PERMAISURI UNTUK KAISAR

PERMAISURI UNTUK KAISAR
Cemburu


__ADS_3

Seperti dugaan Moza, bahwa akan ada penampilan bakat para nona bangsawan yang akan membuatnya bosan..


Satu persatu para Nona itu memperlihatkan kemolekan tubuh mereka lewat tarian dan permainan musik..


Ang Jimei dan Qin Yidon dua wanita, yang ternyata bersahabat itu sedang melakukan tarian duet dengan lihainya..


Semua orang memuji kedua wanita itu, tidak terkecuali Moza dan Yuan yang sedari tadi menguap di balik kipas mereka secara bergantian..


''Sayang aku bosan.'' bisik Yuan dibalik kipas yang di angguki oleh Moza.. ''Me too..''


Tepuk tangan pun riuh saat duo sahabat itu selesai menari, Ang Jimei dan Qin Yidon melirik satu sama lain dan mengangguk..


''Terima kasih atas pujian kalian, Aaaahhh yang Mulia Kaisar Yuan maafkan hamba yang rendah ini ingin mengajukan pertanyaan untuk anda.''


Yuan menganguk. ''Ada apa.?


''Aamm, semua orang dari berbagai kerja'an sudah menampilkan bakatnya. hanya permaisuri dari kerajaan Yin yang belum menampilkan bakatnya.''


Yuan melirik Moza yang sedang menguap, dan menyenggolnya dari bawah Mejaa..


Huuuuaaaaa__


Duk_


Emm__


Moza melihat Yuan dan melihat Ang Jimei dan Qin Yidon secara bersamaan..


Khemm_


Moza berdehem dan tersenyum. ''Apakah kalian menginginkan melihat bakat permaisuri ini.? tanya Moza menekan kata permaisuri di akhir kata, yang membuat kedua wanita itu sedikit kesal..


Ang Jimei tersenyum malu, dengan menutup mulutnya. ''Yang Mulia Permaisuri, jika berkenan silahkan menampilkan bakat anda agar semua orang dari kerajaan tetangga bisa mengetahui apa kelebihan anda..'' tutur Ang Jimei yang membuat Moza menyunggingkan bibirnya..


''Sayang sekali nona Ang, permaisuri ini tidak tertarik menunjukan bakatnya kepada semua orang. Apa lagi tarian layaknya seorang pelacur yang berharap bahwa ada yang meliriknya untuk di jadikan selir di haremnya.'' Tutur Moza yang membuat semua orang menohok..


''Apa maksud anda yang Mulia permaisuri.?''


Pertanyaan itu bukan dari Ang Jimei atau pun Qin Yidon, melainkan ibu dari Qin Yidon yang tak terima anaknya di hina..


Semua orang meliriknya..


''Yang Mulia Permaisuri Shin, jika anda tidak mempunyai bakat seperti putri hamba. Tolong jangan menghina nya sebagai pelacur.'' ucap Ibu Qin Yidon


Semua orang kini menatap Moza..


''Hehehe, Nyonya kapan saya bilang jika anak anda seorang pelacur.? saya hanya berucap seumpamaan, bukan menghina putri anda..


''Kaa__


Ia tak bisa melanjutkan perkataannya, ketika Kaisar Wu berdiri..

__ADS_1


''Sudan jangan di perpanjang, kalian kembali ke kursi kalian. Dan mohon maaf permaisuri Shin jika anda sedikit tersinggung akibat ucapan kedua nona Muda dari kerajaan kami..


Moza mengagguk dan tersenyum. ''Tidak apa-apa.''


Ang Jimei dan Qin Yidon kembali duduk dengan perasaan kesal fi hatinya, niat hati ingin mempermalukan Moza sudah gagal total..


''Jangan cemberut, masih ada hari esok.'' bisik Ang Jimei di telinga Qin Yidon..


Acara pun di lanjut dengan memberikan hadiah untuk Kaisar Wu, dan seterusnya seperti itu sampai puncaknya. Moza akhirnya bisa menghela nafas karna acara yang begitu panjang sudah selesai..


