Perjuangan Cinta Tuan Muda

Perjuangan Cinta Tuan Muda
EP. 1


__ADS_3

Bangkok, Thailand.


Disebuah Kafe.


"Tapi kenapa Bel? Aku harus tahu alasannya!?" Great meninggikan suaranya kepada Bella.


"Kamu mau tahu alasannya!? Alasannya adalah karena Papa kamu!" Bella juga tak mau kalah untuk meninggikan suaranya.


"Papa aku? Tapi kenapa dengan Papa aku Bel? Ini adalah hubungan kita berdua, tidak ada hubungannya dengan orang tua kita. Aku mohon, kamu jangan mengambil keputusan ketika sedang emosi. Kita bisa bicarakan ini baik-baik..." Great berusaha menenangkan Bella.


"Baik-baik katamu? Kamu bicarakan saja dengan Papamu. Kenapa dia selalu mengambil semua tender-tender yang seharusnya jatuh ke perusahaan Papaku! Papa kamu itu benar-benar serakah! Sudahlah Great, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Aku akan segera menikah dengan laki-laki yang telah dipilihkan oleh Papaku. Dan laki-laki itulah yang akan membantu perusahaan Papaku untuk berkembang, tidak seperti keluargamu, yang serakah!"


"Bel, Bella... Dengarkan aku dulu." Great memegang kedua bahu Bella.


"Masalah perusahaan adalah masalah bisnis. Dan tender-tender yang diterima oleh Papaku adalah hasil kerja kerasnya..."


"Bullshit! Papa kamu memainkan trik kotor untuk mendapatkan semua tender-tender itu! Sudahlah, aku tidak ingin berdebat denganmu lagi Great. Jadi mulai sekarang, lupakan aku dan hiduplah dengan keserakahanmu! Aku pergi..." Lalu Bella berjalan cepat meninggalkan Great seorang diri.


Great hanya terdiam melihat kepergian kekasihnya. Hatinya hancur, melihat wanita yang sangat ia cintai, mencampakkannya begitu saja. Dengan langkah gontai, ia kembali ke mobilnya.


Didalam mobil, Great membuka galeri foto pada ponselnya dan memandangi foto-fotonya bersama Bella.


Kamu tidak bisa memperlakukan aku seperti ini Bel... Gumam Great.


Sejurus kemudian, mobil melaju dengan kecepatan tinggi.


...***...


Disebuah Klub Malam.


Suara keras musik tekno terdengar bergemuruh, lampu warna warni menghiasi ruangan tersebut. Suasana ruangan itu sangat ramai, namun Great hanya merasa bahwa dirinya sedang sendirian.


"Hai bro!" Seseorang menepuk bahu Great.


"Eh, lo Ron."


"Ada apa man? Lo kayaknya lagi happy?" Roni meledek.


"Sialan lo! Go to the hell!"


"Weits, santai bro. Gue cuma becanda. Tapi serius, lo kenapa?" tanya Roni sambil menatap Great dalam.


"Bella mutusin gue."


"What? Seriously?" Roni terkaget.


Great hanya mengangguk.


"Does she crazy!? Kok bisa? Kalian sudah 2 tahun berhubungan. Lalu kenapa tiba-tiba dia mutusin lo?"


Great hanya menggeleng dan kembali meneguk minumannya. Kemudian dia mulai bertingkah aneh.


"Bellaaa, aku sangat mencintaimuuu. Kenapa kamu meninggalkanku Bel!? Bellaaa, kembalilah kepadakuuu sayaaang!" Great berteriak sangat keras sambil memanggil-manggil nama kekasihnya. Saking kerasnya teriakan Great, semua pengunjung bar sontak menengok kearah Great. Roni yang sangat malu melihat tingkah temannya, langsung saja membawa Great keluar dari bar.


...***...


Dikediaman Great.


Ting, Tong. Ting, Tong. Suara bel rumah Great berbunyi. Seorang wanita paruh baya hendak membuka pintu rumah.


Itu pasti Great baru pulang. Dasar anak nakal, jam segini dia baru pulang... Gerutu wanita itu.


"Great! Jam berapa ini..." Wanita tersebut kaget melihat kondisi anaknya.

__ADS_1


"Ya ampun, Great! Kamu kenapa?" tanya wanita itu.


"Great terlalu banyak minum Tante..." Roni menjawab pertanyaan Mama Chotika sambil menahan tubuh Great.


"Ya sudah Ron. Bawa Great masuk kedalam."


Roni membawa Great kedalam dan merebahkannya diatas sofa.


"Ya sudah Tante, saya pamit pulang dulu..."


"Tidak mau minum dulu Ron?"


"Tidak perlu Tante. Sudah terlalu malam. Mari Tante."


"Baiklah Ron. Terima kasih, karena sudah mengantarkan Great."


"Iya, sama-sama Tante." Kemudian Roni berjalan menuju keluar rumah Great.


Tak berapa lama, keluarlah seorang gadis muda dari dalam kamar.


"Siapa Ma?" tanya gadis muda tersebut kepada Mama Chotika.


