perjodohan yang berakhir kasih

perjodohan yang berakhir kasih
perbedaan sikap nabil part 2


__ADS_3

malam semakin larut,ketika nafiza dan digta sudah terlelap dengan mimpi indahnya maka nabil dikamarnya masih termenung,berharap apa yang dikatakan david adalah sebuah mimpi buruk.mimpi yang saat dia bangun akan normal kembali.tangisan masih menyeruak,tisu berhamburan dimana",perkataan david membuat harapannya hancur.dia hanya menangis dan menangis,tidak menyangka david segila itu,berulang ulang meneteskan air mata tanpa disadari.begitu lelahnya hingga dia tertidur tanpa ketenangan dihatinya


Malam kini berganti senja,nabil dengan kantung mata yang menggantung mulai terbangun.beberes karna hari ini mulai magang.rasa kesalnyapun mulai muncul mengingat nafiza 1 tempat magang dengannya.tidak hanya sekali aatau 2 kali tapi setiap hari nabil akan bertemu dengan nafiz,wanita yang dicintai mantan kekasihnya,yang membuat mimpi indahnya bersama david berubah menjadi mimpi buruk untuk dirinya sendri.menyeret langkah beratnya menuju kamar mandi


Sementara dirumah digta,nafiza sudah bangun dengan ceria,ingin melewati magangnya dengan semangat!dia berlari kekamar mandi lebih dulu dari pada digta.


"digta aku mandi duluan ya,"kata nafiz,merebut handuk yang ada ditangan digta


"hey,kau pakai handukmu sendiri,"kata digta sewot


" handukku ada diluar,"menunjuk teras kamarnya dan berlari kearah kamar mandi


"ah,jangan mengotori handukku dengan bau tbuhmu," kata digta merebut handuk yang dipegang nafiza


"heh,lepaskan handukmu,"memukul tangan digta keras


"hah,dasar kau!kenapa kau selalu menyebalkan begitu,"kata digta mulai menggerutu


"tidak bisa apa selembut wanita yang lain,menyebalkan sekali,"bergegas keluar teras mengambil handuk nafiza


Digta masih sibuk dengan gerutunya,dan naafiza hanya tersenyum mendengar gerutu digta,bernyanyi nyanyi sambil menyiram air ketubuhnya

__ADS_1


"nafiz,cepat keluar! aku mau mandi tau,"kata digta mendobrak dobrak pintu kamar mandi


"iya iya sebentar,"menjawab sewot


Tak selang berapa lama nafiza mulai keluar,tersenyum dan melewati digta yang masih berwajah kesal.


Dengan semangat nafiza beranjak turun melalui tangga,mendekat arah meja makan dan mulai mengambil roti didepannya.tak selang lama digtapun mulai turun menyusul nafiza


"digta,jangan bilanga aku istrmu ya dikantor nanti.aku tidak ingin para karyawanmu menghormatimu sebagai istrimu,aku ingin dihargai karna kinerjaku.,"kata nafiza tersenyum pada digta


"pd sekali kau,siapa juga yang mau mengakuimu sebagai istriku,"menjawab nafiz tanpa melihatnya


"hah,memang segitu jeleknya ya aku,"melihat tubuhnya sendiri.


nafiza sudah habis dengan sarapannya,dia bergegas keatas,mengganti pakaian dan sepatu yang dibelikan mertuanya dan menyisir rambutnya membiarkan terburai.Digta melongo melihat penampilan nafiza yang jauh dari biasanya.dia tampak cantik dengan baju dan rambutnya yang terburai.


"heh,kenapa melototiku seperti itu,"menyadari bahwa digta melihatnya


"siapa yang melototimu?,pd sekali kau"memalingkan wajahnya


"sial kenapa dia terlihat cantik hari ini,"kata digta dlam hati.

__ADS_1


Merekapun bergegas menuju garasi,melajukan mobil masing masing menuju kantor.digta terlihat tersenyum mengingat penampilan nafiz pagy ini,mereka melajukan mobil berirngan dan akhirnya sampai dikantor digta.nafiza dengan semangat masuk kekantor digta,mengagumi besarnya kantor digta dan mendekati teman magangnya yang sudah dudduk diruang tunggu.mendekati nabil yang menatapnya agak sinis


"nabil,kamu sudah datang ya,"kata nafiz tersenyum


nabil hanya terdiam tanpa membalas senyuman nafiz membuat nafiza semakin penasaran


"nabil kamu kenapa sih,kuk sewot gitu ma aku,aku punya salah ya,"kata nafiza memeganga tangan nabil


"tidak,kamu tidak salah,aku yang salah,"kata nabil melepaskan tangan nafiza


"terus kenapa kamu begini,"kecemasan mulai terlihat


"sudahla nafiz,berhenti menggangguku,"berdiri melangkah menjauhi nafiza


"nabil kau mau kemana?" mencoba menahan dengan tangannya


"lepaskan nafiza,aku bilang jangan menggangguku,"melepas tangan nafiza lagi


Kali ini nabil mendorong tangan nafiz cukup keras membuat nafiz mulai terdiam,menunduk mengingat apa kesalahannya dengan pada nabil tapi tak kunjung ingat.


"kenapa nabil seperti ini padaku,"melirik nabil sedih

__ADS_1


"kanapa dia merubah gitu ya,aku salah apa?"bertanya dalam hati


Nafiza melirik nabil,nabil yang menyadarinya langsung memalingkan wajahnya kearah lain.muka sedih nafisa mulai muncul,dia mengira ngira apa yang terjadi pada nabil.digta melangkah mulai masuk kantor,semua karyawan tertunduk menyapanya,dia mulai tersenyum membalas sapaan karyawan.matanya tiba tiba mengarah melirik nafiza,masih dengan senyum lebarnya.para anak magang membalas senyuman digta terkecuali nafiz,nafiz hanya terfokus memandang nabil yang merubah sikapnya jadi sedingin es,tak mengerti apa keslahan nafiza pada nabil.dia menunduk mengunci bibirnya tanpa senyuman diwajahnya.digta menyadari muka sedih nafiza,senyuman digta berubah jdi rasa penasaran,ingin segera mendekati dan menanyakan pada nafiza,namun terhenti mengingat pesan nafiza tadi.dia hanya bisa melihat nafiza yang masih menunduk.digta melangkah menuju ruangan dengan muka sedihnya.ingin segera tau apa yang terjadi pada nafiza,sedangkan nafiza masih terduduk dengan muka sedihnya


__ADS_2