
sudah hampir setengah jam mereka melajukan mobil dengan kencang.digta yang semakin panik saat nafiza hampir saja menabrak pembatas jalan.mobil nafiza serontak berhenti beberapa saat,belum sempat digta turun melihat keadaan nafiza mobil nafiza sudah jalan lagy,digta yg sudah hampir membuka mobil langsung tancap gas lagy menyusul nafiza
"heh,kau ini kenapa,kenapa kau ngebut begitu,haduch,"perasaan digta mulai mengacau
"ya tuhan tolong selamatkan nafiza,"hatinya semakin gelisah
"apa ini ada hubungannya dengan kejadian dikantin tadi,"mulai teringat kejadian dikantin
Pikiran digta semakin kesal pada nabil.
"siapa wanita itu,menyebalkan sekali.berani sekali dia."memukul stir dengan keras.
Digta melajukan mobilnya dengan penuh kecemasan.terus memperhatikan mobil nafiz dari belakang.sementara nafiz masih hanya fokus dengan perkataan nabil,tidak memperhatikan jalan
Tak lama setelahnya mobil nafiz sudah ada digarasìi,mengambil hp yang terjatuh dikolong dan bergegas masuk rumah,berjalan melangkahkan kaki menuju kamar,tak menghiraukan mama mertuanya yang menyapanya
" nafiz,kamu sudah pulang?"memalingkan wajah kearah nafiza
"nafiz," panggil mama lagy
Nafiz hanya terdiam melanjutkan langkah menaiki tangga.mama mertuanya mulai bingung dengan sikap nafiz yang tak seperti biasa.tak lama kemudian digta mulai bergegas masuk.melangkahkan kaki setengah berlari menyusul nafiza.
"digta,nafiz kenpa?"kata mama khawatir
"entah ma,aku juga belum tau,"kata digta mulai melihat mama
"kamu ngerjain nafiz lagi ya,kamu itu.jangan seperti itu sama nafiz,"kata mama mulaii jengkel
"enggak ma,tadi dikantin ada kejadian menyebalkan,"kata digta
"kamu apakan nafiz sampai dia marah seperti itu,"kata mama menyalahkan digta
"bukan aku ma,entah siapa aku jga g kenal,"kata digta mulai kesal.
"udah ma,digta mau keatas dulu,"digta mulai naik tangga.
Digta hanya menduga apa yang dilakukan digta,sementara nafiza yang sudah dikamar mulai mengambil hp ditasnya.melotot saat melihat beberapa panggilan tak terjawab dari digta.dan tak lama digta sudah ada didpan pintu kamar mandi
__ADS_1
"digta,kenapa dia menelfonku sampai berkali kali.ada apa,"kata nafiz dalam hati
"grek."pintu mulai terbuka
"digta,kamu sudah pulang,"kata nafiz mulai berdiri
"kamu ini kenpa,mengebut dijalan seperti itu,mau mati ya,"kata digta meledek
"siapa yang mengebut,aku tidak mengebut kuk."kata nafiz mulai berbohong
"tidak ngebut,bahkan kau hampir menabrak pembatas jalan."kata digta mulai kesal
"Heh kenapa kau tau,"mulai keceplosan
"kau mengikutuku ya,"kata nafiz melototi digta
"hah,siapa yang mengikutimu.kebetulan saja mobilku ada dibelakangmu.jangan pd dlu kau.memang siapa kau sampai aku harus mengikutimu,"kata digta sewot
"lalu kenapa kau menelponku dari tadi,"menunjukkan panggilan darinya
"hah,aku hanya ingin kau memakkan nasi goreng untukku,aku ingin nasi goreng yang waktu itu,"kata digta mencari alasan
"bibi,hah kaukan istriku,kenpa aku harus menyuruh bibi,sna masak nasi goreng untukku,"kata digta menarik tangan nafiza
"ah,digta.jgan sekarang ,aku benar benar sedang malas,"nafiz mulai merengek
"aku tidak perduli,aku lapar!"kata digta sewot
"digta,kenapa kau ini menyebLkan sekali sih,"kata nafiz mulai kesal
Dengan muka kesalnya akhirnya nafiza melangkah menjauhi digta,bergegas kedapur untuk memasak nasi goreng untuk digta.mertuanya yang melihat nafiza mulai mendekati,penasaran tentang sikap nafiza tadi
"nafiza kamu mau ngapain?kata mama mulai mendekat
"eh mama,ini ma digta minta dibuatkan nasi goreng,"kata nafiza sambil cemberut
"heh,tumben digta minta dimasakin kamu,"kata mama heran
__ADS_1
"gak tau ma,padahal nafiz lagy malas ngapa"in."kata nafiz sedih
"nafiz kenapa?ada masalah?"kata mama menepuk bahu nafiz pelan
"nafiz berantem ma sama pacar sahabat nafiz."kata nafiz mulai curhat
"kenapa?"kata mama curhat
"gak tw ma,beberapa hari ini dia nyuekin nafiz,bahkan hari ini dia menjegal kaki nafiz,nafiz sampai menjatuhkan jus dijas digta,"kata nafiz jengkel.
"lho dia satu tempat magang sam nafiz?"kata mama brtanya.
Nafiz hanya mengangguk ,terdiam tak menjawab pertanyaan mamanya.menyelesaikan masakannya dan menaruhnya dalam piring
"ma,nafiz naik dulu ya."menatap mamany
"ya sudah kamu istihat dulu,"kata meme membelai rambut nafiz
"iya ma,selamat malam mama,"kata nafiz tersenyum manis.
Nafiza mulai menaiki tangga,menyerahkan sepiring nasi goreng kepada digt
"ini nasi gorengmu,"kata nafiz menyodorkan piring
"hemz,"hanya bilang hemz
Nafiza kembali menuju kasur.merebahkan tubuh dikasur.tiba tiba digta mendekat.menarik selimut yang dipakek nafiz
"heh apa yang kamu lakukan?sana mandi,dasar jorok,"kata digta menarik kaki nafiz
"ah digta,lepaskan kakiku,menyebalkan!" menendang nendang tangan digta
"ayo cepet mandi,kau ini!tersenyum menarik kaki nafiz hingga nafiz kejatuh
"ah,digta.sakit tau,"kata nafiza kesal.
"makanya sana mandi,"kata digta tegas
__ADS_1
Nafiza melototi digta,mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandi.sementara digta mulai makan nasi yang digoreng nafiza.malam itu berlalu masih dengan nafiz dan digta yang masih berdebad satu sama lain dan tidak ada yang mau mengalah.