perjodohan yang berakhir kasih

perjodohan yang berakhir kasih
DIGta so sweet


__ADS_3

Nabila kini sudah duduk diantara digta dan nafiz,menatap lucu dengan tingkah nafiz yang sok manja.tak selang beberapa lama terlihat pak dani datang dengan senyuman lebar membuat para mahasiswi bingung


"heh liat tu pak dani dateng,kuk dia senyum senyum gitu sih,"nafiza mulai salah tingkah saat dosen galak itu datang mendekati tempat duduk mereka


"eh iya,mau ngapain dia kesini!kita gak bikin ulahkan nafiz,"ikut bingung kaget seperti nafiza


Digta hanya tersenyum menundukkan kepalanya,memeriksa hp yang sedang dipegangnya


"selamat pagy pak digta,apa kabar,"menyapa dengan ramah mengulurkan tangannya


mengajak jabat tangan


"eh,baik pak?gimana sama bapak sendiri?,"jawab digta membalas jabat tangan pak dani


"baik juga pak?ngomong ngomong ada angin apa pagi pagi sudah disini?apa ada masalah pak?"melirik pekat pada nafiza dan nabil yang duduk bersama digta


"oh tidak pak,saya hanya mengantar istri saya,ya sekalian sarapan,"sahut digta tanpa ragu,melingkarkan tangannya dibahu nafisa


"apa,jadi vatin itu istri pak digta,"melotot masih memandang pekat pada nafiza


"apa tidak salah,pak digta menikah sama anak tomboy ini?manggeleng dalam hati masih tidak percaya


"hem,pak dani kenal sama suami saya?"mulai bingung melihat ekspresi kaget pak dani


"ya tentu saja,pak digta inikan,


"pak dani,bisa kita bicara sebentar,"tersenyum memotong perkataan pak dani dan bergegas menjauh,pak danipun dengan cepat mengikuti langkah digta


Entah apa yang mereka bicarakan,bahkan pak dani hanya mengangguk sesekali melirik arah nafiza.nabil dan nafiza hanya melihat satu sama lain,penasaran apa yang dibicarakan digta dan pak dani


"nafiz,kuk suamimu bisa kenal pak dani sih,"mulai penasaran dengan apa yang dilihat


"entah,aku aja baru tau,"menjawab pertanyaan nabil sama penasarannya

__ADS_1


Beberapa waktu terlihat digta sudah membalikkan badannya,melangkahkan kakinya mendekati nafiza,terlihat juga pak dani yang mengangguk sopan kepada nafiza


"digta,kuk kamu bisa kenal dosen galak itu?"mulai melemparkan pertanyaan yang hanya membuat digta tersenyum


"galak,emang dia galak"melirik istrinya mulai mengerutkan keningnya


"hem,bahkan dia tidak pernah tersenyum seperti itu padaku


"lho kenapa gitu?"mulai penasaran dengan cerita istrinua


"iya kak,kaka taukan istri kaka ini tomboynya kaya apa,dia sering banget dihukum pak dani gara gara ketawan manjat pohon mangga dibelakang kampus,"tertawa menyahut apa yang ditanyakan digta


"heh,birisik!jangan bilang gitu dung,"mukanya mulai merah,malu dengan apa yang dikatakan nabila


"apa manjat!heh awas aja kalo berani manjat lagi,nnti bisa bisa ga hamil hamil,"celetuk digta memandang kesal


"uhuk uhuk,memuntahkan minum yang hampir tertelan


"pokoknya awas saja kalo berani manjat manjat lagi"mencium tangan nafiza tanpa rasa malu


"nabil,apa aku boleh minta tolong,tolong awasi dia terus,jangan sampai dia melakukan hal hal aneh ya,lapor padaku kalo dia berani manjat pohon lagi,"menatap nabil dengan tangan yang memencet hidung nafiza


"ok kak,aku bakal ngawasin dia


kuk,"tersenyum lebar,mulai mengakrabkan diri


"heh,apaan sih,emang aku anak kecil harus diawasin segala!nabil jangan ngikutin kata orang aneh ini ya!"menyentak nabil melirik kecut kearah digta


Digta mulai tertawa melihat istrinya yang menjulurkan lidah mengejeknya,tak berapa lama digta hendak bergegas untuk kekantor setelah selesai sarapan.mulai menarik tangan nafiza hingga nafiza ikut berdiri


"sayang aku berangkat dulu ya,awas kamu kalo genit,"mencubit pipi istrinya dan mulai mencium keningnya


"aku sayang kamu,"dengan tidak tau malunya mencium bibir nafiza dihadapan teman temannya

__ADS_1


"ihhh,kamu apa apaan sih,malu tau!mendorong kesal badan digta


Nabila hanya ternganga saat melihat kejadian didepan matanya,tak beda dengan teman temannya yang mulai menatap arah nafiza.


Digta hanya tersenyum menyadari muka istrinya yang mulai memerah,memegang tangan nafiza dan menciumnya dengan lembut,"aku kerja dulu ya sayang,nanti pulangnya aku jemput lagi i love u" mengusap bibir nafiza dan mulai berlalu menuju parkiran kampus.


Nafiza masih terdiam menganga,masih melihat suaminya yang mulai jauh,


"ah,kenapa sih kamu jadi romantis gini,"tersenyum bergumam dalam hati


"cie cie nafiz,pak digta so sweet banget sih,"sentak nabil membuat nafiza terbangun dari lamunannya


"apaan sih,siapa bilang dia so sweet,dia tu nyebelin tau gak!,"melengoskan wajahnya kembali duduk didepan nabil,"


"alah ngaku aja!kamu senengkan!kamu pakek pelet apa,sampek pak digta cinta mati gitu sama kamu,"meledek nafiza hingga membuat muka tomat nafiza terlihat lagi


"apaan sih,jangan aneh aneh deh!"mulai bersikap biasa menyembunyikan rasa senangnya


"cie cie nafiz,"""ehm ehm."tertawa masih meledek nafiza yang tersenyum malu


"lo jga,gak nyangka ya kalo kalian deket,"mengedipkan matanya membuat nabil tersedak


"deket apa sih!siapa?.....blum mau kalah tak mengakui kedekatannya dengan ikbal


"alah,jangan gitu.cie cie nabil,cie cie,"mulai meledek membuat muka nabil ikut merah


"ih apa sih,aku sama pak ikbal cuma temenan kuk,"mulai menutup wajahnya menahan tawa


"masa sih,ikbal ganteng gak?ganteng kan,"tertawa lagi,tak mau kalah dengan nabil


"tau ah,nyebelin,"mulai mencubil tangan nafiz menutup muka tomatnya


Senyum mereka sangat lebar,saling melempar ledekan satu sama lain tak perduli banyak mata yang melihat mereka,dan tertu saja banyak pula telinga yang mendengar percakapan mereka

__ADS_1


__ADS_2