
Malam kini semakin sunyi.digta mulai memajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,bingung masih memikirkan alasan yang tepat untuk diucapkan kepada istrinya.tak sengaja melirik kearah alun alun kota,memarkirkan mobilnya tidak jauh dari lapangan.dia melangkah,mendekati sebuah angkringan dan membeli nasi kucing seperti yang waktu itu dia makan dengan nafiza.membayar dan kembali pada mobilnya
"ternyata ada juga yang jual nasi kucing disini,nafiza pasti suka!"tersenyum mengingat kata mamanya kalau nafiza belum makan
"bagaimana ya mukanya kalo dia lagi cemburu,pasti dia lucu sekali,"haha penasaran dengan sikap cemburu nafiz yang blum pernah ditunjukkan
Senyumnya mulai mengembang,terfikir sesuatu yang membahagiakan
"kata mama dia cemburukan,apa berarti dia juga mencintaiku,"terbayang muka masam nafiza yang menggemaskan
Kini digta sudah berada didepan kamarnya,mulai masuk dan memergoki istrinya yang memainkan gitar dengan muka kesal.beberapa kali mendengar permainan gitarnya yang berirama asal asalan.digta mulai tersenyum sinis,menyadari sikap nafiza yang berbeda.mulai masuk kamar mandi untuk menyegarkan badannya,beberapa saat dia kembali masuk kamar sudah dengan baju tidurnya
"sayang,ayo kita makan!aku lapar,"mengambil bungkusan nasi kucing yang ada ditasnya
"makan aja sendiri,aku sudah makan!"melengoskan wajahnya tanpa melirik digta
"sayang kamu kenapa sih,kamu marah?aku salah apa,"pura pura tidak tau,sengaja menyembunyikan tawa lucunya
"gak,biasa aja,"masih menjawab ketus
Digta mendekat kearah istrinya.memakan nasinya tepat didepan istrinya,
"sayang,kamu beneran gak mau.enak lho!"melirik istrinya yang mulai melihat nasi kucingnya
"tidak,"jawabannya tegas,meskipun bohong.sebenarnya dia sangat lapar tapi gengsi mengambil nasi yang tadi sudah ditolak
"ya udah aku makan sendiri aja,hemz padahal aku beli banyak,"melirik lirik istrinya lagi dengan senyuman
Dan pada akhirnya belum lama digta berkata terdengar suara perut yang memanggil,sepertinya cacing diperut nafiza mulai protes,digta mulai terdiam,tertawa terpingkal membuat nafiza malu
"hah menyebalkan,memalukan sekali!kenapa kamu tidak bisa diajak kompromi sih,sial"memaki sendiri dalam hati,mengelus perutnya yang keroncongan
"haha,sayang kamu lapar ya,"mulai tertawa meledek istriny
"tidak"masih tidak mengaku padahal udah ketangkap basah
"sudah jangan bohong,cepat makan ini,"menyuapi istrinya dengan tangan tanpa sendok
Masih merasa malu tapi terpaksa membuka mulutnya,mulai mengunyah nasi yang disuapkan padanya
__ADS_1
"ah bodo amat,aku lapar sekali!lagi pula juga udah ketawan"menunduk malu sambil tetap mengunyah
4 bungkus nasi kini tinggal bungkusnya,digta menyuapi istrinya bergantian,sesekali membersihkan bibir istrinya yang belepotan.mencuci tangan dan kembali duduk menjejeri istrinya.
"sayang,kamu kenapa?kuk dari tadi diem aja?marah ya?"masih penasaran,menunggu jawaban nafiza
"tidak apa apa,"masih kesal,protes dalam pikiran
Digta mulai bersandar ditempat tidurny,meraih hpnya membuat nafiz penasaran
"sedang apa dia,jangan jangan lagi wa'nan sama vina"kesal sendiri dengan pikiran yang tidak jelas
"digta,kau bohong ya,vina itu mantanmukan!"akhirnya menanyakan sesuatu yang dari tadi ingin ditanyakan
"tau dari mana?sok tau!tersenyum membelakangi nafiza
"sudah jangan bohong,aku udah tau kuk,ngaku aja,"melotot memangku gitar kesayangannya
"hemz,trus kenapa kalo dia mantanku?"mulai bangun lagi duduk disamping nafiza
"jadi benar kan dia mantanmu,kenapa kau bohong padaku!"muka kesalnya terlihat,
"wah,sepertinya dia beneran cemburu,mukanya lucu banget sih,pipinya merah gitu,"tersenyum memikirkan apa yang dilihatnya
"dia memang cantik,bahkan sampai saat ini q tidak bisa benci padany,"menatap nafiza dengan pandangan semu
"hah ,apa!jadi dia masih punya perasaan sama vina,"hanya terdiam,menangis dalam hati.kata kata digta benar benar berhasil mengacaukan hatinya
"kalau begitu kenapa kau gak balikan aja sama vina,"mulai berbicara sembarangan memalingkan wajahnya.menyembunyikan air mata yang hampir jatuh
"mana mungkin!akukan udah nikah sama kamu!"tersenyum benar benar merasa nafiza sudah cemburu
"kalau begitu kamukan tinggal menceraikan aku!trus balikan deh sama dia!bicara seenaknya membuat digta melotot
Secepat kilat digta memalingkan wajahnya,merebut gitar nafiza dan membantingnya dilantai membuat nafiza terperanjak kaget.mukanya terlihat sangat marah
"heh,kenapa dia?kuk mukanya kesal seperti itu!aku salah ngomong ya,"mulai takut,merinding menyadari kemarahan digta yang belum pernah dilihatnya
