perjodohan yang berakhir kasih

perjodohan yang berakhir kasih
perbedaan sikap nabil


__ADS_3

semua mahasiswa sudah mulai ramai,pihak kampus sudah dengan keputusannya.nafiz melihat lembaran kertasnya,dan membaca beberapa daftar nama yang magang dengannya.tak lama kemudian mukanya berubahh merah, meliahat perusahaan digta tertulis dikertas itu


"pak kanap saya magang disni"kata nafiz mulai protes


"memang kenapa vatin?kau tau perusahaan itu,"memanggil panggila nafiz dikampus


"ti,tidak pak,tapi sepertinya saya tidak terlalu pintar untuk ada diperusahaan ini,"kata nafiza menutupi kenyataan


"siapa bilang,kamu itu cukup pintar vatin,makanya kamu bisa masuk perusahaan itu,"kata dosen memuji nafiz


"tapi pak saya,"mulai mencari alasan


"sudah vatin,ini sudah keputusan kampus


Nafiza terdiam mendengar kata dosennya.mulai menggerutu dalam hatinya.


"hah,kanapa aku harus magang diperusahaan digta sih!,ih menyebalkan," menggerutu dalam hati


"melihatnya diruamah saja sudah membuatku sebal bagaimana kalau melihatnya dikantor juga,"memprotes dalam hati


"kenapa bisa kebetulan seperti ini,"


nafiza terus menggerutu dalam hatinya,sikap kesalnyapun mulai terlihat.tak disangka pandangannya tertuju pada nabil,nafiz tersenyum mulai mendekati nabil.sikap nabil yang tidak seperti biasanya,menghindar memilih menjauhi nafiza.


,"nabil,kau mau kemana?"kata nafiza tersenyum


nabil hanya terdiam,berjalan tak memperdulikan nafiz


"nabil,kau mau kemana?"kata nafiz mulai mengejar nabil

__ADS_1


nabil tetap berjalan tanpa menjawab


"nabil besok kita 1 tempat magang ya,senangnya,"kata nafiza tersenyum


"tidak tau,jawab nabi ketus


"lihatlah "kata nafiz menunjuk kertas yang dibawa nabil


nabil tak menghiraukan nafiza,nafiza terus mencoba menunjukkan kertas yang dibawa nabil


"nabil lihatlah dulu,kta 1 tempat magang tau,"mengambil selebaran ditangan nabi


"aku bilang aku tidak tau,"kta nabil merebut kertas miliknya


"nabil kau kenapa?kenapa kau berteriak padaku?"kata nabil mulai khawatir,


"sudahlah nafiz jangan menggangguku" kata nabil melangkah pergi


"berhenti nafiz,aku bilang jangan menggangguq,"nabil mulai kesal


Nafiza hanya bisa terdiam,membiarkan nabil pergy dengan kemarahannya,tak tahu apa yang terjadi pada nabil,diapun mulai membalikka arahnya diparkiran.membuka mobilnya dan bergegas menjauhi kampus.diperjalanan nafiz masih terdiam memikirkan sikap nabil yang agak kasar padanya.sesamapainya dirumah,nafiza memutuskan untuk segera kekamar,karna kedua mertuanya pergy keluar kota untuk beberapa hari.suasanay rumah terlihat sepi.


selesai mandi,nafiza merebahkan badannya dikasur sengaja menunggu digta pulang dari kantor.diapun terlelap untuk sesaat,memimpikan sesuatu yang mungkin saja aneh.selang beberapa waktu digta sudah ada didepan pintu kamar,melihat nafiza yang sedang tidur pulas,diapun masuk kamar mandi.nafiza pun terbangun saat mendengan gemercik air mulai mati.tak lama digta keluar dari kamar mandi,terkaget saat melihat nafiza sudah duduk disofa


"hey,kau sudah bangun cew jadi"an,"kata digta tersenyum


"apa kau bilang,dasar jambu air,"mulai memanggil digta jambu ait


"berhenti memanggilku jambu air,"kata digta kesal

__ADS_1


"berhenti juga memanggilku cew jadi"an,"kata nafiz tak kalah kesal


"kalau begitu lepaskaƱ ikatan rambutmu itu,"melepas tali rambut nafiza dan melemparnya sembarangan


"hey tali rambutku,kau ini menyebalkan," mencari cari tali rambutnya


tali rambutpun tidak ketemu,nafiz mulai melihat arah digta


"digta kenapa aku bisa magang ditempatmu,"menyodorkan kertar dihadapan digta


"magang ditempatku,siapa yang memperbolehkan wanita sepertimu magang diperusahaanku,"mulai membaca tulisan dikertas


"mana ku tahu,aku juga tidak mau magang ditempatmu,"kata nafiza sewot


" hah,apa apaan ini kenapa ikbal menentukan tanpa minta persetujuan dariku,"melempar kertas sambil tersenyum tipis


"siapa ikbal,bukankan kamu yang menentukan kenapa kamu tidak tau?"kata nafiza


"ikbal itu sepupuku,semua kerjaan kantor dia yang hendel,"membuat alasan ikbal sebagai kambing hitam


"jadi kamu tidak tau?"kata nafiza ketus


" hahaha,tentu saja aku tidak tau,kalau tau aku tidak akan mengijinkan wanita sepertimu masuk kekantorku,"bicara membelakangi nafiz


"hey,memang ada apa denganku,dasar menyebalkan,"memukul bahu digta keras


"awas saja kau kalau sampai orang dikantorku tau kalau kau istriku,bisa rusak repotasiku,"kata digta mengejek


"apa kau bilang,bahkan aku jga tidak mau mereka tau kalau aku istri pria tengil sepertimu."

__ADS_1


nafisapun bergegas keluar kaluar kamar,memilih untuk makan malam untuk mengakhiri perdebatannya dengan digta.digta mengikuti langkah nafiza ingin mengetahui apa yang dilakukan nafiza.dimeja makan nafiza mulai menggigit buah yang didpan matanya,sedangkan digta memilih makan malam dengan menu yang sudah disiapkan pelayan sambil menahan tawa saat melihat nafiza yang memaksakan makan buah sementar mukanya masih memerah karna kesal dengan sikap digta.makan malampun berakhir tanpa ada percakapan.keduanya kembali kekamarny,digta masih menahan tawanya didepan nafiza dan pada akhirnya mereka terlelap sambil saling membelakangi satu sama lain


__ADS_2