PERMAISURI UNTUK KAISAR

PERMAISURI UNTUK KAISAR
Part 20. Kehilangan


__ADS_3

Moza turun dari kudanya yang ia curi sewaktu di perjalanan tadi, Ia memandang penginapan yang ia tempati bersama Xiomei lalu bergegas masuk dengan senyum merkah, karna sudah mendapatkan koin banyak hasil mencuri.


Moza tau bahwa mencuri itu berdosa, namun apa boleh di kata? dia tidak mempunyai ke ahlian lagi selain ini..


''Xio lihatlah koin di pinggangku ini sangat banyak.'' gumam Moza


Para wanita mau pun pria, melihat Moza seakan terhipnotis karna ketampanannya.


Tok..


Tok..


Xiomei.


Ceklek. ..


Moza mendorong pintu dan melangkah kedalam, namun langkah Moza seketika berhenti dan terdiam melihat ruangan ini begitu berantakan seperti kapal pecah..


''Xio..


Moza melangkah mencari Xio, lagi dan lagi Moza tertegun melihat tubuh mungil tergeletak di lantai tanpa sehelai benang pun..


Moza berlari dan memeluk tubuh itu. ''Xio.. Xio..'' Pangil Moza menepuk pipi Xiomei, berharap masih ada sisa nafas terakhirnya. Namun harapan itu musna ketika Moza memeriksa denyut nadinya Xio yang sudah kehilangan nyawanya lima menit yang lalu..


''Xioooooo..


Moza merutuki kebodohannya karna telah meninggal Xio sendirian. Moza terus memeluk tubuh mungil dan rapuh Xiomei..


.........


''Siapa kau anak muda.?! tanya seorang pria yang baru saja keluar dari pemandian..


Moza menoleh kebelakang dan melihat pria itu tengah telanjang dada..


''Apa kau yang melakukan ini semua.?! tanya Moza penuh selidik..


''Maafkan aku anak muda, aku tak sengaja membunuhnya.! ucapnya tanpa rasa bersalah..


Creek..

__ADS_1


Pria itu melempar sekantong koin mas di hadapan Moza, dan pergi begitu saja..


Namun langkahnya terhenti ketika ia di depan pintu, dan menoleh ke belakang. ''Dengar anak muda, jangan memperpanjang masalah ini karna kau sendiri yang akan mati.!! ucapnya lalu pergi.


Moza yang melihat pria itu, menggertakkan giginya lalu beralih menatap Xiomei yang sudah tak bernyawa..


''Xiomei..


Airmata Moza tak bisa di bandung lagi, untuk kedua kalinya ia kehilangan orang yang ia cintai. Moza sudah menganggap Xio seperti adiknya sendiri, dan sekarang ia merasa bersalah karna sudah menjadi kakak yang tak becus menjaga adiknya..


Moza pun memandikan Xiomei yang sudah bisa di bilang kaku, lalu memakaikan baju yang bersih dan pergi dari penginapan itu dengan hati yang hancur..


..........


Disinilah Moza berada, ditempat peristirahatan terakhir Xiomei. Moza pun berjanji akan membalaskan perbuatan yang tak senonoh yang di dapatkan Xio..


''Beristirahatlah dengan tenang, aku akan membalaskan rasa sakitmu.'' ucap Moza berlalu pergi, dengan dendam yang ada di hatinya..


.


MALAM HARI.#


.


Di sepanjang ia berjalan, banyak orang yang mengagumi dan menatap Moza penuh kekaguman, Namun Moza tidak memperdulikan itu semua..


Moza berhenti di depan toko pemahat besi yang menjual beberapa barang, Moza pun langsung masuk tanpa menunggu lama..


Tring..


Bel pintu berbunyi, sang pemilik toko menghampiri Moza dengan senyum ramah..


''Selamat datang Tuan, apakah anda mencari sesuatu.?? tanya pemilik toko..


Moza berkeliling dan melihat pedang yang berjejer di tembok dengan indahnya, namun netra mata Moza lebih tertarik dengan pedang yang menyendiri di tembok sebelahkanan..


''Aku ingin itu.'' tunjuk Moza.


Sang pemilik toko mengambilkan pedang itu untuk Moza. ''Apakah anda yakin ingin pedang ini tuan, harga untuk pedang ini tidaklah sedikit.?!

__ADS_1


Moza meneliti pedang yang ada di tangannya, ukirannya sangat cantik dan terkesan gagah karna berlambangkan naga..


''berapa.?tanya Moza


''3koin emas dan 8perak Tuan.''Jawabnya.


Moza mengeluarkan 4koin emas dan bergegas pergi dari toko itu..


Sang pemilik toko tersenyum melihat koin emas yang ada di tangannya..


...........


Sedangkan Moza, ia tengah berkeliling kota mencari pria yang sudah membunuh Xiomei nya..


Minggir...


Minggir..


Teriak para rakyat yang menepi, karna akan ada lewat kereta kuda dari kerajaan..


Moza tak memperdulikan kebisingan penduduk, ia hanya sedang mengingat wajah pria itu sambil meminum teh di pinggir jalan..


Kereta kuda terdengar semakin kencang dan melewati Moza yang tak sengaja melirik kereta kuda itu..


Angin berhembus membuat kain jendela kereta berkibar, yang mana membuat Moza melototkan matanya saat ia mengenali siapa pria yang berada di dalam kereta..


Moza pun berdiri dan berlari mengikuti kereta kuda itu secara diam-diam. ''Aku takakan pernah melepaskanmu.'' gumam Moza yang mengikuti kereta kuda itu dari belakang..


...........


Kereta kuda itu berhenti di Han Liyang, tempat hiburan untuk para bangsawan..


Moza menatap penuh kebencian, pada orang yang baru saja keluar dari kereta dengan senyuman manis di bibirnya..


Pria itu tidak merasa bersalah karna telah membunuh Xiomei nya, yang mana membuat Moza mengepalkan kedua tangannya dan berfikir bagaimana cara ia masuk ke Han Liyang dan membunuh pria itu..


.


...LIKE.KOMEN.VOTE ...

__ADS_1


__ADS_2