PERMAISURI UNTUK KAISAR

PERMAISURI UNTUK KAISAR
Kota Sun Ya


__ADS_3


Akhirnya mereka telah sampai di kota Sun Ya, dari jantung kota Zentian ke kota Sun Ya membutuhkan satu hari.. Di karnakan Moza dan Yuan keluar istana pada malam hari, akhirnya mereka tidur di hutan dan sampai ke kota pada siang hari..


Kota Sun Ya begitu damai dan bersih..


Mereka masih setia menunggangi kuda dengan perlahan, Moza melewati jembatan dan bisa melihat banyak rakyat yang tengah beraktifitas..


Kruyuuukkk___


Perut Moza keroncongan minta di isi, Yuan yang mendengar panggilan perut dari sang istri merasa bersalah..


''Apa kau lapar istriku.? tanya Yuan yang di angguki Moza..


Baiklah mari kita cari penginapan...


Para rakyat yang melihat kedatangan Moza dan Yuan begitu tertegun diam, melihat dua pemuda yang sangat tampan dan nyaris sempurna..


Para rakyat yakin jika dua pemuda itu berasal dari kalangan atas, karna bisa mereka lihat dari cara pakaian Moza dan Yuan yang mewah walau sederhana..


Para wanita menjerit dalam hati mereka, jika di bolehkan ingin sekali memiliki salah satu dari dari dua pemuda yang tampan dan gagah yang sedang menunggangi kuda..


Yuan mendengus sebal ketika para wanita mengelu-elukan dan mengagumi sang istri, yang tak kalah tampan darinya..


''Aku ingin sekali mencongkel mata para wanita itu!! gerutu Yuan yang masih bisa di dengar Moza.


Moza menoleh dan tersenyum. ''Jangan di ambil hati, kau harus terbiasa melihat permaisuri mu ini di kagum oleh para gadis.'' ucap Moza yang mana membuat Yuan berhenti..


Yuan sedikit tertegun karna Moza mengetahui pikirannya..


Hap__


Moza lebih awal turun dari kudanya, setelah itu Yuan pun turun dari kuda menyusul Moza yang sudah masuk penginapan..


Sama halnya di luar, Yuan sekali lagi kesal dengan para pengunjung penginapan ini yang lagi dan lagi menatap istrinya sementara Moza memesan satu kamar dan pergi ke lantai atas..


.


Di dalam kamar, Yuan duduk di pinggir ranjang dan melipat tangannya..


Moza menutup pintu dan menguncinya, lalu menghampiri Yuan yang sedang cemberut..


''Apakah kau cemburu.? tanya Moza.

__ADS_1


Yuan menoleh dan mendengus. ''Aku tidak cemburu, aku hanya kesal dengan sikap para gadis yang begitu murahan.!!


Moza tersenyum dan memeluk Yuan..


''He_ Hei apa yang mau kau lakukan?!! tanya Yuan yang melihat Moza berusaha melepaskan bajunya..



Yuan menolak sok jual mahal, namun dalam hati begitu senang..


''Hei apa kau mau memperkosaku?? Yuan pura pura panik.


Moza yang sedang melepaskan tali pakaian Yuan, seketika berhenti saat mendengar perkataan suaminya ini. Keningnya mengkerut bingung.


Tung__


Moza mentoyor kepala Yuan.


''Dasar Kaisar bodoh, mana ada seorang istri yang memperkosa suaminya.?!! ucap Moza


''Heii kau berani sekali.! apa kau mau Zhèn hukum?!!


Moza memandang Yuan yang jual mahal, Ia pun langsung berdiri dan membuka bajunya satu persatu..


''Apa kau masih ingin menolaknya.?? tanya Moza dengan genit, dan merangkak ke arah Yuan...


Moza memcium dan mengabsen setiap jengkal tubuh sang suami, termasuk roti sobek persegi delapan yang sangat Moza sukai..


Aaahhhkkk__


Yuan tak kuasa menahan sensasi dalam dirinya, Moza begitu lihai saat sedang bermain dengan juniornya dan menjilatnya seperti lolipop..


Pergulatan panas di siang bolong pun tak terelakkan. Decitan kulit saling beradu menggema di ruangan. suara ranjang bergoyang seperti sebuah melodi yang indah untuk di dengar bersamaan suara ambigu yang terdengar dari keduanya...


.


.


.


Beberapa jam kemudian.##


Aaahhhkkk__

__ADS_1


Suara panjang keluar dari keduanya, saat sesuatu lahar akan keluar..


Cup.


''Sayang kau begitu menakjubkan.'' ucap Yuan yang ambruk di sisi Moza dengan nafas ter'engah-engah..


Moza hanya tersenyum, mereka melakukannya sampai berkali-kali mereka hanya berhenti ketika makanan datang dan melanjutkan kegiatan panas itu lagi..


Bagi Moza melakukan itu dengan Yuan sudah menjadi candu untuknya...


Namun tak lama, indra pendengaran Yuan mendengar sesuatu di atas atap mereka, Moza dan Yuan saling pandang..


''Apa kau dengar itu.? tanya Moza yang di angguki Yuan.


Mereka berdua turun dari ranjang, lalu memakai pakaian mereka masing masing.. Moza membuka sedikit jendela dan mengintip keluar, dan benar saja beberapa orang meloncat menggunakan peringan tubuh..


''Kau ingin membuntuti mereka.? tanya Yuan dan Moza mengangguk..


''Ayo.''


Yuan dan Moza meloncat dari satu bangunan ke bagunan lainnya, mengikuti kemana orang orang itu pergi..


Sedangkan orang orang itu berhenti di sebuah bangunan tua yang sudah lama tidak terpakai, Moza memerhatikan nya dari pohon yang tak jauh dari lokasi bangunan tua itu..



''Apa yang mereka lakukan di dalam sana.? tanya Moza.


''Jika kau penasaran mari kita lihat.'' jawab Yuan yang turun dengan perlahan tanpa menimbulkan suara. Moza pun turun mengikuti Yuan..


Mereka berdua mengintip dari luar, dari lubang mereka bisa melihat jika segerombolan orang tengah berpesta ria dengan Jala*** yang sedang menari..


''Siapa mereka? apa mereka para banditnya.?? tanya Moza.


Yuan mengangguk. ''Yaa mereka para banditnya dan sebelah sana yang duduk di atas adalah ketua mereka..


Di dalam begitu bising bersamaan dengan bau arak yang sangat menyengat..


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak🤗🤗


__ADS_2