PERMAISURI UNTUK KAISAR

PERMAISURI UNTUK KAISAR
Kembali ke istana


__ADS_3

DIMOHON SETELAH MEMBACA LIKE AND SUPORT AUTHOR DENGAN BERI BINTANG 5 UNTUK KARYA INI...❤❤


.


.


Para anggota istana sedang menyambut sang pewaris yang sedang berada di perjalanan. Kaisar dan permaisuri saling melirik dan tersenyum, mereka sudah menyiapkan pengganti Yuan dengan seseorang yang bodoh yang bisa mereka kendalikan..


Ketiga Pangeran anak dari permaisuri begitu tak suka dengan Yuan, ingin sekali mereka membunuhnya dan menggantikan posisinya menjadi seorang Kaisar..


Sedangkan dua Pangeran dari para selir menyambutnya dengan ramah, tak ada iri atau pun dengki yang mereka simpan untuk yuan. Karna mereka tau jika Yuan adalah Kaisar masa depan yang harus mereka hormati..


Mereka sedang menunggu di aula pertemuan..


Sedangkan di ibu kota banyak yang Bisik-bisik terdengar jika kereta kuda sudah tiba, dan benar saja, kereta kuda yang membawa sang pewaris telah tiba di ibu kota.. Para rakyat berlutut ketika kereta kuda itu melintas di depan mereka..


Moza dan Lue menunggangi kudanya masing-masing dan terlihat gagah, sedangkan Yuan di dalam kereta kuda sedang menggerutu kepada Moza yang mengharuskannya memakai topeng..


.


Beberapa waktu lalu.##


.


Moza melangkah ke arah kereta kuda, dan membuka pintu kereta kuda..


Sreekkk..


Moza diam membeku ketika pedang berada tepat di depan matanya..


''Siapa kau.?!! tanya seorang pemuda yang berada di dalam kereta kuda..

__ADS_1


''Aku?? tanya Moza menunjuk dirinya sendiri. ''Seharusnya aku yang bertanya, siapa kau yang berani-beraninya ingin menggantikan Yuan.??


Pemuda itu memelototkan matanya, ia tidak menyangka jika ada orang yang tau akan hal ini.. Moza yang melihat ekpresi terkejut dari pria di depannya ini, menyunggingkan bibirnya..


''Khem,, bukankah membohongi rakyat dan para tertua atau pun anggota istana adalah sebuah kejahatan.?? tutur Moza.. ''Dan kau berani sekali ingin menggantikan pewaris tahta.?? Apa hukuman yang pantas untukmu, gantung? ah tidak cambuk hingga mati.?


Pemuda itu menelan salivanya dan menjatuhkan pedang yang ia pegang.. ''Apakah,, apakah kau Pangeran Yuan.?? gagap pemuda itu..


Moza hanya tersenyum, lalu melemparkan jarum tepat di leher pemuda itu hingga ia jatuh pingsan..


Ia menggusur dan melemparkan pemuda itu keluar dari kereta kuda, dan memanggil Yuan..


Hap..


Yuan yang sedari tadi memperhatikan tingkah Moza, hanya bisa menggelengkan kepalanya..


''Masuklah..


''Apakah kau mau aku menjadi permaisuri mu.?? tanya Moza..


''Tentu saja jika kau mau, aku akan senang hati menjadikan permaisuri di istanaku'' tutur yuan dengan senyuman. ''Dan menjadikan kau permaisuri satu-satunya di hatiku.'' tambahnya lagi namun dalam hati..


''Baiklah-baiklah, akan aku pertimbangkan.. Namun pertama tama kau harus memakai ini dulu.'' ucap Moza yang memberikan Yuan topeng..


Yuan mengambilnya. ''Kenapa aku harus memakai topeng.??


''Jangan banyak tanya, pakailah jika kau mau aku menjadi permaisuri mu kelak..


Mau tak mau Yuan memakai topeng itu, tak lama para perajurit yang jatuh pingsan itu kembali sadar dengan ingatan yang kosong..


''Haii kalian kenapa tidur.?? cepat bangun, kita harus segera sampai di ibu kota..

__ADS_1


Para perajurit pun mengangguk dan melangkah pergi..


.


Masa sekarang.##


.



Kereta kuda itu berhenti tepat di di depan pintu istana, Yuan keluar dari kereta kuda dengan gagahnya di tambah Moza dan Lue berada di belakangnya..


Mereka berjalan menuju istana, yang sudah di tunggu oleh semua orang termasuk para mentri dan para pejabat istana..


''Istana ini begitu Luas..'' gumam Moza.


Sang kasim menyambutnya dengan senyuman ramah, ia tidak tau jika yang berada di hadapannya ini adalah Yuan asli..


''Cepatlah kau itu lamban sekali.'' bisik sang kasim..


Yuan tak menghiraukan sang kasim, ia terus berjalan hingga sampai di aula perjamuan..


''Pangeran Yin Yuan telah hadir..'' teriak sang kasim..


Orang-orang berdiri ketika melihat Yuan hadir di depan mereka, tak sedikit orang iri dengan Yuan termasuk Kaisar Wei sendiri pun ingin sekali membunuh keponakannya itu..


Yuan melangkah menghampiri Kaisar Wei.. ''Salam peman Kaisar.'' ucap nya hanya membungkukkan kepalanya saja, sedangkan Moza dan Lue mereka hanya memperhatikan dari jauh..


''Let's start the game..'' ucap Moza..


.

__ADS_1


.


__ADS_2