
Para rakyat di kota Sun Ya begitu gempar, ketika mendengar kabar jika Kaisar dan permaisuri negri Yin berada di kota mereka dan membasmi para bandit hanya dalam waktu semalam.. Kini mereka tengah antusiasi melihat para bandit, yang akan di eksekusi mati di aula kota..
Taklama beberapa perajurit mendorong beberapa kurungan yang besar, Dan di dalamnya adalah para bandit.
Para rakyat meneriaki mereka dan melemparkan batu ke arah para bandit itu yang mana membuat para bandit itu marah. Sedangkan untuk Le Bao, ia sudah di temukan tak bernyawa karna kehabisan darah akibat tebasan di bagian kedua kakinya..
''Huu dasar tak berguna.
''Matilah kau berengse**.
''Rasakan itu, karna telah berani mengacaukan kota kita yang damai..
''Matilah kau bedeba**.
Dan masih banyak teriakan para rakyat, menyumpah serapahi para bandit..
Di aula kota Sun Ya sudah banyak yang hadir, termasuk para pejabat kota Sun Ya. Mereka tengah menunggu Kaisar dan permaisuri mereka datang..
.
__ADS_1
Tak berapa lama kereta kuda datang, Turunlah sosok pria tampan dan gagah dengan pakaian berwarna hitam bercorak emas dengan ukiran naga..
Para rakyat yang melihatnya begitu kagum, ternyata Kaisar mereka masih muda dan tampan..
Yuan mengulurkan tangannya ketika Moza akan turun, tangan kecil itu terlentur memegang tangan Yuan dan menggenggamnya..
.
Turunlah Moza menginjakkan kakinya memakai pakaian berwarna hitam senada dengan yuan, Mahkota panik di kepalanya Moza menandakan jika ia sang penguasa di istana belakang..
Para rakyat begitu terpesona ketika melihat Moza, mereka yakin jika itu adalah permaisuri Shin Moza yang di rumorkan akan kecantikan dan kebaikannya..
Kini rumor itu benar adanya, jika permaisuri mereka ternyata sangat cantik dan anggun. Namun rumor hanya lah rumor yang belum tentu semuanya benar, jika para rakyat mengira Moza baik hati dan anggun. Mereka salah, Moza adalah psesies manusia yang bar bar dan tidak bisa diam terlebih Moza suka uang..
Yuan dan Moza duduk di kursi keberasan yang sudah di siapkan, keduanya sangat terlihat sangat serasi ketika duduk di singgah sana..
Yuann memberi isyarat kepada Jenderal Chen untuk memulai eksekusi nya..
__ADS_1
Para bandit itu di keluarkan satu persatu, berlutut dengan tangan dan kaki di rantai sangat kuat..
Perajurit menarik salah satu dari 10 bandit yang tersisa, lalu di bawa kehadapan algojo yang sudah siap dengan pedangnya..
Dugh_
Prajurit itu memaksa pria itu berlutut, tanpa basa basi algojo menebas kepala bandit itu hingga kepalanya menggelinding ke bawah. Darah bercucuran kemana-mana dan beberapa orang terkena cipratan darah..
Moza tersenyum melihatnya, sungguh tontonan menarik.
Sementara Yuan yang melihat istrinya sedang menyunggingkan bibirnya merasa heran, tidakkah dirinya takut akan darah? namun Yuan tersadar ketika tau jika wanita yang berada di depannya sekaligus istrinya ini wanita bar bar dan tidak takut apapun...
''Apa kau senang dengan kematian mereka.? tanya Yuan yang membuat Moza langsung menoleh.
''Tentu saja, percuma mereka hidup tak ada gunanya.!! jawab Moza. ''Bukankah lebih baik mereka mati di bandingkan membuat kerusuhan?? Aku tidak mau negri dan istanaku di usik siapaun!! jika mereka berani mengusik, jangan salahkan aku menghabiskan mereka. Jika perlu kita akan berperang melawan siappun agar negri ini damai.'' Tutu Moza yang membuat Yuan tertegun..
.
.
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak Like dan komen kalian yaa...
...Kasih Author keritikan donk, Di karya ini kurang apa.??...