Digta mendorong tubuh nafiza hingga tertidur dalam kasur,segera menjatuhkan badannya menindih nafiza.mulai ******* bibir istrinya dan membuka kancing baju nafiza,satu persatu hingga tidak ada sehelai kainpun yang menutupnya,
__ADS_1
"digta,kau mau apa!lepaskan aku!"mulai meronta mencoba melepaskan diri dari digta,makin merinding saat masih melihat muka digta penuh amarah
Digta hanya diam,meneruskan apa yang dilakukan,mulai membisikan kata cinta ditelinga nafiza.melakukan hubungan yang hanya dilakukan dengan nafiza,keduanya mulai menggeliat menikmati apa yang baru mereka lakukan,beberapa waktu hingga mereka terlentang lemas,digta meraih selimut menutupi tubuh keduanya.tidur disamping istrinya dan memegang tangannya,mencium tangan nafiza dengan lembut,mulai mengatakan apa yang ingin diketahui istrinya
"vina itu memang cantik,dia teman sekalasku waktu smp!banyak yang tertarik padanya termasuk aku.,"mulai membuka mulut menjelaskan
"butuh waktu yang lama untukku mendekatinya,karna selain cantik tapi dia juga agak matre!entah mungkin karna buta aku tidak perduli dengan sifat matrenya.kita pacaran dari sma dan kuliah dibeda tempat,"meneruskan ceritanya sambil mengecup kening istrinya
"5 tahun kita pacaran,dia selalu meminta ini dan itu,tapi karna aku bodoh aku selalu menuruti keinginannya,menghabiskan uang jajanku hanya untuk membelikan benda yang dia inginkan,ya karna aku merasa sangat mencintainya"menjelankan sikap matre vina yang keterlaluan
"hingga akhinya saat pengumuman kelulusan dia minta ketemu,aku dengan yakin membawakan kado mahal untuknya.kado yang aku beli dengan hasil jeripayahku selama bekerja sehabis pulang kuliah.selama 2 tahun aku menabung tanpa membeli kebutuhanku sendiri,tapi jauh dalam pikiranku,ternyata dia memutuskan aku dan memberikan undangan pernikahan padaku!saat membaca undangan itu aku sangat terkejut saat melihat namanya ditulis dikertas itu.aku benar benar marah waktu itu,hatiku hancur merasa dihianati.dia bilang aku ini hanya cow pengangguran,mana mungkin aku bisa bahagiain dia,karna alasan itu dia memilih menikah dengan dosennya yang ternyata sudah beristri.
"mendengar itu nafiza sangat terkejut,hanya terdiam menatap suaminya,rasa bersalahnya mulai timbul karna membuat digta mengingat percintaannya yang pahit.dengan tegar digta meneruskan ceritanya
"itu membuatku enggan pacaran selama ini,memikir semua wanita seperti itu,bertahun tahun aku menutup hatiku,tak membiarkan satu wanitapun menggodaku,hingga akhinya ayah menjodohkan kita"tersenyum menatap istrinya,membelai lembut rambut wanita yang kini sangat dicintainya.
"jujur dulu aku gak yakin tentang pernikan ini,masih merasa kalo wanita itu sama aja,"terdiam mengingat awal pernikahannya
"tapi ternyata kau berbeda,meskipun kita sering berbeda paham tapi kau tetap mempertahankan posisimu sebagai istriku,walaupun saat itu ada seorang pria yang dengan gilanya mengejarmu,kau selalu mengatakan bahwa aku mencintaimu begitupun denganmu,padahal waktu itu hubungan kita belum sedekat ini.itu yang membuat aku luluh,mulai merasakan sesuatu yang sangat berbeda,hari demi hari terlewati,bnyak kejadian yang membuatku makin kagum padamu,stiap perlakuan yang kau lakukan padaku.dan semakin lama perasaan ini semakin tumbuh menjadi cinta.
"hah,jadi selama ini dia memata mataiku sampai tau setiap kata yang aku katakan pada david,"mengeryitkan wajahnya,menatap suaminya,berkata dalam hatinya tanpa suara
"untuk itulah aku menganggap vina itu tidak penting,dan jangan pernah mengucapkan kata cerai lagi,karna sampai matipun aku tidak akan pernah melepaskanmu,"mengakhiri ceritanya,meraih dagu nafiza dan mencium bibirnya dengan tatapan hangat,memeluk tubuh istrnya dengan nyaman,penjelasan digta mulai meyakinkan nafiza,merasa lega dan memudarkan fikiran fikiran negatif dari hatinya
Nafiza hampir tertidur didekapan digta hingga akhirnya dia kaget saat tiba tiba digta melepas pelukannya,melangkahkan kakinya mengambil tasnya,membuka tasnya dan mengambil sebuah benda didalamnya
"digta,apa yang kau ambil,"penasaran dengan barang yang dipegang digta
"sayang,ini untukmu,"mengambil cincin yang dibelinya tadi pagi dan menyematkan dijari manis istrinya
"digta,bagus sekali,kapan kau beli ini"senyum bahagianya mulai terlihat
"tadi pagi,tadinya aku ingin mengajakmu dinner tapi malah...."tak melanjutkan kalimat yang hendak dikatanya
Nafisa hanya tersenyum,mengerti apa yang akan dijelaskan suaminya
"tidak romantis ya,"katanya mengaruk garuk rambutnya
"gak papa,aku seneng kuk,"memeluk suaminya membuat digta tersenyum.membalas pelukan istrinya dan lalu mencium bibir istrinya
__ADS_1
"aku mencintaimu sayang"kata digta mencium tangan nafiza.
Malampun semakin larut,mereka tertidur dengan perasaan yang jauh lebih baik dari tadi.