufikirkan,kenapa aku merasa sesenang ini sekaranga,"mulai membayangkan wajah nafiza