perjodohan yang berakhir kasih

perjodohan yang berakhir kasih
kekesalan digta


__ADS_3

Sudah beberapa minggu setelah kejadian penculikan nafiza,digta sama sekali tidak mengijinkan nafiza untuk mengendarai mobilnya sendiri,nafiza berangkat dan pulang kantor satu mobil dengan digta,tak perduli lagy tentang apa yang dipikirkan karyawannya,yang dipikirkan hanyalah sesimaksimal mungkin menjaga istriny agar hal kemarin tidak pernah terjadi lagy


Beda dengan nafiza yang masih merasa sirih melihat tatapan orang orang dikantor!merasa sangat tidak nyaman dengan pikiran miring mereka.nama baiknya selama berbulab bulan magang akhirnya jelek juga karna tingkah david,mulai membiasakan perkataan perkataan jahat terhadapnya.berharap magangnya cepat selesai dan bebas dari fikiran negatif dari para karyawan.Dikantin nafiza dan imel mulai menyantap makanannya,semua orang menatap sinis kearahnya,memulai percakapan yang sangat jahat


"heh anak magang apa yang kau berikan pada pak digta sampai pak digta segila itu mengejarmu,hahaha"kata karyawan dekat tempat dududknya


"benar benar,jangan jangan kau main pelet ya,"kata karyawan lagi disampingnya


"heh,kurang ajar sekali kalian!tidak bisa ya bicara yang sopan!"kata imel membela nafiza


"heh,kenapa malah jadi kau yang sewot,dibayar berapa kau sama pak digta sampai membela wanita malamnya,"mengejek imel


"heh hentikan perkataanmu,atau...."kata nafiza mulai panas


"atau apa,mau mengadu sama pak digta.dasarr wanita tak tau malu.kemarin kau merebut david,sekarang kau menggoda pak digta.hah!hah bukannya kau sudah menikah,"kata nabil mulai menghina


"hah jadi dia sudah menikah,"kata karyawan melotot


"iya kak,bahkan pacarku juga direbut,"kata nabila melirik nafiza


"haha,parah.dasar wanita tak tau diri,dibayar berapa kau untuk menemani pak digta berkencan"!ejek salah satu karyawan


"brak"....


"tutup mulut kalian!kalian tidak taukan sedang bicara dengan siapa!dan kau,bukan vatin yang mengejar pacarmu,pacarmu saja yang tergila gila mengejar vatin,"terperanjak dari duduknya menunjukkan jari kearah nabila


"sudah sudah mbak biarkan aja,ayo kita pergi dari sini,"kata nafiza menarik tangan imel


"sana sana,mengadu saja sama selingkuhanmu,wanita tak tau diri,"kata nabil terus membual


Nafiza dan imel melangkahkan kaki keruangannya,imel mulai menggebrak meja saat diruangan,merasa jengkel dengan kata kata nabil


"vatin,kenapa tadi kau diam saja,harusnya tadi kau melawan.lagy pula besok hari terakhir magangmu,memang kenapa kalau mereka tau statusmu,"kata imel iku kesal


"hahaha,aku yang diejek knpa mbak imel yang marah marah sih,tenanglah mbak."kata nafiza menenangkan


"ih,kok kamu malah tenang gini sih,harusnyakan kamu lebih marah dari aku!"kata imel mulai heran

__ADS_1


"buat apa nanggapin mereka mbak!merekakan gak tau apa apa," kata nafiza tersenyum


"ya,kamu kasih tau mereka dong!"kata imel tambah kesal


"biar aja mbak,biar jadi kejutan besok,"tersenyum melirik imel


Nafiza hanya tersenyum tipis,mulai melirik ruangan digta,ingin berbicara banyak dengan digta.melirik jam dinding diatasnya,berharap jam kantor cepat selesei.


