perjodohan yang berakhir kasih

perjodohan yang berakhir kasih
menenangkan diri


__ADS_3

Nafiza masih sendu dengan tangiznya,tangannya yang mulai dingin dan matanya yang masih sayu membengkak membuat orang orang menatapnya,mulai melangkahkan kakinya naik kesebuah bus pariwisata berwarna biru muda.


Tak lama kemudian buzpun sudah mulai penuh dan melaju dengan kecepatan sedang.nafiza mulai termenung,menatap jalanan lewat kaca riben dalam bus,tak terasa air matanya mulai menetes lagi,


"sayang maafin mama ya,kita haruz pergi dulu,"bergumam dalam hati mengusap perutnya yang masih rata


"bahkan mama belum bilang sma papamu,sabar ya nak mama butuh waktu buat sendiri dulu,"mulai terdiam mengusap air matanya yang menetes dipipi


hanya kesunyian yang terasa,sedikit orang yang nampak mengobrol sedangkan yang lain terlihat lebih memilih untuk tidur karna memang hari yang sudah mulai tengah malam.nafizapun mencoba memejamkan mata tpi tetap saja tidak dapat tertidur.hanya wajah digta yang selalu terlintas dipikiran nafiza,mulai menangiz lagi saat mengingat kejadian diresto


"ahhhh,kenapa sih aku inget digta trus,"mulai kesal bergumam dalam hati


"kenapa jadi cengeng banget sih!ngapain juga aku nangiz gara gara digta!diakan emang nyebelin!"masih berkata tanpa suara mulai mengusap air matanya


Beberapa waktu dalam keadaan itu hingga nafiza benar benar tertidur.lagu lagu cinta yang dilantunkan dibus membuat hati nafiza sedikit terhibur,melupakan sementara kesedihannya


Perjalananpun berlanjut.suara bising menbuat nafiza terbangun,mendapati bus yang mulai berhenti disebuah tempat peristirahatan bus,mulai turun melangkahkan kaki mendekatkan diri dikamar mandi.membasuh muka dengan air membuatnya sedikit segar.mulai menikmati pop mie yang dibelinya disebuah kedai.dan bergegas menaiki bus kembali saat buz hendak berangkat.


Bus melaju dengan kecepatan sedang.jalan yang sepi membuat bus melaju tanpa macet.beberapa deret ruko ruko terlihat dari kaca riben,hanya sedikit orang yang melintas karna hari sudah hampir pagi,sampai akhirnya buz sudah ada dikota tujuan,terlihat orang berlalu lalang didepan terminal.makin ramai saat buz memasuki terminal,berebut penumpang satu sama lain.


Nafiza mulai melangkah keluar.mencari sebuah taksi dan melaju tempat tujuannya.jalanan masih terasa lenggang,taksi melaju dengan tenang,belum banyak suara tlakson yang terdengar hingga akhirnya terhenti disebuah rumah joglo,terlihat luas dengan suasana pedesaan yang menyejukkan


"tok tok tok"tersenyum mulai mengetuk pintu berkayu jati yang masih koko


"iya siapa ya,"mulai membuka pintu,tersenyum riang saat melihat nafiza


"ya ampun,ini mbak vatinkan,ya alloh mbak!apa kabar.udah lama banget gak ketemu!"semangat mulai menyapa nafiza


"asalamualaikum bunda!kabar nafiza baik bunda.bunda dan abi gamana kabarnya!anak anak gamana kabar bunda?"terus bertanya membuat wanita paruh baya didepannya mulai tersenyum


"kabar bunda sama abi baik mbak.anak anak juga baik.ayo masuk dulu,"mempersilahkan nafiza masuk


"abi,ni mbak vatin dateng!masih inget nggak bi"mendatangi suaminya yang sudah duduk diruang tamu


"ya tentu ingat to,mbak vatin gamana kabarnya?"tersenyum menyapa nafiz


"baik bi.


"ngomong ngomong mbak vatin ada apa kesini?"mulai heran dengan kedatangan nafiza


Nafiza terdiam sejenak,memikirkan beberapa alasan yang akan dikatakan,menundukkan kepalanya mulai menghela nafaz panjang


"maaf bunda abi,boleh gak vatin menginap disini beberapa hari.vatin mau nenangin diri.vatin bingung mau kemana lagi,"jwabnya sesendatan,air matanya mulai menetes

__ADS_1


"mbak vatin kenapa?ada masalah?"mendekati nafiza mulai menyentuhnya bahunya


"iya bun,sedikit,"mengusap air mata mulai tersenyum


"kalo boleh tau,mbak vatin ada masalah apa?"mulai bertanya,namum tersenyum setelah melihat nafiza diam menunduk


"ya sudah!mbak vatin boleh menginap disini.mbak vatin sudah sholat?


"be belum bi,vatin udah lama ga sholat,"mulai terbata,malu dengan apa yang dilakukan


"lho kenapa?sholatkan wajib mbak?"mengeryitkan wajahnya mulai heran


nafiza hanya diam tanpa bisa menjawab,


"ya sudah lebih baik mbak vatin sekarang mandi.terus sholat,insya allah nanti hati mbak vatin lebih baik,"mulai berdiri,mengantar nafiza disebuah kamar yang tertata rapih,ya! kamar yang dulu nafiza tiduri dengan nabil saat kegiatan bakti sosial.


