
Moza dan Jingmi sedang mengintip dan melihat sekitar, Moza menoleh ke belakang dan menyeret Jingmi. ''Kau tau ini sudah aman ayoo, kita curi satu kereta kuda.'' ucap Moza dengan bersungut-sungut dengan perut buncitnya..
Jingmi hanya pasrah dan mengaguk dan mengikuti permaisuri nya dari belakang..
Saat kaki Moza akan naik ke kereta kuda, ia di kejutkan dengan keberadaan mama Zu yang sedang tersenyum melihat Moza..
''Ya dewa mama Zu, kau sedang apa disitu.'' sentak Moza mengelus dadanya kerna terkejut..
Sedangkan Jingmi tersenyum dan mengacungkan dua jempol di belakang Moza..
''Yang Mulia Permaisuri Yin.'' mama Zu memberi hormat dan keluar dari dalam kereta kuda.. ''Yang Mulia akan kemana? tanya mama Zu membuat Moza Kikuk dan menyenggol tangan Jingmi..
''Aku emmm aku inginnnn.'' Moza tak tau apa yang harus di jelaskan.
Aaahhhhkkk__
Moza memegangi perutnya yang terasa sakit.
''Yang Mulia.'' teriak mama Zu dan Jingmi bersamaan.
Aaahhhhkkk__
Lagi dan lagi Moza berteriak saat merasakan sakit di perutnya, terlebih area apem miliknya terasa di sundul sundul pancul cul seperti ada yang ingin keluar..
''The baby will come out.'' teriak Moza membuat semua orang bingung dengan bahasa yang di ucapkan jung-jungan mereka.. Namun mama Zu melitotkan matanya saat melihat air ketuban sudah pecah membasahi hanfu..
''Ya Ya yang mulia permaisuri akan segera melahirkan. Cepat pangilkan tabib istana.'' teriak mama Zu membuat semua orang panik ketar ketir..
Mama Zu dan Jingmi membawa Moza ke kediaman Naga, lalu merebahkan Moza di peraduan..
Huuufffhh
Huuufffhh
__ADS_1
Moza mengatur nafasnya, menahan sakit yang Luar biasa..
Jingmi menghampiri mama Zu yang sedang mondar mandir seperti setrika berjalan..
''Mama Zu, bukankah belum saatnya melahirkan? kandungan permaisuri baru menginjak 6 bulan.'' ucap Jingmi membuat hati mama Zu resah..
Seeettt
Lue datang seperti bayangan yang membuat mama Zu terkejut.
''Ada apa.? tanya Lue
''Tuan, yang mulia permaisuri akan segera melahirkan. Cepat kabari yang Kaisar Yuan.'' ucap mama Zu yang di angguki Lue..
Huuff
huuff
Mama Zu melihat Moza yang sedang mengatur nafasnya..
Aarrrgggghh__
Kali ini yang berteriak bukan hanya Moza, mama Zu pun ikut berteriak sangat kencang karna rambutnya di ****** oleh Moza..
''Aarrr mama Zu dimana tabib istana? jika dia tidak datang, cepat pangilkan tabib Kai yang sedang menjadi buah bibir di kota Zentian aaaahhh.'' teriak Moza semakin kencang menjambak rambut mama Zu.
''Permaisuri Aahhkk. mana mung Aiiii, mana mungkin bisa anda di tangani oleh tabib pria? yang ada aku akan di penggal oleh Kaisar Yuan.'' teriak mama Zu.
Tak lama tabib istana datang dengan terburu-buru. ''Salam Yang Mulia perma__
''Sudah nanti saja beri salamnya!! tangani dulu permaisuri.'' sentak mama Zu sudah tidak tahan dengan rambutnya yang sedari tadi menjadi bahan pelampiasan..
Tabib Mia mengangguk dan langsung meminta para pelayan untuk menyiapkan Air hangat sebanyak banyaknya dan kain bersih. Ia pun langsung memeriksa permaisuri yang sudah merah padam..
__ADS_1
.
.
.
.
Sementara di medan perang, Yuan mengangkat kepala Jing Hui yang sudah ia penggal dan di angkat setinggi tingginya. Membuat para perajurit kerajaan Zim mer berlutut dan membungkuk, sedangkan perajurit dari kerajaan Yin bersorak gembira kemenangan mereka.
Hidup Kaisar Yuan..
Hidup..
Hidup Kaisar Yuan..
Hidup..
Semua perajurit tidak menyangka karna peperangan ini hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja, jika dulu mereka bisa memakan waktu satu bulan bahkan berbulan-bulan untuk berperang namun tidak untuk sekarang. Mereka sangat bangga dan mengagumi Yuan karna dengan gampangnya mengalahkan Kaisar Jing Hui yang bengis dan kejam..
Yuan menatap sisa perajurit dari kerajaan Zim mer satu persatu.
''Pulanglah, umumkan kekalahan kalian dan bawa tubuh tanpa kepala itu ke istananya.'' ucap Yuan yang di angguki oleh semua perajurit Zim mer..
Seettt
Lue muncul secara tiba-tiba dan membisik'kan sesuatu, yang membuat Yuan cemas sekaligus khawatir..
Yuan melihat Jenderal Chen. ''Jenderal bereskan semuanya, aku harus cepat kembali karna permaisuri akan melahirkan.' ucap Yuan bergegas pergi menaiki kuda.
.
.
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya...
... LIKE.KOMEN.VOTE ...