Jam sudah menunjukkan pukul 17.00,saatnya para karyawan menikmati hari istirahatnya.digta mulai keluar ruangan,menggandeng nafiza keluar kantor,tidak perduli dengan tatapan para karyawannya,sama dengan nafiza,mulai melangkah tanpa rasa canggung.menganggap tatapan mereka sebagai perasaan iri.


Kini malam semakin larut,seperti biasa nafiza dan digta kembali kekamarnya mulai bercerita tanpa ingin mengungkit apa yang dikatakan para karyawan dikantor tadi,walaupun ternyata digta sudah tau kejadian dikantin tadi.bukankah dia selalu mengawasi nafiza tanpa harus dekat dengannya.


"digta,kenapa dari tadi senyum senyum begitu,"kata nafiza menyeryitkan wajahnya


"tentu saja,bukankah besok kau terakhir magang,jadi tidak ada yang perlu kita sembunyikan kan,"kata digta melirik nafiza


"heh apa yang kau lakukan,jangan aneh aneh ya!"kata nafiza meremas muka digta


"hah,kau ini!menyebalkan sekali,"meremas balik muka nafiza.


"sayang""panggil digta mesra


"memang kenapa,kaukan istriku,"kata digta memeluk nafiza


"ihh,sudah lepaskan!apa yang kau lakukan!menyebalkan,"kata nafiza mencoba melepas pelukan digta


"tidak mau!!!sayang ayo cepat tidur,sepertinya sudah larut malam"kata digta tetap memeluk nafiza


"ih digta,jangan memanggilku seperti itu,"kata nafiza mulai kesal


"kenapa?"kata digta kesal


"ya belum terbiasa aja,"kata nafiza melirik digta


"kalau begitu biasakan saja mendengar itu,karna aku akan memanggilmu seperti itu sekarang,kau juga haruz memanggilku sayang!"melototi nafiza


"kenapa begitu,aku gak mau!"kata nafiza menolak

__ADS_1


"apa kau bilang!awas saja kalau kau tidak mau!"digta mulai menjewer telinga nafiza


"heh,apa yang kau lakukan digta,sakit tau!memukul tangan digta keras


"nafiz,kenapa tadi kau diam saja,"mengusap rambut nafiza


"diam saja?maksudnya?"bingung dengan pertanyaan digta


"dikantin tadi,kenapa kau tidak melawan mereka?bukankah mereka sangat keterlaluan"kata digta melirik nafiza


"apa,kau tau dari mana?kau membuntutiku?"nafiza memasang muka kesalny


"aku tidak perlu membuntutimu untuk tau hal seperti itu,"kata digta memukul kening nafiza


"kau mengawasiku ya,ayo mengaku!"kata nafiza melepas pelukan digta


"sudah jangan mengalihkan pembicaraan!kenapa kau tidak melawan mereka tadi,"menatap nafiza tajam


"untuk apa?kata nafiza santai


"untuk apa!bukankah mereka sangat kelewatan?"kata digta semakin kesal


"sudahlah,jangan salahkan mereka!merekakan tidak tau apa apa,"kat nafiza mulai tersenyum


"apa perlu aku memecat mereka semua,"kata digta mengingat muka muka karyawannya yang kurang ajar


"heh,jangan mengaitkan masalah pekerjaan dan masalah pribadi,jangan aneh aneh!"kata nafiza membela karyawannya


"tapi mereka sudah mempermalukanmu tadi,aku tidak rela mereka memperlakukanmu seperti itu!aku akan membuat perhitungan pada mereka!"kata digta mengancam


"kalau kau melakukan itu,aku akan marah padamu"kata nafiza membalikkan badannya membelakangi digta


"kenapa?"kata digta


"karna aku tidak suka,"mulai sewot


"baiklah,aku tidak akan memecat mereka!tapi jangan marah padaku!"kata digta memeluk nafiza lagy

__ADS_1


malampun mulai tenggelam,menghantarkan nafiza dan digta dalam mimpi mereka.mencoba melupakan apa yang mereka bahas barusan


__ADS_2