Perjuangan Cinta Tuan Muda

Perjuangan Cinta Tuan Muda
EP. 13


__ADS_3

Nicha bergegas keluar rumahnya, hendak berbelanja ke pasar. Dan setengah jam kemudian, Nicha sudah tiba kembali dirumahnya dengan menenteng barang-barang belanjaan.


Setelah berada didalam rumah, Nicha bergegas kedapur untuk menaruh semua belanjaannya dan segera membuat sesuatu.


"Dari mana saja kamu?" tanya Prama ketika keluar dari kamar mandi.


"Aku dari pasar."


"Oh... Kamu sedang apa?" Prama memerhatikan Nicha dari belakang.


"Apa kamu tidak bisa melihat?" tanya Nicha kesal.


"Apa yang sedang kamu buat?" Prama bertanya lagi dengan lugunya.


"Kamu ini bodoh atau sangat bodoh sih? Apa kamu benar-benar tidak tahu ini apa?"


"Kamu bilang aku bodoh... Aku pikir kamu lebih bodoh dariku. Kalau aku tahu, untuk apa aku bertanya kepadamu?"


Benar juga. Gumam Nicha.


Lalu Nicha dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Apa kamu benar-benar tidak tahu ini apa?"


Prama menggelengkan kepalanya.


"Hhh, ini nasi bento," ucap Nicha sambil menyodorkan sekotak nasi bekal kearah Prama.



"Apa itu nasi bento?"


"Astaga... Nasi bento adalah nasi bekal. Mengerti?"


"Ooh. Kalau itu aku tahu. Kenapa harus menggunakan kata-kata yang aneh sih. Membuat bingung saja," ucap Prama dengan polosnya.


"Haish. Kamu saja yang bodoh. Nasi bento saja tidak tahu," ucap Nicha sambil melanjutkan membuat nasi bento.


"Jadi kamu akan membawa bekal kekampus?"


Nicha kembali menggeleng.


"Lalu untuk siapa bekal itu?"


Nicha menatap Prama beberapa detik. Kemudian berkata.


"Untuk kucing dipinggir jalan!" ucap Nicha ketus sambil berlalu.


"Hei! Aku serius bertanya. Kenapa kamu menjawab seperti itu... Atau kamu akan memberikan nasi bekal itu untukku ya?"


Nicha terdiam dan tak menghiraukan Prama.


"Benarkan? Bekal itu untukku?" Prama mendekatkan wajahnya kearah Nicha.


"Menurutmu?"


Prama tersenyum malu.


"Karena aku lihat, kamu begitu menyukai masakanku. Jadi, aku berbaik hati membuatkan bekal untukmu."


"Tapi kenapa dalam bekal itu terdapat 2 karakter wajah? Siapa karakter wanita dalam bekal itu?"


"A-apa?" Nicha tidak menyangka Prama menanyakan hal itu kepadanya.

__ADS_1


"Apa itu gambar wajahmu?"


"Ten-tentu saja bukan... Anggap saja, itu gambar wajah adikmu." Nicha segera menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah.


Dari mana dia tahu, kalau aku mempunyai seorang adik perempuan? Batin Prama.


Setelah merapikan diri, Prama berpamitan kepada Nicha untuk pulang.


"Jangan lupa, membeli lilin sebanyak-banyaknya sebelum malam tiba. Karena, jika nanti malam terjadi mati listrik, tidak akan ada yang menemani tidurmu lagi," ucap Prama.


"Huh! Baiklah. Tanpa kamu beritahu, aku juga akan segera membeli lilin sebagai persediaan nanti malam. Nah, bawalah ini..." Nicha menyerahkan goodie bag kecil berisi bekal untuk Prama. Dengan tersenyum, Prama menerima pemberian Nicha.


Lalu mereka berjalan menuju pintu keluar. Sesampainya didepan pintu.


"Oya, untuk bekal yang kuberikan. Kamu hanya harus membayarnya seharga 500 baht saja. Ayo bayar sekarang..." Nicha mengulurkan tangannya kearah Prama.


"Apa!? Harga segitu, terlalu mahal untuk bekal sekecil ini," ucap Prama sambil menyodorkan bekal pemberian Nicha.


"Ukuran bekal itu memang kecil. Tapi yang menjadikannya mahal adalah orang yang membuatnya," jawab Nicha bangga


"Ya lah. Kamu sangat pintar menghargai dirimu sendiri. Oya, mulai nanti sore, kamu bisa datang lagi ke restoranku untuk bekerja."


"Benarkah? Terima kasih!" ucap Nicha sambil tersenyum lebar.


"Apa kamu tidak akan memberikan pelukan terima kasih kepadaku?" goda Prama.


