PERMAISURI UNTUK KAISAR

PERMAISURI UNTUK KAISAR
Berangkat.


__ADS_3

Aaahhhhkkk__


Telinga Moza untuk kedua kalinya di jewer oleh Yuan..


''Dasar permaisuri nakal, akan aku pastikan matamu itu hanya boleh melihatku saja!! tutur Yuan yang langsung menyeret telinga Moza..


Untung saja tempat itu sepi tidak ada siapapun, karna jika banyak orang sudah di pastikan harga diri Moza bisa anjlok..


.


.


.



''Sampai kapan aku harus melihatmu seperti ini.? ucap Moza protes dengan hukuman yang Yuan berikan kepadanya..


Yuan hanya meliriknya tanpa mau menimpali ocehan dari permaisuri nakalnya, ia lebih fokus dengan gulungan yang belum sempat ia selesaikan..


''Yuaaaaannn__


''Ohh Yuannn__


''Mata ku perihh.'' ucap Moza dan masih tidak ada respon dari Yuan..


''Yuaaaannnn__ Tidak adakah hukuman lain, mengapa kau memberikan hukuman seperti ini.'' ucap Moza dengan kedua jari sedang memegangi matanya agar tidak terpenjam atau berkedip..


Yuan menyunggingkan bibirnya, dan menggulung kertas-kertas itu lalu menaruhnya di tempatnya kembali..


''Kemarilah.'' ucap Yuan yang sudah menyenderkan badannya ke kursi, dengan kedua kaki di angkat ke atas meja..


''Apa kau boleh berkedip sekarang.??

__ADS_1


''Hmm, Kemarilah.''


Moza pun begitu senang karna sudah bisa berkedip kembali, sungguh ini sangat perih..


Moza pun melangkah menghampiri Yuan. ''Aku sudah berada di depanmu.''


''Buka hanfu ku.''


''Hah?


''Buka hanfu ku, Mmm tidak. Buka hanya celana ku saja cepat.'' ucap Yuan yang sudah menurunkan kakinya dari atas meja dan membuka pahanya lebar lebar..


Sedangkan Moza mengerutkan keningnya bingung, namun tak ayal ia menuruti perkataan Yuan dan langsung berlutut untuk membuka celana sang suami..


Perlahan Moza melepaskan tali tali yang menghalangi, namun ketika celana itu berhasil ia buka. Moza semakin bingung dan langsung mendongkakkan kepalanya ke atas. Sedangkan Yuan menyunggingkan bibirnya ketika di tatap oleh Moza..


''Kenapa adikmu bangun?? tanya Moza spontan dan langsung menatap juniornya Yuan dan menelan ludahnya dengan susah payah..


Sungguh otak Moza langsung treveling kemana-mana..


Aiii__


''Dasar mesum.'' ucap Yuan menyentil jidat Moza. ''Hilangkan pikiran mesum mu itu, karna aku tidak akan memberikan jatah kepadamu!! pandangi saja adikmu itu dan aku akan menyelesaikan pekerjaanku.'' ucap Yuan mengambil gulungan kertas dan membacanya, namun dengan bibir menyungging menahan tawa ketika melihat raut muka istrinya yang mesum..


''Whaattt!! jangan bilang aku hanya di rusuh memandanginya tanpa merasakannya.'' protes Moza mengerucutkan bibirnya..


''Pandangi saja.!! ucap Yuan dengan nada dingin..


Mau tak mau Moza dengan terpaksa hanya memandangi adik junior yang mana membuat air liur Moza menetas semalaman..


.


.

__ADS_1


.


Ke'esokan paginya.##


Yuan dan Moza serta rombongan istana, sudah siap untuk keberangkatan menuju kekaisaran Wu.. Semua sangat antusiasi dengan keberangkatan mereka, namun tidak untuk Moza. Ia sedari tadi kurang bersahabat dan akan memarahi siapapun menghalangi pemandangannya bahkan Jingmi terkena omelan Moza..


Sedangkan Yuan yang melihat Moza uring-uringan merasa puas, ia memang tak bisa menghukumnya dengan tegas. Namun ia bisa menghukum dengan cara yang lain agar permaisurinya tidak mengulangi untuk kedua kali..


Moza langsung masuk kedalam kereta kuda, tanpa mau menyapa Yuan. Sungguh ia kesal dengan penolakan Yuan yang tidak mau memberikan itu kepadanya..


Sementara Yuan tersenyum dan menyuruh mereka untuk berangkat, karna perjalanan mereka sangat jauh dan membutuhkan sekitar satu minggu di perjalanan agar sampai Kerajaan Wu..


Ketika Yuan masuk dan duduk di sebelah Moza, ia melihat sang istri membuang muka ke arah jendela sambil menopang dagunya..


''Kau masih marah.? tanya Yuan


Moza melirik Yuan dengan sinis, dan membuang muka kembali ke arah jendela sambil berkomat kamit tidak jelas..


Yuan memeluk Moza dari belakang, dan langsung meremas dua gundukan kembar yang mana membuat Moza menegang..


''Lepaskan tangan mu.!! ketus Moza


"Aku tidak mau! jawab Yuan sambil menjilati leher Moza..


Moza yang dasarnya memang gampang terangsang, yang mana membuat ia lupa akan kemarahannya kepada Yuan dan langsung membalikkan badan dan mendorong Yuan..


''Kau tau, aku akan menyiksa mu dan membuat mu mejerit meminta ampun karna sudah menolak melakukan itu semalam.'' ucap Moza yang langsung ******* bibir Yuan dengan rakus..


Terjadilah pergulatan panas di dalam kereta, namun tanpa suara dan gerakan berlebihan karna mereka tau kondisi dan situasi..


.


.

__ADS_1


.


...Maaf yaa jarang up.. ...


__ADS_2