
Hari ini terasa sangat berbeda, terlihat digta yang tersenyum manis stelah mandi.menarik tangan nafiza hingga akhirnya mereka saling berpelukan.nafiza membalas pelukan suaminya dengan hati yang berdebar
"ih...sudah sana ganti baju.tidak bosan apa meluk terus,"melepas pelukan digta bergegas melangkah menuju pintu
"heh,mau kemana kau?siapkan dulu baju kerjaku"melirik lemari tmpat baju baju kerjanya
"tidak mau,ambil saja sendiri,"sewot mulai memegang hendel pintu
"heh,menyebalkan.biasakan dirimu melayaniku!kaukan istriku,"digta melangkah mendekati nafiza,memeluknya kembali dengan senyuman
"hah apa yang kau lakukan!kenapa kau senang sekali memelukku,"kata nafiza mulai kesal
"tentu saja kaukan istriku,"tersenyum tidak mau melepas istrinya
"sudah sna cepat!ganti bajumu,ini sudah siang tau,"mendorong tubuh digta
"hem,,,kalau begitu ambilkan bajuku sana,"kata digta mulai manja
"hah,kenapa kau jadi manja begini,ambil saja bajumu sendiri,"nafiza mulai meloto
"ya sudah kalau begitu,biar saja aku tidak pakai baju,"mulai berani membuka handuk yang dipakainya
"ahhh....digta apa yang kau lakukan,ih kenapa kau malah membuka handukmu!ayo pakai lagi,"berteriak menutup mata dengan tangannya
"tidak mau!salah siapa kau tak mau mengambilkan bajuku,"duduk santai dikasur tanpa mengenakan apapun dibadanny,tertawa melihat tingkah polos istrinya
"oke oke aku ambilkan!ayo pakek handukmu dulu,dasar menyebalkan!!!!melempar handuk yang ada dilantai kearah digta tanpa mau melihat suaminya.
Nafiza mulai berlari kearah lemari,mencari cari baju beserta celana untuk suaminya.memilih warna yang serasi,sudah beberapa waktu digta mulai kesal menunggu nafiza.
__ADS_1
"heh lama sekali kau,kau mau membuatku masuk angin ya.menyebalkan!kata digta mulai kesal
"iya iya ini aku jalan,"menundukkan kepala berjalan kearah digta,mulai teriak lagy saat melihat suaminya belum juga memakai handuk.tak sengaja menjatuhkan baju yang dibawanya,menutup matanya dengan tangannya lagy
"heh,kenapa kau malah melempar bajuku seperti itu!lihat bajuku jadi kotorkan
"ah digta,kenapa kamu belm pakek handuk.ayo pakek handukmu,"kata nafiza mulai kesal
"ah,sana ambilkan baju lagi,kau sudah melemparnya tadi,"digta mulai menahan tawanya
Nafiza mulai membalikkan badannya berlari dengan muka merahnya karna malu melihat tubuh suami,membuka hendel pintu dan menutupnya kembali
"tidak mau,cari bajumu sendiri,"kata nafiza melirik digta tanpa membuka matanya.
Digta mulai tertawa lepas melihat istrinya,meraih baju yang diambilkan nafiza dan mulai menciumnya,merasa sangat senang karna ini adalah baju yang pertama disiapkan oleh nafiza.tetap memakainya walaupun terlihat agak kotor saat jatuh tadi.sedangkan nafiza bergegas menuruni tangga masih dengan mukanya yang merah mengingat apa yang terjadi tadi malam,mulai menggigit bibirnya hingga berbekas.beberapa kata terucap tanpa suara,hanya menggeutu lewat hati
"hah ada apa denganku,kenapa aku kebayang yang semalam truz ya!"sedikit menutup mukanya dengan tangan
Berjalan menuju dapur,mulai menyiapkan beberapa hidangan.mulai kembali membantu bibi setelah berbulan bulan sibuk dan focus dengan magangnya.dan sekarang magangnya sudah selesei,mulai terbebas dengan kegiatan kantor.
