perjodohan yang berakhir kasih

perjodohan yang berakhir kasih
ulang tahun digta


__ADS_3

Pagi sudah mulai datang,semua pelayan sedang sibuk memasak.nafizapun mulai turun,melakukan apa yang biasanya dia lakukan saat libur kuliah.tangannya asyik memotong motong sayur dan mulai memasak.sreng sreng sreng....


"wah nafiza,kamu sudah bangun?hemz sepertinya harumnya enak!"mendekati nafiza dengan senyum lebar


"hemz,iya dong ma!ayo cicipi ma,"menyodorkan hasil makasakannya dengan sendok


"emz,enak enak kamu memang jago masak nafiz,"mengacungkan jempolnya pada nafiza


"eh,sepertinya sudah matang ma,ayo kita makan dulu"mulai memasukkan masakannya dimangkuk sayur


Mereka berjalan menuju ruang makan,langkah kaki mama terlihat sangat semangat.ayah dan digta sudah berada dimeja makan,menunggu sarapan sambil sesekali memainkan hp masing masing,mama mulai meletakkan makanan diatas meja


"selamat pagi semua,ayo kita makan.semua ini yang masak nafiz lho,"


"wah,pasti enak!" kata ayah mulai mengambil nasi


"ayo makan digta,masakan nafiz enak lho"melirik arah digta yang masih asyik dengan hpny


"iya bu,"mulai makan tanpa berkomentar


Sementara nafiz masih memandang digta,melotot dan memancungkan mulutnya.masih jengkel dengan kejadian semalam,sesekali nafiza masih terlihat mengusap usap bibirnya dengan tangan.mertuanya mulai penasaran dengan tingkah menantunya itu


"nafiz,kamu kenapa?"mulai melihat menantunya


"eh,tidak ma,tidak papa."memang senyum palsu


"kenapa tidak makan,"ayah ikut menyahut


"tidak apa apa yah,nafiz belum lapar,"sambil memegang perutnya


"sebenarnya aku lapar,tpi nafsu makanku hilang karna digta,"bergumam dalam hati masih kesal dengan kejadian semalam.


"digta nanti kita makan malam ya,mama sudah menyiapkan pesta kecil untuk kita"kata mama melihat digta


"makan malam dimana ma,aku sedang tidak ingin mengadakan pesta hari ini,"muka digta mengerut


"ayolah hanya makan sekeluarga saja,"kata mama merayu


"aku sedang tidak....

__ADS_1


"heh kau,kenapa kau tidak punya hati sekali sih!bahkan mama sudah menyiapkan dari kmarin,"memotong perkataan digta.


nafiza tau apa yang akan dikatakan setelah nafiz berbicara seperti itu.digta memang harus dipaksa dengan sedikit jahat.digta diam sesaat memandang mama yang menghentikan makannya.mencoba melerai nafiz dan digta


"sudah sudah,jangan seperti itu nafiz,mungkin digta sedang lelah,"memegang tangan nafiz agar berhenti bicara


"baiklah,nanti kita makan malam,"kata digta kepada mamanya


"hemz baiklah,nanti mama kasih tau tempatnya,"senyum mama mulai melebar


"baik,digta berangkat kerja dulu ya ma yah."melangkah menuju garasi.


Ayah diam dan hanya tersenyum,sepertinya ayah sudah mulai mengerti trik yang dilakukan untuk membujuk suaminya.waupun dengan kata yang agak kasar,ayahmu bergegas,ikut melangkah menuju garasi dan berangkat kerja.


"ma ayah berangkat juga ya,"berdiri sambil mencium kening istriny


"nafiz,ayah berangkat ya,"melambaikan tangan kepda nafiz,


"hati hati ayah" nafiz dan mama kompak menjawab


SEperginya ayah dan digta nafiz memutuskan kembali ke kamar dan sementara mama sibuk memesan meja untuk makan malamnya,mempersiapkan makan malam sesempurna mungkin.


"hah,kenapa bisa ya aku menyentuh bibinya semalam,"berkata dalam hati memegang bibirnya sendiri,


"kenapa aku sesenang ini,apa aku ....