"Tentu saja aku akan memberikannya..."


Dan ketika Prama telah membuka kedua tangannya hendak memeluk Nicha. Seketika Nicha berkata.


"Dalam mimpi!"


Langsung saja Nicha menutup pintu rumahnya.


Huh! Dasar wanita yang tidak tahu berterima kasih. Gerutu Prama sambil berjalan meninggalkan rumah Nicha.


...***...


Great melangkah masuk kedalam rumahnya. Lalu ia berjalan menuju dapur karena melihat adiknya sedang berada didapur.


"Sedang apa Preem? Tidak biasanya, kamu berada didapur."


"Ah, kakak. Kau saja yang tidak perhatian kepadaku. Aku sering berada didapur untuk mencari cemilan. Hehehe."


"Dasar kau ini..." Great mengacak-acak rambut Preem.


"Ih, apaan sih Kak! Lepaskan tanganmu dari kepalaku." Preem menepis tangan Great.


"Hei. Kamu sedang membuat bento karakter ya?" tanya Great seraya melihat adiknya yang sedang membuat sesuatu.


"Yup. Benar sekali."


"Wah, bentuknya sangat menggemaskan. Itu pasti, untuk kakak kan?"


"Apa!? Siapa yang bilang, ini bento untuk kakak."


"Loh... Aku pikir karakter dalam bento itu adalah gambar wajahmu dan aku."


"Tentu saja bukan."


"Lalu, kamu membuat bento untuk siapa?"


Preem hanya terdiam sambil tersenyum.

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara Mama Chotika menghampiri mereka.


"Great kamu sudah pulang."


"Eh. Iya Ma."


"Kau menginap di apartemen lagi?"


"Iya Ma."


"Kenapa akhir-akhir ini kau sering menginap di apartemen?"


"Hemm, itu karena... Aku sedang banyak pekerjaan Ma. Jadi aku sering pulang larut malam. Makanya, aku pikir untuk menginap di apartemen saja, karena jaraknya lebih dekat."


"Oh begitu. Baiklah, kamu harus tetap menjaga kesehatanmu. Jangan terlalu di-forcer ya."


"Ya Ma... Oya, lihat deh Ma. Preem sedang membuat bento dengan 2 karakter wajah didalamnya."


"Benarkah Preem?" tanya Mama Chotika sambil menghampiri Preem.


Preem hanya mengangguk sambil tersenyum malu.


"Tidak biasanya kau membuat bento. Apa kau akan membawa bekal ke sekolah?"


"Iya Ma."


"Lalu siapa karakter wajah pria dibento itu?"


Lagi-lagi, Preem hanya terdiam sambil tersenyum malu.


"Ooh. Mama mengerti. Baiklah, Mama tidak akan bertanya lagi kepadamu," ucap Mama Chotika sambil memegang bahu Preem.


"Sebenarnya, apa yang kalian bicarakan? Aku tidak mengerti..."


Great terlihat bingung melihat perilaku Mama dan adiknya.


"Astaga. Kau ini sudah bertunangan, tapi masih saja belum mengerti."


"Mengerti tentang apa?" Great bertambah bingung.


Seketika, Mama Chotika saling berpandangan dengan Preem.


"Preem akan memberikan bekal ini untuk kekasihnya. Dan karakter yang ada dalam bento itu adalah gambar wajah Preem dan kekasihnya. Mengerti?"


"Apa!?" Great tampak terkejut.


"Kak Great ini sangat payah sebagai pria dewasa. Aku kasihan dengan Kak Rani harus bertunangan dengan pria yang tidak peka seperti kakak."


"Hei! Apa kamu bilang?"


"Sudah-sudah. Preem, segeralah berangkat sekolah. Jangan sampai terlambat ya," ucap Mama Chotika.


"Baiklah Ma. Aku berangkat dulu. Daah Kak!" Preem bergegas pergi.


"Oya Great. Apa kau tidak berangkat ke kantor?"


"Aku akan berangkat ke kantor setelah mengambil dokumenku yang tertinggal diruang kerja, Ma."


"Oh. Baiklah, kalau begitu."


Lalu Great berjalan menuju ruang kerjanya. Sesampainya, ia diruang kerjanya. Great terlihat seperti memikirkan sesuatu.


Kalau Preem membuat bento karakter itu untuk kekasihnya. Lalu kenapa Nicha juga membuat bento dengan karakter laki-laki dan perempuan untuk diberikan kepadaku? Apakah karakter perempuan dibento itu adalah wajah Nicha? Gumam Great, lalu seketika matanya membulat seperti mendapatkan jawabannya.

__ADS_1


A-apakah dia... Great terpaku dan tidak bisa melanjutkan kata-katanya.


...***...


__ADS_2