Perjuangan Cinta Tuan Muda

Perjuangan Cinta Tuan Muda
EP. 42


__ADS_3

Berbeda dengan Great yang sangat terkejut dengan kehadiran Nicha di acara pernikahannya. Tapi, Nicha hanya menatap Great dengan santai, lalu berpaling menatap Ranida seraya menyodorkan minuman kepadanya.


Ranida tampak tersenyum kepada Nicha, lalu mengambil segelas minuman sirup berwarna merah. Selesai menjalankan tugasnya, kemudian Nicha pergi meninggalkan pelaminan menuju tempat Bella berada.


"Aku sudah melakukan apa yang anda perintahkan, Nona. Apa anda puas sekarang?" ucap Nicha dengan wajah yang lebih tegar.


"Heuh, sekarang kamu pasti sedang berusaha menguatkan dirimu. Atas apa yang kamu lihat barusan, benarkan? Sudahlah gadis bodoh... Aku sarankan kamu pergi saja jauh-jauh dari negeri ini. Karena, tidak ada tempat bagi wanita jalang sepertimu disini!" gertak Bella seraya berlalu dari hadapan Nicha.


Bella kembali menggertak Nicha dengan kata-katanya yang sangat menyakitkan. Dan Nicha, hanya terdiam mendengarkan ucapan Bella. Dengan hati yang tersayat, ia berusaha untuk tetap berdiri tegak.


Disisi lain, tampak Great seperti orang yang kebakaran jenggot. Wajahnya tampak cemas, butiran peluh mulai membasahi dahinya. Tanpa pikir panjang, ia langsung meraih ponsel dari saku jasnya.


"Rani, aku akan ke toilet. Tidak apa-apa kan, aku tinggal sebentar?"


"Baiklah, sayang." Ranida mengangguk setuju.


Kemudian Great bergegas menuju toilet, sambil terus berusaha menghubungi seseorang melalui ponselnya.


TUUUT... TUUUT...


"Ya Tuan," sahut seseorang dari seberang telepon.


"Jac, ada sesuatu yang harus kau lakukan..."


Lalu, Great memberikan instruksi panjang lebar pada Jac.


"Apa kau mengerti?" tanya Great.


"Baik Tuan. Segera, akan saya lakukan."


Sejurus kemudian, sambungan telepon pun terputus. Lalu, Great kembali menuju ke pelaminan.


Tak terasa, hari telah menjelang malam. Acara resepsi pernikahan Great akan segera berakhir, dan dilanjutkan dengan gala dinner, yang hanya akan dihadiri oleh kerabat dan teman-teman dekat Great dan Ranida.


Sementara ditempat lain. Nicha tengah bersiap untuk kembali bekerja sebagai pelayan dalam acara gala dinner tersebut.


Hhh, ekhm... Tinggal sedikit lagi Nicha. Kamu pasti bisa melewati malam ini. Kamu harus kuat. Fighting! Ujar Nicha seraya menatap tajam kearah cermin dihadapannya.


Nicha mengepalkan kedua telapak tangannya sambil menganggukkan kepalanya dengan yakin.


Disebuah ballroom hotel JW Marriot, Bangkok.

__ADS_1


Gala dinner antara keluarga Warinton dan Panhakarn sedang berlangsung, diruangan yang sangat luas berhiaskan lampu dan bunga-bunga berwarna putih, meja dan kursi yang juga telah tersusun rapi dengan hidangan mewah.



Tampak Ranida berada diatas panggung yang terdapat diruangan tersebut. Ia hendak memainkan sebuah lagu dengan piano besar berwarna putih. Dengan kelihaian jari-jemarinya menekan not-not dari piano tersebut, lalu Ranida mulai bernyanyi.


"Ranida begitu anggun ya Pa," seloroh Mama Chotika kepada suaminya.


Sementara Papa Thagoon membalas dengan anggukan.


Seluruh tamu undangan, tak hentinya berdecak kagum mendengar suara Ranida yang merdu diiringi dengan permainan pianonya yang syahdu. Ditambah lagi, dengan parasnya yang sangat cantik. Membuat seluruh orang yang memandangnya, terhipnotis akan penampilannya.


Setelah hampir 30 menit, Ranida menghentikan permainan pianonya. Sontak, ruangan menjadi riuh oleh tepuk tangan dari seluruh tamu yang hadir pada malam itu. Ranida sangat bangga dan bahagia, melihat para tamu yang menikmati permainan pianonya. Kemudian, dengan senyuman yang terus mengembang, ia berpamitan pada seluruh tamu, dan mulai berjalan menuruni panggung.


"Wah, kamu sangat hebat Ran. Seluruh tamu, terhipnotis dengan penampilanmu," seloroh salah satu sahabat Ranida.


"Ah, kamu terlalu berlebihan," balas Ranida sambil tersipu malu.


"Ranida memang wanita idaman. Sejak sekolah dulu, dia memang sangat multi talenta kan? Sungguh beruntung, laki-laki yang bisa menjadi suamimu, Ran," sahut temannya yang lain.


Dengan wajah yang mulai merona, Ranida melirik kearah Great yang tampak sedang berbincang dengan beberapa tamu.


