perjodohan yang berakhir kasih

perjodohan yang berakhir kasih
bersabar


__ADS_3

Setelah selesai bebersih digta keluar dari kamar.berjalan tanpa arah mencoba mencari sosok istrinya.melewati beberapa kamar dengan penuh tanda tanya.


"aduh,aku dimana ni.kuk nafiza ga keliatan ya!"berhenti mulai bingung dimana harus berjalan


"apa aku balik lagi ya?haduh sayang!kamu dimana sih,"membalikkan badannya kembali mulai menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.


Digta kembali berjalan dengan rasa bingung.melihat satu persatu kamar yang dilewati.merasa tenang setelah melihat beberapa bunga yang tertanam dihalaman belakang.


"wah disini adem ya!pantes aja nafiza betah disini."tersenyum mulai berjalan menuju taman


"kaka ini kak digta ya!wah ganteng banget,"suara seorang anak gadis mengagetkan lamunan digta


"eh kuk tau nama kaka,"mengedipkan mata mulai tersenyum


"iya,aku liat digaleri foto kak vatin!kaka jelek banget waktu mukana kena kue,"tertawa girang saat mengingat foto dihp nafiz


"apa!hah ternyata benar ya dia udah ngrenacain waktu itu!buktinya dia punya fotonya"berkata dalam hati menggelengkan kepalanya tapi mulai tersenyum


"apa lagi videonya.lucu bgt deh,"kata bocah itu lagi sambil tertawa geli


"video apa dek?"mulai heran dengan apa yang dikatakan bocah itu!


"ya video kak.waktu kaka jatuh terus mukanya kena kue deh,hehehe


"apa!jadi dia bikin video juga!kenapa aku malah ga tau ya!"mendecak dalam hati tersenyum karna senang


"kaka kok disini sih?kaka cari kak vatin ya?"mulai menarik tangan digta hendak bersalaman


"eh iya!nama kamu siapa sayang!kamu cantik banget,"tersenyum menbalas jabat tangan bocah tadi

__ADS_1


"namaku nayla kak!iya donk!aku emang cantik.kak vatin aja kalah,"tersenyum malu menunjukkan muka genitnya


"eh eh,kak vatin juga cantik kok!dia itu wanita tercantiknya kaka,"tersenyum tidak mau kalah dengan sibocah


Dengan akrabnya digta dan nayla mulai bergurau.bocah kecil itu benar benar dapat menghibur hati digta sementara waktu dengan kelucuannya.begitu asyik hingga tak menyadari ada sepasang kaki yang sedang mendekati mereka


"haduch haduch anak bunda pintar sekali ceritanya,ngomong ngomong udah mandi belum"mulai tersenyum mengagetkan nayla


"eh bunda!belum bunda.dingin,"jawabnya dengan lirik manja


"kok belum sih!mandi dulu sayang!ini udah siang lho,"menyuruh tegas mulai menatap nayla


"iya deh bunda.nayla mandi dulu!kak digta nayla mandi dulu ya!nanti kita cerita cerita lagi,"menatap digta mulai melangkah


Digta hanya tersenyum melihat langkah lucu nayla.


"oh iya maaf bu!saya tidak tau!"tersenyum lebar mulai menggaruk garuk kepalanya


"gak papa kok mas,biasa saja!"tersenyum ramah mulai mendekati


"maaf juga bu,beberapa hari ini istri saya sudah mengganggu.!"mulai menunduk malu


"gak kok mas,mbak vatin gak ganggu.justru mbak vatin itu sangat membantu kami!anaknya cantik,baik,terus rajin lagi.mas beruntung punya istri kaya mbak vatin!"tersenyum lebar memuji nafiza


"iya bu saya sangat beruntung mempunyai istri seperti dia.saya sangat mencintainya!"matanya memerah,mulai berkaca kaca


"tapi saat ini istri saya malah gak mau ketemu sama saya bu!padahal saya sangat rindu!"mulai tersenyum menyembunyikan muka kecewanya


"sabar ya mas,mbak vatin itu bukan tidak mau ketemu sama mas!tapi belum siap ketemu mas!"mulai berbicara mencoba menenangkan

__ADS_1


"tapi dia marah bu saat tau saya kesini!"menatap bunda dengan pandangan nanar


"ya mungkin itu bawaan bayi mas,mbak vatinkan lagi awal awal kehamilan.biasanya lebih sensitif.gampang marah marah!ya walaupun gak semuanya,tapi kebanyakan begitu"mulai menjelaskan membuat digta mangut mangut


"iya sih bu,saya dengar orang hamil itu memang lebih sensitif,suka marah marah!tapi bagaimana kalo dia beneran marah sama saya bu,saya bingung bu!"mulai bercerita berharap mendapat solusi


"kenapa harus bingung!memang mas salah?"mengeryitkan wajahnya


"tidak bu.saya tidak salah.istri saya hanya salah paham!makanya saya kesini untuk menjelaskan!"


"kalo seperti itu,jelaskan baik baik sama mbak vatin!ibu gak tau apa permasalahan kalian tapi ibu yakin mbak vatin itu orang yang gampang memaafkan!"tersenyum lagi menatap digta


"tapi bu,bahkan istri saya tidak mau mendengar penjelasan saya bu!"menunduk lagi dengan mata yang masih berkaca kaca


"sabar mas!jangan terburu buru.biarkan hati mbak vatin lebih tenang.cari waktu yang tepat untuk membahas ini.


"sudah sudah,mari masuk!silahkan sarapan dulu!"ajak bunda mulai melangkah


"eh iya bu!maaf saya jadi cerita macam macam!"tersenyum mulai tidak enak


"gak papa mas,panggil saja bunda!anak anak disini biasa memanggil saya bunda!"


"oh iya!terima kasih bu,eh maksud saya bunda"melihat bunda dengan tatapan senang


Mereka berjalan beriringan menuju ruang makan!ternyata banyak anak anak ditempat ini,mereka sangat lucu dan lugu membuat digta tertawa riang saat mulai bergurau.sesekali menatap istrinya yang sudah duduk,sepertinya sudah mandi karna baju yang dipakai sudah berbeda.istri yang dicintainya kini sedang duduk disamping bunda dengan gamis berwarna crem dan hijab warna coklat,terlihat begitu cantik dan anggun.senyuman yang selama ini digta rindukan mulai terlihat membuat digta terpukau.


"ya allah nafiza cantik banget!terima kasih sudah memberikan istri sebaik dia!"mulai berkata dalam hati tidak memalingkan pandangannya dari arah nafiza


Sudah hampir 2 hari digta disana!namun sikap nafiza masih saja dingin padanya,bahkan nafiza belum mau berbicara lebih padanya!digta hanya bisa tersenyum saat melihat muka polos istrinya saat tertidur.meski begitu digta tetap bersabar,selalu memberi perhatian lebih kepada istri dan calon istriny.selalu membuatkan susu khusus ibu hamil yang dibelinya bersama nayla

__ADS_1


__ADS_2