
Yuan memangku Moza seperti karung beras, yang mana membuat semua orang heran melihat Kaisar mereka membawa seorang pemuda..
Para pelayan dan perajurit membungkuk ketika berpapasan dengan Yuan, mereka saling berbisik bertanya satu sama lain..
Di belakang Jingmi yang mendengarnya lantas memberi tahu bahwa yang ada di gendongan Kaisar adalah permaisuri, yang menyamar menjadi seorang pemuda.. Ia tidak mau citra permaisuri atau Kaisar nya ternoda oleh rumor yang tak penting..
Semua dayang dan pelayan mengangguk, lalu pergi mengerjakan pekerjaan mereka masing masing..
Sedangkan Moza hanya pasrah saat dirinya di gedong bak karung beras, Moza bingung dengan reaksi tubuhnya yang tak pernah bisa menolak sentuhan Yuan..
Dugh..
Aaaiii__
Yuan menjatuhkan tubuh Moza di ranjang, dengan senyuman nakal ia melepaskan satu persatu bajunya.. Sementara Moza mundur kebelakang ketika Yuan bertelanjang dada, bagi Moza ini adalah hukuman yang sangat mengerikan.. Karna bisa membuatnya menjerit dan meminta ampun, namun Yuan tak akan mendengarkan nya jika Yuan belum Puas dengan hukuman yang ia berikan..
''Yu_Yuann jangan menatapku seperti itu, kau seperti serigala yang akan siap menerkam mangsanya.!!
''Anggap saja seperti itu, karna aku sudah laparr hmm?
Moza berbalik dan merangkak, namun kakinya di tangkap oleh Yuan..
''Kau mau lari kemana hmmm,, Ayoo kita selesaikan hukuman mu terlebih dahulu.'' bisik Yuan di telinga Moza sambil menjilat dan menggigit kecil..
Mmmhhh___
Moza tak kuasa menahan geli akibat gigitan dan jilatan di telinganya..
''Yuan berhenti.!!
Sungguh Moza tidak tahan, ia seperti tersengat listrik jika berdekatan dengan Yuan..
Yuan membalikkan tubuh Moza, hingga mereka saling berhadapan. Yuan Mencium beberapa titik sensitif di area yang bisa membangkitkan birahi Moza, walau Yuan baru pertama kali melakukannya namun naluri seorang pria begitu kuat..
__ADS_1
Terjadilah pergulatan panas yang tidak bisa terelakkan, hingga membuat Moza menjerit akan kenikmatan yang hakiki..
Yuan terus memompa apa yang seharusnya di pompa, sambil sesekali meremas kedua gundukan kembar milik Moza dengan gemas..
.
.
Sedangkan disisi lain Kaisar Xin keluar dari Loanyang, ia tidak menemukan Moza yang sudah di capnya sebagai permaisuri.. Ia akan mencari ke tempat lain, ia sangat yakin jika dirinya pasti akan di pertemukan dengan Moza nya..
Namun sesekali ia begitu bingung mencarinya kemana, karna negri Yin ini sangat luas dan banyak kota yang harus di kunjungi namun ia tak akan pantang menyerah sebelum menemukan Moza..
.
.
TIBALAH DI HARI PERJAMUAN.##
.
.
Para tertua, pejabat, mentri dan tokoh penting lainnya juga sudah datang dan duduk di kursi yang sudah di siapkan..
DONG... DONG...
Gong berbunyi bersamaan dengan terompet..
''Kaisar Yin Yuan dan Permaisuri Sin Moza Lie telah tibaa.!! teriak kasim yang membuat semua orang terdiam, begitu pun seorang lelaki bertudung yang duduk di antara para rakyat..
Datang lah dua sosok yang begitu tampan dan sangat cantik, mereka begitu serasi satu sama lain. Para rakyat begitu terkagum kagum dengan kecantikan Permaisuri mereka..
__ADS_1
Bisik bisik pun tak terelakkan, para rakyat memuji keserasian Kaisar dan permaisuri mereka..
Kaisar Xin begitu penasaran dengan wajah permaisuri negri Yin ini, ia pun menyingkirkan kain yang menghalangi wajahnya lalu menajamkan matanya..
Deg..
Jantung nya berdegup kencang, matanya melotot sempurna ketika melihat wanita yang ia cari sedang bergandengan tangan dengan seorang pria yang ia kira Kaisar Yin..
''Permaisuriku.'' gumamnya dengan lirih.
Tangan Kaisar Xin mengepal kuat, ketika orang yang dia cintai sudah di miliki oleh orang lain..
Sedangkan Moza sedang terbar pesona, ia tersenyum sesekali melambailan tangannya kepada para rakyat dalam hati ia begitu menikmati kemewahan yang ia miliki..
''Ayoyooo, kebaikan apa yang telah aku lakukan di masa lalu. Hingga bisa membuatku berada di posisi ini..'' gumam Moza terkekeh dalam hati..
Yuan Dan Moza duduk di singgah sananya, dengan senyum tak luntur dari wajah keduanya..
''Yuan, sampai kapan aku memakai riasan berat ini.? tanya Moza Sudah tidak tahan dengan berat yang ada di kepalanya..
''Tahan sebenar permaisuriku, tetaplah tersenyum atau kau mau aku beri hukuman lagi.? tanya yuan menoleh ke arah Moza..
''iiissshhhh, kau menyebalkan..
''Dari dulu aku memang menyebalkan.'' jawab Yuan cuek yang mana membuat Moza mengerucutkan bibirnya..
Sementara Kaisar Xin terus saja memperhatikan Moza, ia ingin sekali menghampiri kedua insan yang sedang duduk di atas tahta dan menarik Moza yang sudah ia cap sebagai permaisurinya..
''Dia adalah milikku, permaisuriku. Berani sekali dia merebut mu dariku.'' ucap Kaisar Xin dengan geram, terlebih pujian para rakyat seakan memanasi hatinya. Bahwa mereka sangat serasi dan cocok seperti pasangan dewa dan dewi..
.
.
__ADS_1
.
Tadinya gak mau up, cuma berasa semangat aja liat banyak yang Like sama komen🤧🤧 maaf cuma sedikit upnya