Kemudian teman-temannya, mengajak Ranida untuk duduk bersama. Sambil bercengkrama, mereka duduk mengelilingi meja bundar. Mereka tampak sangat akrab dan saling melempar candaan, lalu tertawa bersama.


"Tentu saja. Siapa laki-laki yang bisa mengacuhkan kecantikan Ranida. Siapapun yang melihatnya, pasti akan bertekuk lutut dan ingin mendapatkan cintanya," sahut yang lain.


"Ah, kalian ini... Jangan berlebihan begitu. Aku jadi malu," ujar Ranida dengan wajah merona malu.


Lalu mereka tertawa bersama dan saling melepas candaan. Dan tiba-tiba, salah seorang dari teman Ranida hendak memanggil pelayan.


"Pelayan!" seru wanita itu.


Dengan langkah seribu, pelayan tersebut menghampiri meja Ranida dengan membawa nampan berisi minuman. Namun, sesuatu terjadi...


DUG!


Nampan yang dibawa oleh pelayan tersebut menyenggol bahu Ranida. Sontak, Ranida terkejut dan langsung menoleh. Seketika, sebuah gelas yang dibawa oleh pelayan tersebut jatuh dan isinya tertumpah membasahi gaun Ranida.


"Auwh!" pekik Ranida.


"Ma-maaf Nona..."

__ADS_1


Pelayan tersebut begitu panik dan ketakutan. Lalu, ia segera mengelap gaun Ranida yang terlanjur basah, dengan handuk kecil yang ia bawa.


"Hei... Apa-apaan kamu!? Jangan sentuh gaun mahalku dengan lap kotormu! Haish, pelayan bodoh! Kamu ini bisa bekerja tidak?"


"Maaf Nona, saya minta maaf. Saya tidak sengaja..." lirih pelayan tersebut sambil menunduk takut.


"Makanya, kalau bekerja harus fokus dong. Kamu ini sangat tidak tahu diri. Sudah beruntung bisa menjadi pelayan di acara mewah seperti ini. Malah, membuat masalah konyol," balas salah satu teman Ranida.


"Ada apa ini!?" seru seorang laki-laki menghampiri meja Ranida.


"Great, lihatlah! Pelayan ini menumpahkan minuman ke gaunku..." ujar Ranida manja sambil menunjuk gaunnya yang basah.


Alih-alih, menatap Ranida yang sedang panik karena gaunnya basah. Great malah, menoleh dan menatap lekat kearah pelayan tersebut.


"Maafkan saya Tuan. Saya benar-benar tidak sengaja," ucap pelayan tersebut kepada Great sambil terus menunduk.


"Dengarlah Ranida, dia sudah meminta maaf. Lebih baik, sekarang kamu ganti saja gaunmu itu dengan gaun yang lain dikamar. Hum?" saran Great pada istrinya.


Mendengar saran dari Great, Ranida masih agak keberatan. Hal itu nampak dari raut wajahnya yang cemberut.


"Ada apa ini, ribut-ribut Great?" sahut Mama Chotika menghampiri mereka.


"Ini Ma... Gaun Ranida, tidak sengaja ketumpahan minuman yang dibawa oleh pelayan. Lalu, aku suruh dia untuk berganti pakaian dikamar," jawab Great.


"Oh deaar... Gaunmu jadi basah begini. Ayo Mama antar kekamarmu. Harus cepat diganti, kalau tidak, kau akan masuk angin nanti."


"Ya Ma."


Ranida mengikuti saran Mama Chotika. Lalu, bergegas menuju kamarnya yang berada dilantai 7 hotel. Setelah kepergian Ranida, pelayan tersebut pun segera pergi meninggalkan Great. Sementara Great, hanya bisa mematung dan memandangi kepergian pelayan tersebut dari belakang. Ingin rasanya ia menahan langkah pelayan tersebut. Namun saat itu, tidak ada yang bisa ia lakukan kecuali hanya diam.


Waktu menunjukkan jam 10 malam. Para tamu undangan mulai bergantian pergi meninggalkan acara gala dinner pernikahan Ranida dan Great. Dan para pelayan dengan sigap, membereskan meja dan kursi di ruangan tersebut serta membawa seluruh piring dan gelas kotor ke pantry.


Semuanya telah selesai, Nicha. Kau sangat hebat karena bisa melewati ini semua dengan kuat. Ya, aku harus lebih semangat setelah ini. Tinggal sebentar lagi, skripsiku akan selesai. Dan aku bisa pergi secepatnya dari kota ini...


Nicha berbicara pada dirinya sendiri sambil terus membereskan piring dan gelas kotor untuk dimasukkan ke dalam keranjang. Namun, ketika ia sedang fokus pada pekerjaannya, sebuah tangan langsung menyambar sebelah tangan Nicha, lalu menariknya.


"Ikut denganku!" perintah laki-laki tersebut.


Nicha tersentak dan langsung menoleh kearah suara tersebut. Sepintas, kedua matanya terbelalak melihat laki-laki yang sedang menarik tangannya.


...***...

__ADS_1


Jangan cuma dibaca ya kak. Please give like n votenya juga. Makasih 🤗🙏


__ADS_2