PERMAISURI UNTUK KAISAR

PERMAISURI UNTUK KAISAR
Gosip hangat


__ADS_3


.


Moza sedang berleha-leha untuk hari ini, karna Mama Zu meminta izin karna ada urusan yang mendadak..


Moza sedang tengkurap dengan tangan kiri di jadikan bantal, sementara tangan kanan di masukkan kedalam danau yang banyak sekali ikan koi..


''Jingmi, tidak adakah rumor terbaru di kota.? tanya Moza yang masih asik mengocok air dengan tangannya..


''Yang Mulia, hamba mendengar kabar tadi pagi di dapur para koki yang sedang membicarakan putra sulung sodara kaya di kota Zentian yang Mulia.'' tutur Jingmi.


''Sodagar jaya.?? tanya Moza langsung menoleh ke arah Jingmi.


Jingmi tersenyum dan mengangguk. ''Kabar ber'edar jika putra sulung sodagar kaya, memiliki paras yang sangat tampan dan bisa ber'sejajar dengan yang Mulia Kaisar.''


''Hmmm. Lanjutkan..


''Sodagar kaya dari kediaman Huang itu, bergelut di bidang perhiasan dan emas. Yang mana kediaman Huang terkenal sangat kaya dan memiliki beberapa cabang di kerajaan lain.''


''Apa dia setampan itu? Hingga membuat geger satu kota? tanya Moza penasaran..


''Hamba kurang tau yang Mulia.''


Moza pun diam sejenak, lalu tersenyum ke arah Jingmi yang mana membuat Jingmi refleks menggelengkan kepalanya..


''Heii ayolah Mimi, jangan menggelengkan kepala mu! protes Moza namun ia melangkah pergi untuk menemui Yuan..


''Oh ya ampun, apa lagi kali ini yang akan permaisuri buat?!! gumam Jingmi bertanya dalam hati..


Moza pun menghampiri Yuan, yang sedang berada di ruang kerjanya sedang memeriksa keuangan negara..


''Sayanggg___


Yuan menoleh dan tersenyum melihat Moza menghampirinya. Moza langsung duduk di pangkuan Yuan yang mana membuat para dayang, kasim dan pengawal membalik'kan badan mereka serempak..


''Apakah aku boleh pergi ke ke kota jalan-jalan? aku ingin memanjakan mataku.'' ucap Moza bergelayut manja, agar Yuan mau mengizinkan nya pergi..


Yuan pun meng'iya kan permintaan sang istri, karna Yuan tidak tau arti memanjakan mata versi Moza.. Yuan hanya berfikir memanjakan mata sama artian berbelanja hanfu dan yang lainnya..


Muuuaaaccchhh__

__ADS_1


''Terimakasih sayang.'' Moza mengecup bibir Yuan sedikit gemas, lalu berdiri dari pangkuan Yuan..


''Jingmi ayo kita berangkat.'' ucap Moza yang di angguki Jingmi..


_____


Kereta kuda pun keluar dari istana, namun kali ini Moza memakai kereta kuda biasa karna tidak ingin mencolok dan di kenali masyarakat..


Namun tanpa Moza sadari, jika Yuan memerintahkan Lue untuk mengikuti Moza kemana pun ia pergi dan langsung melaporkan apa saja yang Moza lakukan..


Jingmi yang berada di sebelah Moza, mengerutkan keningnya melihat Jungjungannya sedang senyum-senyum sendiri sambil melihat keluar jendela..


''Apa dia baik-baik saja.? gumam Moza dalam hati..


Sedangkan yang ada di dalam pikiran Moza iyalah, bagaimana rupa putra sulung sodagar kaya yang bernama Huang Lingxi..


_____


Tak berapa lama, kereta kuda memasuki kota Zentian tercinta. Karna dari istana ke jantung Kota Zentian hanya membutuhkan 20mnt saja jika di hitung jaman modern..


''Jingmi mengapa orang-orang itu berkumpul.? tanya Moza penasaran melihat para rakyat sedang mengerumuni papan besar di Balai kota..


''Pergilah..


Jingmi pun keluar dari dalam kereta dan mencari tahu, apa yang sedang terjadi. Tak lama Jingmi masuk kembali kedalam kereta..


''Ada apa.?


''Yang Mulia, disana di pajang tiga kandidat pria tertampan tahun ini. yang biasa para rakyat lakukan.'' tutur Jingmi.


Moza mengangguk. ''Lanjutkan.''


''Kandidat pria tertampan yang pertama yaitu, Yang Mulia Kaisar Yuan.'' Ucap Jingmi dengan pelan, takut jika sang jung-jungan tersinggung..


''Lalu.?


Kandidat pria tertampan ke dua yaitu, Putra sulung sodagar kaya yang bernama Huang Lingxi.. Dan yang ketika adalah pemilik kedai teh yang bernama Zhyin Yu.'' tutur Jingmi..


''Aaaa, baiklah ayo kita keluar.''


Moza keluar dari kereta kuda, menggunakan hanfu kuning dengan cadar di wajahnya..

__ADS_1


''Kita akan kemana yang Mulia.? tanya Jingmi


''Kita akan melihat rupa anaknya sodagar kaya itu.!! jawab Moza sambil melangkahkan kaki kedalam Toko perhiasan Huang..


Moza berpura-pura memilih perhiasan, namun ekor matanya sedang mencari seseorang. Tak tertinggal, telinga Moza yang tajam dia lebarkan hanya untuk mendengar bisik-bisik dari para nona Muda bangsawan..


''Aahh jadi sia tidak ada disini? ucap Moza dalam hati.


Ia pun menguping kembali, dan tersenyum saat mengetahui dimana Huang Lingxi berada. Moza berdiri dan mengajak Jingmi untuk keluar..


_____


Disini'lah Moza dan Jingmi berada, di kolong jembatan mengintip Huang Lingxi yang sebenarnya tidak ada di sana..


Moza celingak celinguk mencari orang yang ia cari, namun sepertinya tidak berada di sini..


''Haiiss apa mereka membodohiku? awas saja kalian.!! geram Moza yang sudah cukup lama menunggu di kolong jembatan..


''Yang Mulia sebaiknya kita pergi saja, sepertinya dia tidak berada di sini.''


''Ya kau benar, ayo kita pergi.'' Ucap Moza yang sedikit kesal karna tak bertemu dengan Huang Lingxi..


Sementara Lue yang melihat dan mendengar semua ucapan permaisuri hanya tertawa renyah, ia tak menyangka jika permaisuri akan senekad itu. Apa jadinya jika Lue melaporkan kepada Yuan jika istrinya sedang mencari pria tampan di kota.?!!


Bisa bisa perang dunia ke 7..


''Apa aku harus melapor kepada Kaisar bermuka dua itu.? ucap Lue sedang menimbang..


Lue selalu mengatakan jika Kaisar dan permaisuri berwajah dua, di karnakan jika di hadapan para rakyat mau pun para mentri Yuan dan Moza akan selalu menyebarkan kebaikan dan senyuman tulus..


Namun senyuman itu hanyalah ilusi yang mereka ciptakan agar nama mereka terkenal baik, padahal jika berlawanan dengan para musuh wajah mereka berubah menjadi bengis dan tidak kenal ampun..


.


.


...Jangan lupa tinggalkan jejak nanti siang kita lanjutkan lagi.....


...Kira-kira apa yang akan terjadi jika Lue memberi tahu Yuan kelakuan istrinya.?...


...Jangan lupa juga untuk LIKE.KOMEN.VOTE SEBANYAK BANYAJNYA YAA...

__ADS_1


__ADS_2