
malam semakin larut.pintu kamar mandi mulai terbuka.nafiz mengeringkan rambut dengan handuk,melangkah sofa mendekati digta.bercerita tentang situasi yang ditanyakan mertuanya dimobil tadi
"digta tadi aku keceplosan,bilang sama mama kalo kita belum gituan,"memanyunkan bibirnya
"gituan apa?"kata kta digta tersenyum
"digta,menyebalkan,emang aku harus ngomong ya,"wajahnya memerah karna malu
"hahaha,baiklah ayo kita lakukan sekarang,"melirik nafiza dengan senyum jahatnya
"apaan sih kamu,"mundur dengan memegang baju handuknya
"hahaha,berharaplah!bahkan kau tidak membuatku nafsu padamu,"beranjak berdiri mendekati kasur
"heh kau,sialan!siapa yang mau gituan sama kamu,dasar otak mesum!" kata nafiza melempar remot
"siapa yang otak mesum,dasar wanita jadi"an,"melirik nafiza tajam
"hah menyebalkan,apa yang salah padaku,"cemberut melihat tubuhnya sendiri
"hah,sudahlah!pikir saja sendiri,"memajamkan mata diatas kasur
Nafiza melotot mendengar jawaban digta,dia menggerutu memaki digta,semakin kesal saat melihat digta memejamkan mata dengan santai.
Disaat digta dan nafiza mulai menyesuaikan statusnya,terlihat seorang pria yang gelisah dipojokan sebuah restoran.mukanya semakin kesal saat melihat video dihpnya.rasa yang dulu berangsur pudar saat pacaran dengan nabil tapi mulai kembali lagy.rasa cemburu mulai datang saat merasa keakrapan digta dan nafiza.
"ada apa denganku,kenapa aku kesal melihat nafiz dan suaminya," mulai berkata dalam hati
"ayolah,kaukan sudah punya nabil,kenapa kamu merasa seperti ini,"mulai memaki dirinya sendiri
"bukankan nabil adalah wanita yang baik,bahkan dia sangat cantik."mulai mengingat nabil
"nafiz,knapa kau membuatku seperti ini,kenapa kau hanya menggapku sahabat?" melihat video dihpnya lagy
"kenapa tidak aku,kenapa harus orang ini,"memencet mencet foto digta
"kenapa,kenapa kalian membuatku gila,"kata david menggenggam hpnya.
__ADS_1
"hemz,sepertinya aku harus merebut nafiza sekarang,sebelum nafiza benar" mencintai suaminy,"niat jahat david mulai datang
"lagi pula nafiza tidak mencintai suaminyakan,"tersenyum menatap foto nafiza
Entah apa yang merasuki hati david sampai bisa berfikir sepicik itu,tidak memperdulikan 3 hati yang mungkin akan terluka dengan keegoisannya,salah satunya nabil,wanita yang dengan setia menemaninya,menghibur saat dia sedih,dan tersenyum saat dia bahagia.
"aku akan selesaikan nabil dulu,"menyenderkan kepalanya kepenyangga kursi
"aku harus bicara dengan nabil
"apapun itu aku harus membuat nafiza berbalik menyukaiku,"memejamkan mata membayangkan muka nafiza
tak tik jahat mulai berlarian dipikiran david,mencari cari alasan agar berpisah dengan nabil dan bersama dengan nafiza.keegoisannya mengalahkan lembutnya hati david.ambisinya membuat mata hati david tertutup.
David mulai mengambil hp disampingnya,mencari cari nmor hp yang bahkan masih diberi nama "sayang".mengetikkan pesan singkat pada gadis itu.
"lagi apa,bsok kekampuskan,"kata dipesan itu
"lagy,mau tidur,ada apa sayang?" menjawab balik pesan david
"gpa" aku cuma mau ngomong,"mengetik dengan mantap
"besok kamu juga tau,q tunggu besok dikantin.selamat malam,"mengakhiri pesannya
"baik selamat malam syang,mimpi indah.