"hah apa yang ku pikirkan ,mana mingkin aku jatu cinta dengan cew tomboy itu,bahkan dia jauh dari tipeku," mulai kesal dengan pikirannya sendiri


Kedatangannya ikbal mengagetkan digta yang sedang melamun dengan pikiran mustahilnya


"heh kau melamun ya,"apa yang kau pikirkan


"kau,kenapa masuk tanpa mengetuk,"bergegas duduk tegak melupakan lamunannya


"apa!sepertinya kau butuh memeriksakan telingamu,sudah berulang kali aku mengetuk pintu tau!kau melamunkan apa sih"kata ikbal kesal


"ada apa?"menjawab ketuz


"minta tanda tangan,persetujuan anak magang dari universitas XX,"menyodorkan daftar nama peserta magang

__ADS_1


digta langsung merebut kertas didepannya,membaca dan terlihat tersenyum.tanpa berkomentar langsung menandatangani,tidak seperti biasa


Hari sudah mulai sore,nafiz dan mertuanya bergegas menuju toko kue,membeli kue tart untuk digta.mereka memilih milih kue,butuh waktu lumayan lama hanya untuk menentukan model kue


"Ma,yang ini saja!ini sederhana tapi cukup menarik!akhirnya menemukan kue tart yang sedari tdi diincar nafiz


kue sudah terbungkus,mama memberi tw tempat restoran pada digta.mama dan nafiza pun melaju menuju restoran yang dipesan mama.sesamapainya disna terlihat ayah sudah duduk dimeja pesanan mama,mama dan nafispun menyusul duduk menunggu kedatangan digta.disisi lain ada david yang sudah menyiapkan hpnya untuk merekam kejadian hari ini sesuai apa yang disruh nafiza.digtapun mulai terlihat,mama mulai menyalakan lilin.nafiz bergegar berdiri kedepan.melakukan apa yang sudah direncanakan.


Digta tersenyum mendengar mamanya menyanyikan lagu selamat ulang tahun.setelah itu menyanyikan titip lilin,tpi waktu digta mendekat akan meniup lilin,tiba" kaki nazifa maju kedepan menendang digta dengan sengaja hingga terjatuh.


"bruk," wajah digta jatuh tepat dikue yang dibawa mama


"digta,"teriak mama kawatir,


"nafiz, apa yang kau lakukan," memaki naifiz agak kasar


"maaf ma nafiz nggak sengaja,"menahan tawany dalam hati


Pandangan orang orang disekitarnya sudah tertuju pada digta,mereka tertawa menggelikan


digta bergegas bangun dan memandanga orang",menyadari kenapa mereka tertawa.dengan muka kesal dia mengambil sisa kue kearah muka nafiza,meremas"nya hingga merata....semua terdiam,begitu juga ayah dan mama.beberapa waktu digtapun mulai tertawa lepas,


"hahaha,liat mukamu itu jelek sekali,"melihat nafiza dengan kue dimuka nafiza.


"kau seperti badut,hahaha,"tawa digta menepuk pipi nafiza.


Mama kaget dengan apa yang terjadi,digta tidak marah.dia malah tertawa lepas seperti itu.bahkan baru kali ini mama melihatnya tertawa sesenang itu,air matanya pun mulai menetes


"hahhaha,kau lucu sekali,"kembali meratakan kue dimuka nafiz.


"ah,digta sudah....bahkan kau jga seperti badut tau,hahaha,"tawa nafiza menbalas apa yang dilakukan digta.


Dan kejadian itu menjadi saksi,kejutan apa yang diharapkan digta selama ini.sementara mama melirik nafiza,mulai mengerti apa yang dimaksud nafiza.merekapun akhirnya pulang dengan muka yang masih penuh kue,tertawa dengan puas tanpa ada orang yang mengenalnya.mereka tidak jadi makan malam dan hanya memesan makan untuk makan bersama dirmah bersama para karyawan


Sementara disana david masih tertawa mengingat apa yang nafiza lakukan dengan suaminya.


"dasar kau,suamimu saja kau jahili sampai seperti itu,"tertawa menuju parkiran.


"jadi itu jambu air,suami nafiz yang dijodohkan dengannya.spertinya mereka terlihat cocok.hahaha...."tertawa dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2