"Loh, Kak Great kenapa?" tanyanya lagi.


"Kakakmu mabuk. Tadi Roni mengantarnya pulang. Ayo bantu Mama, bawa kakak kamu kekamarnya. Kasihan kalau dibiarkan disini."


Lalu Mama Chotika dan gadis itu mengangkat tubuh Great yg kekar itu dengan perlahan.


Great merasa kalau badannya terangkat, tiba-tiba tersadar dan membuka matanya.


"Hai Preem. Adikku yang manis." Great mencubit pipi adiknya.


"Ih, Kakak! Apaan sih." Preem langsung mengusap-usap pipinya.


...***...


Aduh! Kepalaku pusing sekali. Ujar Great ketika membuka matanya.


Astaga... Bajuku bau alkohol. Aku harus langsung mandi, sebelum Papa tahu, kalau aku mabuk semalam. Great bergegas kekamar mandi untuk untuk membersihkan diri.


Sementara diruang makan, sudah berkumpul Papa Thagoon, Mama Chotika dan Preem.


"Great belum bangun Ma?" tanya Papa Thagoon.


"Belum Pa... Preem, coba kamu bangunkan kakak kamu."


"Iya Ma."


Tapi baru saja Preem hendak bangkit dari kurainya, tiba-tiba Great sudah menghampiri mereka.


"Eh, tuh dia orangnya muncul..." ujar Preem.


"Pagi semuaa," sapa Great.


"Pagi," jawab semua serempak.


"Pagi, adikku yang cantiiik..." Lagi-lagi Great mencubit pipi adiknya.


"Ih, Kak Great! Semalam aja kacau banget. Eh, sekarang malah kelihatan bahagia banget."


"Sst, Preem!" Mama Chotika mengisyaratkan Preem untuk diam.


"Eh, iya Ma. Maaf..."

__ADS_1


"Memangnya semalam kamu kacau kenapa Great?" tanya Papa Thagoon.


Semua hanya terdiam, mendengar pertanyaan Papa Thagoon.


"Sudahlah Pa. Bagaimana kalau sekarang kita sarapan dulu..." ucap Mama Chotika mencairkan suasana.


Akhirnya, semua makan dengan khusyu' tanpa ada yang berbicara sedikitpun.


Setelah beberapa menit berlalu. Mereka telah menyelesaikan sarapan. Lalu Papa Thagoon memulai pembicaraan.


"Jadi, apa yang membuatmu kacau semalam Great?"


"Aku, aku..." Great gugup dan bingung harus menceritakannya.


"Kenapa Great?" desak Papa Thagoon.


"Bella memutuskan hubungannya denganku Pa..."


"Apa!? Jadi karena gadis itu, kamu jadi kacau?"


Great hanya terdiam.


"Great masih banyak gadis lain yang lebih cantik dan lebih baik dari Bella. Sudahlah lupakan saja dia. Oya, besok ada undangan makan malam dengan rekan bisnis Papa. Papa harap kamu bisa ikut Great..."


"Maaf aku ada urusan Pa. Sepertinya aku tidak bisa..."


"Kesampingkan dulu semua urusanmu. Papa tidak mau tahu. Besok kalian harus ikut ke acara makan malam dengan klien Papa!" Kemudian Papa Thagoon bangkit dari kursinya dan berjalan menuju ruang kerjanya. Lalu Mama Chotika pun mengikuti langkah kaki suaminya, seperti ada yang ingin ia bicarakan dengan suaminya.


Didalam ruang kerja.


"Apa yang sedang Papa rencanakan?" tanya Mama Chotika.


"Rencana apa Ma?"


"Kenapa tiba-tiba Papa mengajak kami ke acara makan malam dengan klien Papa?"


"Oh itu... Hanya undangan makan malam biasa saja."


"Papa jangan bohong. Pasti Papa punya rencana kan?"


"Iya. Papa memang berencana mempertemukan Great dengan seorang gadis yang lebih baik dari Bella. Dia adalah anak dari klien Papa Ma..."


"Pa! Apa ini tidak keterlaluan? Papa tidak kasihan melihat Great yang masih hancur karena ditinggalkan oleh Bella?"


"Karena Papa kasihan dengan Great Ma. Makanya, Papa ingin segera menjodohkan Great dengan wanita yang lebih layak ia dapatkan. Sehingga ia akan cepat melupakan Bella."


"Tapi Great sangat mencintai Bella. Apa Papa tidak bisa menerima hubungan mereka?" ucap Mama Chotika dengan suara lirih.


"Cih! Aku tidak sudi menerima anak dari seorang pengkhianat untuk menjadi menantuku."


"Pa! Biar bagaimanapun, Papanya Bella adalah teman baik Papa..."


"Aku tidak pernah mempunyai teman seorang pengkhianat! Sudahlah Ma. Papa ingin bekerja, ada banyak pekerjaan hari ini. Lebih baik Mama keluar dulu. Tinggalkan Papa sendiri."


Lalu Mama Chotika keluar dari ruang kerja suaminya dengan lemas.


...***...


Figuran Cast.



Preem Warinton.

__ADS_1




__ADS_2