Pesan terakhir ditelah dibaca david tapi david tak berniat membalas,dia mulai bergegas parkiran dan menuju mobilnya.diperjalanan dia mulai berfikir,mencari cari alasan.menyusun kalimat untuk memutuskan hubungannya dengan nabil,cintanya pada nafiza yang sejak dlu terpendam kini semakin menggila,menutup hati nuraninya untuk tidak memperdulikan perasaan nabil dan memilih mengejar nafiz yang sudah jelas mempunyai suami.
Sedangkan dikamarnya nabil masih sibuk dengan hpnya.menduga duga apa yang akan kekasihnya katakan padanya.berharap pujaan hatinya membalas pesan singkatnya,namun tak kunjung ada balasan.dia menggulung gulung badannya kekasur hingga dia terlelap dengan sendirinya.
Senja mulai datang,nabil mulai beberes,mandi sarapan dan melanjutkan menuju kampus,hatinya sangat senang tak sabar mendengar pengumuman magangnya,ditambah dia sangat bersemangat karna kekasihnya ingin mengatakan sesuatu.dia mengandai ngandaikan sesuatu yang baik dari kekasihny.
Detikpun berlalu,mobilnya sudah terparkir diparkiran kampus,langah kaki semangatnya mengarungi ruangan demi ruangan.didepan kantin dia sudah bisa melihat kekasihnya yang sudah duduk santai disebuah kursi,suasana masih sepi,bahkan baru 1 atau 2 orang yang terlihat disana
"selamat pagy sayang"menepuk bahu mengagetkan david
"eh,kamu sudah sampai,"memanggil dengan sebutan kamu
__ADS_1
"kenapa,mau bicara apa?kangen ya,"sifat manjanya mulai muncul
David terdiam,merangkai kata yang harus disampaikan.mulai melihat wajah nabil yang sedang minum sebuah jus
"maaf,aku mau putus," kata david menundukkan kepalanya
Nabil memuntahkan jus dihadapannya saat mendengar david mengucapkan kata putus
"apa,sayang jangan bercanda seperti itu!,aku kaget tau,kamu itu! "bibirnya tersenyum tapi mukanya pucat
"aku serius nabil,aku mau kita putus,"menyentu sedikit tangan nabil lalu melepaskannya
"maafkan aku,"kata david menunduk lagy
"apa salahku,"kata nabil mulai meneteskan air matanya
"kamu tidak slah nabil,aku yang salah,"kata david menghapus air mata nabil
"kenapa?kenapa kau mau kita putus," memandang tajam arah david
"karna aku tidak bisa melupakan nafiz,"jawab david yakin
"apa nafiz,bukankah dia sahabat kita,kanapa ?"tangisnya mulai tak terbendung
"karna aku mencintai nafiz,jauh sebelum aku mencintaimu"kata david melirik nabil
"apa!apa kau bilang!mencintai nafis,"menggebrak meja didepaannya
"iya aku mencintai nafiz,"mencoba mengalihkan pandangan
"apa,lalu apa arti hubungan kita selama ini,bahkan nafiz juga sudah menikahkan,"teriak nabil mulai kesal,mendengar apa yang dikatakan david
"aku akan membuat nafiz mencintaiku,"mulai berdiri dihadapan nabil
"baiklah,kau memang sudah gila,kau sangat gila,"kata nabil mulai berdiri
Seketika nabil mulai berlari,meninggalkan david yang bersikap biasa,kata kata david menghancurkan harapan indahnya.berlari,dan menghapus air matanya bahkan tanpa sapu tangan.
__ADS_1
Pengumuman akan segera disampaikan pihak kampus,nabil berdiri masih dengan sedikit air mata dipelupuk matanya,menutup separuh matanya agar tak terlihat teman"nya.nafiza sudah terlihat disanan,tersenyum manis menunggu hasil keputusan.tak mesara kalau nabil mempertahikannya.nabil melihat nafisa dengan sorot mata yang berbeda.sorot kebencian yang tidak biasanya