
matahari sudah mulai menampakkan sinarnya,kicauan burung mulai bersautan tidak mau mengalah satu sama lainnya,digta mulai terbangun setengah sadar,meraba raba wanita yang dicintai tapi ternyata tidak ditemukan,mulai membuka matanya,duduk dan melirik kanan dan kirinya tidak menemukan nafiza
"nafiza,"memanggil nama istrinya,masih dengan mata setengah terbuka
Tak ada jawaban sama sekali,mencoba memanggilny lagi tapi tetap nafiza tak menyaut,digta sudah hampir beranjak tapi terduduk lagi setelah mendengar bunyi kran dari kamar mandi.
"hemz,ternyata dia lagi mandi,oiya bukankan hari ini dia mulai masuk kuliah setelah beberapa lama libur,"mulai mendekati kamar mandi,menyenderkan badannya didepan pintu dengan mata yang masih ngantuk menunggu istrinya.
"bruk"....terjatuh saat tiba tiba nafiz membuka pintu
"aduch,,,"mulai merintih kesakitan saat jidatnya mengenai lantai kamar mandi
"digta,kamu ngapain,"tertawa melihat lucu kepada digta
"sayang,kenapa buka pintu tiba,"memanyunkan bibirnya mengusap usap keningnya yang agak kebiruan
"haha,siapa suruh didepan pintu!,"tertawa girang meledek suaminya
Digta mengambil handuk dari tangan nafiza,masuk kamar mandi dan tak lama terdengar air mengalir dari keran,masih menatap cerminnya melihat bulatan kebiruan gara gara kejadian barusan,nafiza mulai bergegas memakai baju,tak lupa menyiapkan baju kerja untuk digta,bibirnya masih tersenyum lebar mengingat kelucuan yang diciptakan digta.
"digta,nanti aku bawa mobil sendiri ya,"memulai percakapan setelah melihat suaminya itu keluar dari kamar mandi
__ADS_1
"apa tidak diantar saja,"sahut digta berdiri didepan kaca,bingung mencari akal agat biru dijidatnya yang putih tidak terlihat orang lain
"hah,bagaimana ini,tidak mungkinkan aku kekantor seperti ini,mau bilang apa jomblo akut itu!pasti dia meledekku!"mengeryitkan wajahnya membayangkan tawa puas ikbal
Nafiza hanya menggeleng melihat tingkah digta,mulai bergumam sendiri dalam hati
"haduch,dia itu ngapain sih!cuma kena kaya gitu aja bingung,"tertawa sendiri mengerti apa yang dipikirkan digta
"sayang,kenapa mLah ketawa!bukannya cari cara,"ikut menggerutu mengibas ngibaskan poninya menutupi memarnya
Nafiza mulai jengkel,mulai melangkah mengambil sesuatu,mendekati digta dan mulai mengoleskan ckim dijidadnya,
"hem,apa tidak bisa pelan sedikit,"mengeryikan wajahnya menatap nafiza
Digta hanya terdiam,menatap istrinya dalam dalam,sekali lagi tersentuh melihat perhatian istrinya,memegang tangan nafiza,mulai mendekat dan mencium mesra bibir istrinya membuat muka istrinya kembali memerah
"makasih sayang!,"tersenyum mendekatkan lagi wajahnya mencium kening istrinya
"sudah sudah,senang sekali sih menciumku,hehe,"tertawa ,melangkah menjauhi digta.alasannya karna kalau kelamaan disamping digta pasti hatinya langsung berdetak kencang,apa lagi kalau digta menciumnya,muka tomatnya pasti langsung keliatan.
Mereka mulai menuruni tangga,jalan berdampingan bak pengantin baru yang baru saja menikah.digta menggandeng tangan nafiza sesekali mencium tangan halus yang digandengnya,baru saja sampai ditengah tangga muka digta sudah mulai masam,berhenti enggan melangkah lagi.terlihat sosok wanita yang berdiri disamping mamanya dengan sikap yang sok akrab ditaman belakang.rambutnya hitam lurus,wajahnya putih halus tanpa jerawat.ditambah lagi dengan gaya penampilannya yang glamor,baju dan hak tingginyapun juga terlihat mahal membuat wanita itu terlihat menjadi sangat sempurna
__ADS_1
"hah,untuk apa lagi sih dia kesini!pasti ujung ujungnya bikin masalah,"menggelengkan wajahnya merasa tidak senang
"wah siapa dia cantik sekali,apa mama mengundang seseorang?"masih mencoba menebak karna belum jelas saat melihatnya,mukanya juga masih terlihat samar samar karna belum terlalu dekat.mengeryitkan wajahnya masih penasaran dalam hati
Nafiza mulai menatap digta,agar ragu saat waktu ingin bertanya!semakin penasaran karna tiba tiba wajahnya berubah kesal saat melihat wanita itu.
"ah,sebenarnya siapa sih wanita itu,kenapa dia bisa seakrab gitu sama mama!ya emang sih mama tu baik,jadi gampang akrap sama siapa aja.tpi kuk beda ya!bahkan mama kuk sempet meluk dia tadi!"masih sibuk sendiri dengan pikirannya yang tak pasti
"digta,dia itu siapa,"melengoskan wajahnya melirik wanita disamping mamanya
"pengganggu,"kata digta menjawab pertanyaan nafiza
"terus kenapa kita berhenti disini,"mulai binggung menyadari apa yang mereka lakukan
Mendengar itu digta tersenyum lagi,mulai melangkahkan kakinya menggandeng nafiza,tanpa ingin bertemu dengan wanita itu digta langsung mengajaknya digarasi mobil.dan segera membukakan pintu untuk istrnya
"digta kita gak makan dlu,"nafiza tergelak menunjuk dapur,
"kita sarapan diluar aja sayang,aku pgen sarapan berdua aja,"mulai mencari alasan agar nafiza tetap diam tidak membahas wanita barusan
"hah,sebenarnya karna aku malas ketemu sama cew ganjen itu!pasti nanti ujungnya bikin masalah!apa lagi kalo nafiz denger omongan nyinyirnya,pasti nafiz bakal gak nyaman,"berkata dalam hati tidak ingin istrinya terganggu dengan wanita pengganggu itu.
__ADS_1
"hah,sebenernya siapa sih cew tadi,apa tadi itu vina,makanya digta pergi ngindarin dia?"bergumam dalam hati makin penasaran dengan tingkah digta
Sepanjang jalan Nafiza hanya terdiam,mulai mengeryitkan mukanya karna kesal,mulai menatap digta dengan wajah penuh penasaran.