
''Let's start the game.'' Ucap Moza tersenyum puas..
Lue yang melihat Moza sedang tersenyum bak iblis, merinding seketika.. ''Aku harus berhati-hati, sepertinya dia lebih berbahaya di bandingkan Yang Mulia.'' gumamnya dalam hati..
Sedangkan Kaisar Wei tersenyum ramah, lalu turun dari tahtanya. ''Putraku kau sudah kembali. ''Ucapnya sambil memeluk Yuan..
''Apa kau tau apa yang harus kau lakukan, meski kau adalah Kaisar nantinya namun hanya aku yang dapat mengendalikan kekaisaran ini. Kau hanya perlu duduk di kursi itu.'' bisiknya di sela berpelukan..
Yuan yang mendengarnya tersenyum. ''Tentang saja yang mulia, hamba tau apa yang harus hamba lakukan..'' Jawab Yuan..
Kaisar tersenyum dan menyuruh Yuan serta dua pengawal nya untuk duduk menikmati perjamuan..
Perjamuan yang membosankan menurut Moza, ia harus melihat para ****** yang sedang menari di tengah tengah aula sambil meliukkan tubuh indah mereka untuk menarik perhatian para Pangeran..
Moza memijat keningnya namun netra mata Moza tak sengaja beradu pandang dengan putri ke dua Chun Wei, yang sedang tersenyum malu-malu memandangnya..
Moza melihat kanan kiri dan belakang ternyata tak ada siapapun.. ''Huft, beginilah resiko menjadi tampan.. ''
''Apa kau mengatakan sesuatu.?? tanya Yuan.
''Aku bosan, ingin istirahat. ''tutur Moza..
''Hmm Baiklah..
Yuan pun meminta undur diri kepada sang paman untuk istirahat dan beralasan karna terlalu lelah karna perjalanan begitu panjang..
__ADS_1
Kaisar Wei pun menganggukan kepalanya dan menyuruh istirahat di kediaman yang sudah ia siapkan..
.
.
.
Malam Hari, mereka bertiga tengah berbincang akan rencana kedepannya..
''Baiklah semua sudah kita rencanakan, aku akan pergi ke kediamanku.'' ucap Moza yang di angguki oleh Yuan, sedangkan Lue menghilang seperti asap dan masuk kedalam cincin Yuan..
Moza berjalan menuju kediamannya, namun ia sendiri pun tak tau kediamannya dimana. Dan bodohnya dia tersesat di istana yang luas ini..
Moza terus melangkah, hingga ia tak sadar telah masuk ke kediaman permaisuri..
''Ini kediaman siapa.?
Moza masuk melihat kanan kiri tak ada siapapun, ia melihat ruangan ini begitu mewah dan banyak sekali barang berharga.. sesekali tangan Moza ingin mengambil, namun ia kembalikan ketempat nya semula.. Ia tidak akan mencuri barang kecil lagi, ia akan mencuri istana ini dan semua harta yang ada di dalamnya..
Ketika Moza sedang mengamati ruangan ini, terdengar suara pintu terbuka..
Krekeeettt..
Moza langsung bersembunyi di belakang kursi, yang sialnya ternyata permaisuri duduk di kursi itu dengan perasaan kesal dan marah..
__ADS_1
''Mohon untuk bersabar yang Mulia..'' ucap dayang setianya.
''Bagaimana aku bisa sabar Shen, yang Mulia lebih memilih bermalam dengan selir kesayangannya di bandingkan aku permaisurinya..
''Apakah aku harus membunuh selir itu.?? tanyanya kepada dayang Shen.
''Jangan mengotori tanya permaisuri yang suci dan bersih, bagaimana kalau Permaisuri merusak wajahnya saja dengan sebuah racun hingga dia tidak akan mempunyai muka lagi untuk berhadapan dengan Yang Mulia Kaisar.? tutur dayang Shen yang mana membuat permaisuri Yuchen tersenyum puas dengan ide yang di usulkannya..
''Kau memang pintar Shen..
Sedangkan Moza yang berada di belakang mereka hanya menggelengkan kepalanya. ''Tuan dan bawahan yang sama-sama mempunyai watak Licik, kalian memang di takdirkan bersama.'' ucap Moza dalam hati..
Moza pun mengeluarkan jarum andalannya dan melemparkan jarum itu kepada permaisuri dan dayangnya..
Setelah melihat keduanya pingsan, Moza keluar dari kediaman permaisuri dan berjalan kembali menuju kediaman Yuan..
''Kenapa tidak ada para perajurit yang berpatroli.?? tanya Moza yang heran karna tidak menemukan satu prajurit pun..
Sesampainya di kediaman Yuan, Moza masuk begitu saja dan melangkah ke ranjang. Lalu terlelap tidur yang di sebelahnya terdapat Yuan sudah tertidur pulas..
.
.
...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ZIYENG LIKE.KOMEN.VOTE JANGAN LUPA YAA ...
__ADS_1