Digta mulai menuruni tangga,menuju dapur menyusul nafiza,melihat disekelilingnya.dia tersenyum kembali memeluk nafiza dari belakang hingga nafiza hampir berteriak kaget,terus memeluk nafiza tak memperdulikan orang didekatnya.5para pelayan hanya tersenyum melihat digta.merasa bahwa majikannya sudah mendapatkan cinta gilanya.nafiza menyeryitkan wajahnya,mukanya mulai memerah lagy karna malu,
"digta apa yang kau lakukan!ih kau tidak liat ada bibi,"menatap kearah bibi dengan wajah malunya. bibi hanya tersenyum,mulai mundur dan berpura pura menyiapkan yang lain
"memang kenapa,lagy pula bibi tidak keberatan kuk,benarkan bi"mulai memandang bibi tersenyum dengan kedipan matanya
"tentu saja saya tidak keberatan non,justru saya sangat senang melihat nona dan tuan seperti ini,kalian berdua sangay serasi,"bibi tersenyum memandang nafiza dan digta
Saat mereka sedang asyik didapur tiba tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekat,mulai tersenyum saat melihat nafiza,nafiza mulai salah tingkah,melepas pelukan digta dengan cepat
__ADS_1
"eh mama,mama sudah siap sarapan ya,ayah mana ma?"melirik melihat belakang mamanya,berharap ayahnya tidak ada,tidak melihat kekonyolan digta barusan
"ayah udah dimeja makan tu,kalian tidak menyusul,"kata mama mulai mengambil piring.meletakkan beberapa makanan dengan rapi
Mereka berjalan menuju meja makan,mulai duduk ditempat makan,tingkah digta mulai menjadi,semakin berani dengan perasaannya
"nafiza ambilkan makananku,"menyodorkan piringnya didepan nafiza
"hah,kenapa.kaukan biasa mengambil makananmu sendiri,"memerah malu pada mertuanya
"aku ingin kau mengambilkan makananku,lihat saja,mama aja selalu mengambilkan makanan dipiring ayah",kata digta melirik ayah dan mama
"aduch sejak kapan sih kamu jadi semanja ini,kenapa kau jadi menyebalkan sepeti ini jambu air"memanggil nama kesayangan,hanya bisa memaki dalam hati
Nafiza mulai meraih nasi yang ada didepannya,menambahkan beberapa lauk dan sayur diatasnya,segera memberikannya pada digta dengan senyuman palsunya sebelum digta brtindak lebih khonyol lagy.digta mulai menyantap makanannya,mengingat apa yang dikatakan istrinya semalam,mulai berencana memberi kejutan pada istrinya
"ma,besokkan libur akhir pekan,sepertinya aku dan nafiz mau pergy untuk beberapa hari,"melirik arah mama dan ayahnya
"hah,kalian mau kemana?apa kalian mau bulan madu,"tanya mama semangat.
"tidak ma,kami hanya mau refresing aja,"kata digta mulai menghabiskan makanannya
Nafiza hanya terdiam,menduga nduga rencana apa yang akan dilakukan digta,mulai cemberut menatal digta.
Digta terlihat tersenyum,segera bergegas setelah selesei menghabikan makananny,nafiza dengan segap menyusul lagkah digta,bermaksut mengorek apa rencana suaminya.
"ayah,mama digta duluan ya,kerjaan digta dikantor masih banyak.
"digta,kita mau kemana?"tanay nafiza mulai penasaran
__ADS_1
"besok juga kamu tau,sudah aku berangkat dulu ya."mencium kening nafiza,sekali lagi membuat nafiza kaget,
Nafiza HAnya terdiam,terpaku dengan kejadian kejadian romantis yang dilakukan suaminya.mulai tersenyum melihat langkah kaki digta yang semakin menjauh.