
nabil kini sudah ada dipojok kursi,lebih memilih menyendiri dengan hpnya.nafizpun mulai menguasai drinya bersikap seperti biasanya,dia mulai bercengkrama dengan teman magangnya.digta yang penasaran mulai mengambil hpnya,mulai menulis sesuatu,
"nafiz,ada masalah apa denganmu?"tulisan dalam pesannya
" gak kenpa","jawab nafiz singkat
Digtapun bingung dengan balasan nafiza
Pagi itu ikbal sebagai menanggunga jawab memanggil anak anak magang keruangan.seorang staf kantor mulai mengantar mereka menuju ruang ikbal.tampak senyuman manis dimuka ikbal,dia dengan senang hati mempersilahkan mereka duduk .ruangan ikbal terlihat sangat lebar .disana ikbal mulai memperkenalkan diriny,saling bersalaman pada anak magang.sikapnya sangat lembut hingga tak sedikit anak magang yang tersenyum lebar melihatnya.selain sangat tampan dia juga sangat sopan
Ikbal mulai memanggil satu demi satu peserta magang,hingga sebuah nama yang membuatnya kaget,nafiza vatin,ya dia tw itu nama istri digta.
"hah,nafiz?jadi dia juga magang disini?kenapa digta tidak memberi tau,"kata ikbal mulai melirik nafiz,berkata dalam hati
"dia tampak berbeda saat difto,"mengingat foto pernikahan digta dan nafiz
pandangannya tertuju pada nafiz,nafiz yang menyadari hanya tersenyum
"jadi ini yang namanya ikbal,yang mengantarku ke neraka ini?"kata nafiza dlam hati
"bahkan aku harus melihat digta setiap hari,haaaah menyebalkan"menggerutu lagy dlam hati
Ikbalpun mulai berbicara lagy membagi tugas dan bagian masing msing mahasiswa,dia mulai berdiri mengajak mereka berkeliling.mengarahkan tugas apa yang harus mereka lakukan.menuju kebagian satu persatu ruangan.dan begitu kagetnya ikbal.ternyata nafiz ditugaskan sebagai asisten sekertaris digta,
"heh apa ini,kenpa dia jadi asisten sekertaris.bahkan dia hanya duduk bersamping ruangan dengan digta,"mukanya mengerut mulai mengira"
begitu juga dengan nafiz yang kaget dengan tugas yang diberikan padanya,
__ADS_1
"heh,kenpa aku,memang tidak ada orang lain apa?"mulai mengerutkan wajahany.
Ikbal mulqi mengetuk pintu,seorang laki laki sudah duduk dimejanya,mulai tersenyum lebar saat ikbal dan yang lain mulai masuk,ikbal mulai memperkenalkan digta,muka teman" magangnya begitu semringah,melihat digta dengan tatapan tak terkedip
"hah,dia tersenyum begitu,bahkan dia tidak pernah tersenyum seperti itu padaku,"berkata dalam hati matanya mulai melotot arah digta
"kenapa dia terlihat manis begini saat tersenyum pda yang lain,"mulai memanyunkan bibirnya
Digta yang melihat tingkah nafiz hanya bisa menahan tawanya.setelah selesai berkenalan ikbal mulai bergegas,menyuruh peserta magang melanjutkan tugas yang dibaginya tadi.merekapun mulai bergegas menuju ruangan mereka masing masing.nafiza mulai melirik nabil,terlihat nabil yang masih mengabaikannya.tanpa tersenyum nabil meninggalkan nafiz yang berdiri disampingnya,sedangkan ikbal kembali masuk ruangan digta
"heh,itu tadi istrimukan?"kata ikbal mendekat digta
"kenapa?,"kata digta tersenyum
"kenapa kau tidak memberi tau kalau nafiz magang disini,"kata ikbal bingung
"heh apa yang kau fikirkan,jdi kau sengaja mengerjai dia,"kata ikbal mulai sewot
"tentu saja,mu apa lagi.akan kubalas ketidak sopanannya padaku
"kau ini,seperti anak kecil,"kata ikbal menggelengkan kepalanya
"jangan bilang pada siapapun kalau dia istriku,awas saja kalau sampai ada yang tau,bisa hancur repotasiku,"kata digta tersenyum
"hah,memang apa yang slah sma nafiz,dia keliatan cantik kuk,dia juga pintar,"kata ikbal memuji
"apa kau bilang,cantik! dia itu wanita jadi"an tw."mulai memajamkan pandangan kearah ik al
__ADS_1
hari mulai sorE,HAri pertama magang berjalan dengan lancar,mereka dengan senang meninggalkan tempat magangnya.bergegas kembali kerumah masing masing.
digta yang baru selesai meeting mulai menyusul pulang.terlihat mobil nafiz sudah ada diparkiran,digta melangkah menuju kamar mandi,bergegas mandi dan menyusul nafiz dimeja makan
"heh kau,kenapa kau tidak menungguku.?"mulai memaki nafiz
"heh kenapa?"kata nafiza melotot
"kau itu istrikukan,harusnya kau yang harus menyiapkan keperluanku,tidak hanya keperluanmu yang kamu urusi,"mulai mengetik sendok dipiringnya
"iya iya akan kusiapkn besok,"menyadari perkataan digta.
mereka mulai makan malam,masih sepi karna orang tua digta masih diluar kota
"digta,kenpa aku ditugaskan berhadapan dengan ruanganmu?"kta digta mulai protes
"haha,untuk apa lagy,tentu saja mengawasi pekerjaanmu,aku tidak mau pekerjaan kantor berantakan gara" anak magang bodoh sepertimu,"kata digta menunjuk kening nafiz
"kalau begitu tugaskan orang yang lebih pintar dariku,"mulai mengoceh melirik digta
"hah,kau pikir itu mauku,tanya saja pada ikbal.dia yang mengatur semua,"mendajikan ikbal yang lagi lagi jadi kambing hitam
"apa dia tau kalo aku istrimu?"kata nafiza penasaran
"kenpa dia harus tau siapa dirimu,memang dia kurang kerjaan ?"meninggalkan nafiza yang masih sibuk makan
nafiza hanya mengeryitkan wajahnya melihat digta yang mulai melangkah naik tangga
__ADS_1