Perjuangan Cinta Tuan Muda

Perjuangan Cinta Tuan Muda
EP. 37


__ADS_3

Di showroom sebuah bridal shop.


"Jadi, gaun mana yang kamu sukai?" tanya Great.


"Aku suka gaun ini. Menurutmu bagaimana?"



"Hemm, bagus," ucap Great datar.


"Tapi aku masih bingung. Untuk gala dinner, gaun mana yang akan aku pakai..." ucap Ranida sambil melirik 2 gaun malam yang telah ia pegang dikedua tangannya.



"Aku lebih suka gaun itu..." tunjuk Great pada gaun berwarna putih gading.


"Oya, kenapa sayang?" tanya Ranida.


"Karena lebih terkesan anggun dan elegan."


"Lalu bagaimana dengan yang berwarna pink ini?"


"Kalau yang itu, terkesan lebih santai dan agak terbuka. Aku tidak menyukainya," ucap Great sambil menggeleng.


"Tapi aku juga menyukai yang pink ini. Baiklah, akan aku beli keduanya... Sai, aku ambil ketiga gaun ini ya." Ranida menunjuk 3 buah gaun yang telah ia pilih.


"Baiklah Ran. Kamu memang mempunyai selera yang tinggi. Aku akan memanggil pegawaiku dulu untuk menyiapkan pesananmu ya. Oya ngomong-ngomong, kapan pernikahan kalian akan diselenggarakan?" tanya Saisuda.


"Rencananya bulan depan. Kamu harus datang ya Sai," ucap Ranida.


"Tentu saja, aku pasti datang... Tunggu ya," ujar Saisuda seraya berjalan meninggalkan Ranida dan Great untuk memanggil pegawainya.


Agak lama Saisuda pergi. Dan tiba-tiba, Great dikejutkan oleh suara wanita yang memanggil namanya.


"Great! Sedang apa kamu disini?" tanya wanita tersebut.


Great dan Ranida sontak menoleh kearah sumber suara itu.


"Bella!" Mata Great terbelalak melihat kedatangan Bella bersama Reinhard.


"Oh, Tuan Great. Senang bertemu dengan anda." Reinhard menangkupkan kedua tangannya serta menundukkan kepalanya kearah Great.


Lalu, Great pun melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Reinhard.


"Dengan siapa kamu kesini Great? Jangan katakan, kamu kesini bersama wanita jalang untuk membeli baju pengantin," kata Bella.


"Siapa yang anda sebut wanita jalang, Nona Bella?" sahut Ranida.


"Auwh, Nona Ranida? Apa yang sedang anda lakukan disini?" tanya Bella dengan raut wajah bingung.


"Aku kesini bersama Great, untuk memilih baju pengantin untuk pernikahan kami nanti," jelas Ranida


Seketika Bella dan Reinhard terkejut mendengar ucapan Ranida.


"Pernikahan? Jadi kalian akan menikah?" tanya Bella tidak percaya.


"Ya. Kami akan menikah bulan depan," jawab Ranida dengan wajah bangga.


"Wah, anda sangat hebat Tuan Great. Baru kemarin, anda mengatakan pada kami, akan menikahi wanita murahan itu. Tapi nyatanya sekarang. anda telah mendapatkan seorang wanita yang jauh lebih istimewa," ucap Bella seraya memandang sinis Great.

__ADS_1


"Bella, apa yang kamu katakan?" bisik Reinhard.


"Apa maksud perkataanmu, Nona Bella?" tanya Ranida.


"Maaf Nona Rani, sebaiknya anda tanyakan saja arti dari ucapan saya kepada calon suami anda ini."


Tak lama kemudian, datanglah Saisuda menghampiri mereka.


"Oh, kamu sudah datang Bel?" ujar Saisuda kepada Bella.


"Ya, Sai." Bella tersenyum dan langsung memeluk Saisuda.


"Baiklah, kamu bisa lihat-lihat dahulu koleksi gaun diruangan ini. Aku harus mengurus pesanan dari sahabatku dulu ya."


"Baiklah Sai." Bella mengangguk.


"Rani, ini gaun yang kamu pilih. Semoga pernikahan kalian berjalan lancar ya," ucap Saisuda sambil menyerahkan tiga buah kotak besar kepada Ranida.


"Terima kasih, Sai." Ranida tersenyum bahagia menerima ketiga kotak tersebut dibantu oleh Great.


"Baiklah, aku permisi dulu. Sekali lagi terima kasih atas gaunnya. Aku tunggu kedatanganmu di pesta pernikahanku nanti ya."


"Tentu saja Ran." Saisuda tersenyum dan kembali memeluk Ranida.


Kemudian, Ranida dan Great bergegas pergi menuju mobil.


"Apa ada yang ingin kamu jelaskan padaku, Great?" tanya Ranida seraya mengatur posisi duduknya.


"Jelaskan tentang apa?" tanya balik Great, ia berpura-pura tidak mengerti.