Nafizapun berjalan mendekati kamar mandi.mulai membersihkan diri dan menjalankan sholat seperti yang disarankan abi.dengan khusuk nafiza mulai beribadah hingga tak terasa tetesan demi tetesan air mata mengalir deras dipipinya.mulai berdoa dan menenangkan diri.


"ya allah begitu besar dosaku.begitu banyak salahku,"menunduk malu menyadari kesalahannya


Kini nafiza sudah selesai menjalankan ibadahnya.mulai mendekati seorang wanita tengah baya yang sedang asyik memasak


"bunda sini vatin bantuin"tersenyum lebar mulai mengambil bahan makanan yang hendak dimasak


"gak kuk bun,biasa aja kuk!


Wanita itu mulai menggelengkan kepala,membiarkan vatin yang mulai sibuk memotong sayuran,sampai akhirnya perut nafiza terasa sakit,


"au,"setengah berteriak memegang perutnya


"mbak vatin,mbak vatin kenapa?"mendekati nafiza mulai khawatir


"gak tau bun,perut vatin sakit,ya allah bun gmana ini,anak vatin!"meringis kesakitan mengingat anak dalam kandungannya


"anak!mbak vatin lagi hamil?kenapa gak bilang mbak!ya udah mbak vatin istirahat dulu!"mulai memapah vatim kembali kekamar


Mereka berdua berjalan melewati ruang tamu,terlihat abi sedang asyik bermain dengan anak anak panti,mulai mendekati saat melihat kondisi nafiza


"ya ampun,mbak vatin kenapa bun?"panik melihat nafiza yang bermuka pucat


"perut mbak vatin sakit bi,mbak vatin lagi hamil,"mulai menjelaskan melambaikan tangan agar abi mengikuti


"hamil....."seketika abi terdiam mulai mengikuti langkah istri dan nafiza

__ADS_1


Setelah beberapa saat nafiza sudah terduduk dikamar,bunda dan abi mulai saling melihat satu sama lain.abi yang merasa kebingungan mulai menghela nafaz panjang


"mbak vatin sebenarnya ada masalah apa?"mengeryit wajahnya meminta penjelasan


nafiza mulai tertunduk,menghela nafas perlahan


"maaf bunda,abi.sebenarnya vatin sedang ada masalah sama suami vatin,"gemetar mulai membuka cerita


"oh,mbak vatin sudah menikah toh,"sedikit mulai lega mendengar kata pernikahan,karna sempat berfikir aneh aneh


"iya bun,tapi vatin kecewa sama suami vatin,makanya fatin pengen nenangin diri dulu"mulai menunduk lagi


"hemz,memang mbak vatin ada masalh apa sama suami mbak?"tersenyum membelai rambut halus nafiza


"suami saya mencium mantannya,apa itu pantas abi?bahkan menurut vatin mereka bertemu saja sudah tidak pantaskan bi?"mulai menangiz,meneteskan air matanya


"hem,mbak vatin yakin kalo mereka berciuman?mungkin mbak vatin salah paham!"kata abi mulai menenangkan


"tapi waktu itu vatin dibelakangnya bi,memang sih gak terlalu jelas,tapi mereka bener bener mau ciuman bi,"menjelaskan dengan yakin dengan apa yang dilihatnya


"apa mbak vatin sudah bertanya benar benar sama suami?"senyum bunda mulai melebar


"udah bun,tapi dia ngelak!katanya salah paham!gak sengaja ketemu disna!mana mungkin gak sengaja bisa ciuman gitu,pokoknya vatin kecewa!"ngomong panjang lebar masih tetap menagis membuat abi tersenyum tipis


"kuk abi malah senyum sih!"merasa heran melihat senyuman abi


"mbak vatin ini kayaknya lagi cemburu deh bi,apalagi mbak vatin lagi hamil!pasti suasana hatinya lebih sensitif,!membelai rambut vatin dengan lembut mulai memeluk


"kuk bunda bilang gitu,vatin ga cemburu kuk,tapi vatin kecewa"mengeryitkan wajahnya mulai bingung


"ya sudah,gapa pa kalo mbak vatin mau nginep dulu,tapi jangan berlarut larut mbak.kalo ada masalah langsung dibicarakan baik baik jangan pakek emosi,"abi tersenyum mencoba menasehati nafiza dengan bahasa yang sopan


"iya bi vatin tau,tapi vatin butuh waktu,pengen nenangin diri dulu."


"emmm,vatin bolehkan tinggal beberapa hari disini,"wajahnya memelas berharap abi mengijinkan


"kalo keluarga mbak vatin nyariin gimana?pasti mereka khawatir mbak,"menjelaskan dengan bhasa baik


"plis bi,biarin vatin disini dulu,nanti kalo vatin udah tenang pasti vatin ngibungin mereka kuk,"tangannya memohon,mulai bersikeras


abi hanya menggelengkan kepalanya beberapa saat,mulai menatap istrinya meminta pendapat hingga akhinya istrinya mulai mengangguk


"ya sudah mbak vatin boleh disini dulu,tapi jangan lupa kasih kabar sma suami,"kata abi mulai melangkah pergi

__ADS_1


Nafiza hanya mengangguk mulai memeluk wanita disampingnya dengan rasa lega.setidaknya dia bisa menghindar dari digta untuk beberapa saat.


__ADS_2