"Tentang ucapan Bella tadi..."


Kemudian Great segera melajukan mobilnya menuju ke sebuah restoran.


...***...


Great dan Ranida, tiba di sebuah restoran berkonsep resort. Suasana di restoran tersebut nampak asri, dengan dihiasi pepohonan dan air mancur. Great sengaja memilih restoran tersebut untuk mencairkan suasana, jika nanti Ranida marah, setelah mendengar penjelasannya mengenai hubungannya dengan Nicha



"Ini restoran yang sangat bagus, sayang," ujar Ranida kagum sambil mengedarkan pandangannya keseluruh sudut restoran.


"Ya aku sengaja memilih restoran ini, karena terlihat cantik..."


"Seperti aku kan sayang..." ujar Ranida sambil bergelayut manja dilengan Great.


Great hanya menjawab dengan senyuman yang dipaksa.


Restoran ini memang sangat cantik, secantik wanita yang telah mengisi hatiku dan aku hampir bertemu dengannya disini. Jika aku tidak terburu-buru pergi saat itu.


Great kembali mengingat saat dirinya sedang menunggu Nicha direstoran tersebut. Tapi, karena ada panggilan telepon dari Papanya, akhirnya ia harus segera pergi sebelum sempat bertemu dengan Nicha.


Setelah mendapatkan meja kosong. Great dan Ranida segera duduk dan memesan sesuatu.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Great.


"Hemm... Apa ya?" Ranida tampak sedang melihat-lihat menu direstoran tersebut.


"Aku ingin mango sticky rice saja," lanjut Ranida.

__ADS_1


"Baiklah, kalau saya pesan salmon steak..." ucap Great seraya mengembalikan daftar menu kepada pelayan.


"Apa kamu sering ke restoran ini, Great?" tqnya Ranida.


"Hanya beberapa kali..."


"Dengan siapa?" cecar Ranida.


Great tertegun sejenak.


"Aku sering mengadakan pertemuan dengan klienku disini, jika ingin menikmati suasana berbeda dan lebih santai."


"Oh, begitu."


Tak lama pelayan pun datang, dengan membawa pesanan Great dan Ranida.


"Wow, ini kelihatan segar dan enak," seru Ranida seraya melihat hidangan yang sudah tertata rapi diatas meja.




"Apa kamu ingin segera memakannya?"


Ranida mengangguk cepat, bagaikan anak kecil yang sudah sangat kelaparan. Akhirnya, mereka menyantap hidangan tersebut dengan lahap. Dalam beberapa menit mereka sudah menghabiskan seluruh hidangan dimeja. Karena merasa ada yang mengganjal, lalu Ranida membuka pembicaraan.


"Mmm, Great. Apa sekarang, kamu bisa jelaskan padaku semuanya?"


Great yang sedang mengelap mulutnya. Terdiam sejenak, mendengar pertanyaan Ranida.


"Penjelasan apa yang kamu inginkan dariku Ran?"


"Tentang ucapan Bella tadi, di bridal shop milik Saisuda... Aku ingin tahu, siapa wanita jalang yang dikatakan oleh Bella."


"Rani! Jaga ucapanmu. Jangan pernah menyebut wanita jalang pada seseorang yang aku cintai."


"A-apa!? Kamu mencintai siapa Great?" tanya Ranida syok.


"Hhh, baiklah. Aku akan menceritakan semuanya padamu."


Lalu, Great mulai menceritakan mengenai hubungan dirinya dan Nicha.


"Cukup Great! Aku tidak ingin mendengarnya lagi. Kamu sudah mempermainkan aku..." ucap Ranida dengan napas berat.


Kerongkongannya seperti tercekat. Ingin rasanya, ia segera pergi meninggalkan Great. Tapi hal itu urung dia lakukan.


"Maafkan aku Ran. Aku terpaksa menceritakannya, karena kamu terus memaksa. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Makanya, aku menyembunyikan hal ini darimu."


"Kamu tidak perlu meminta maaf, sayang. Karena hal itu hanyalah masa lalu. Toh, sekarang kita akan segera menikah. Dan ku akan memilikimu sepenuhnya." Ranida berusaha tegar sambil menghapus air matanya.


"Lalu, apa aku boleh tahu siapa wanita itu?"


"Untuk apa kamu menanyakan hal itu?"


"Tidak apa-apa. Hanya saja, aku ingin tahu, tipe wanita macam apa yang telah merebut hati calon suamiku," ujar Ranida dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan.


"Aku pikir, itu tidak penting. Sebaiknya sekarang, kita fokus saja pada pernikahan kita," ucap Great seraya meneguk air minumnya.


Tidak semudah itu Great. Walaupun pada akhirnya, aku akan menjadi istrimu. Tapi, aku tidak mau suatu hari nanti, wanita itu akan mengganggu rumah tangga kita. Aku harus menyelesaikan ini semua, sebelum pernikahanku dan Great berlangsung. Batin Ranida

__ADS_1


__ADS_2