Moza akan kembali ke dalam kediamannya, sementara Yuan mengobrol dengan para Kaisar yang akan menjalin kerja sama dengannya..


.


.


.


''Jingmi aku ingin kesana.''


Moza melangkah ke arah gazebo yang ada jembatannya. ia memandangi danau buatan yang sangat luas dan indah di malam hari.


Namun netra matanya melihat seorang wanita sedang duduk termerung di sebelah sana dengan raut muka sedih..


Moza pun dengan perlahan menghampiri wanita itu..


''Tidak baik melamun di malam hari.'' ucap Moza yang membuat wanita itu menoleh dan tertegun melihat Moza berada di depannya..


''Kau disini.? tanya Permaisuri Xian Lu dengan gugup, entah bagaimana bisa. Setiap dia melihat Moza, paras Moza akan berubah di matanya menjadi Tuan Muda Lee yang dulu ia cintai..


.



Moza di mata Xian Lu..


.


Moza tersenyum..


Deg..


Permaisuri Xian Lu menjadi salah tingkah, saat Moza tersenyum kepadanya. Hatinya serasa di taburi berjuta juta bunga yang tak bisa ia gambarkan..


''Aku mencintaimu Tuan muda Lee.'' ucap Xian Lu dalam hati menjerittttt.


''Kudengar kakak mu meninggal.'' tanya Moza pura-pura tidak tau.


''Yaa, dia sudah meninggal dan sekarang kerajaan Xin di pimpin oleh suamiku.'' tutur Xian Lu sedikit kecewa..


''Kau sudah menikah.? tanya Moza yang di angguki oleh Xian Lu..

__ADS_1


''Syukurlah, semoga pernikahan mu baik-baik saja hingga akhir hayat memisahkan kalian.'' Tutur Moza yang langsung berpamitan akan pergi ke kediamannya, namun Xian Lu menghentikannya..


''Tunggu.''


Moza menoleh. ''Yaa.''


''Bolehkan aku memelukmu, sebagai Kakak? pinta Xian Lu berbohong, ia ingin sekali saja merasakan pelukan orang yang dia cintai..


Tanpa pikir panjang Moza melangkah, dan memeluk Xian Lu sebagai seorang adik..


Namun tanpa mereka sadari Yuan berjalan lebar dan langsung menarik Moza kedalam pelukannya..


'LANCANG.!! teriak Yuan yang membuat Moza dan Xian terkejut..


Yuan??


Yang Mulia Kaisar Yin.


''Berani sekali kau menyentuh permaisuri ku.!! teriak Yuan tak terima, ia sudah mempunyai firasat tidak enak ketika pertama kali melihat permaisuri Xin ini yang selalu memandangi istrinya penuh cinta...


''Yuan kamu kenapa.? tanya Moza tak paham.


Yuan menatap dingin Xian Lu dan menyeret Moza untuk pergi dari sana..


.


Sesampainya di kamar mereka, Yuan menatap Moza dengan tatapan dingin yang belum pernah Moza Lihat..


''Kau kenapa.?


''Kau masih bertanya kenapa? kau berpelukan dengannya, apa kau juga menyukainya.'' tanya Yuan yang mana membuat Moza mengerutkan keningnya..


''Menyukainya.'' ulang Moza. ''Apa kau sudah gila? mana mungkin aku menyukai sesama jenis.!! ucap Moza yang membuat Yuan diam..


''Apa kau tidak melihat bahwa dia sangat menyukai mu? ucap Yuan sudah menurunkan volume suaranya..


''Hahahah, jika pun dia menyukaiku tapi aku masih normal yang hanya menyukai adik kecilmu itu.'' tunjuk Moza ke arah dedek junior Yuan yang mana membuat Yuan sedikit malu akan tingkahnya..


Puk..


Puk..


''Sudahlah ayo kita istirahat, besok aku ingin mengikuti lomba memburu.'' ucap Moza sambil menepuk kasur agar Yuan tidur..


.


.


.


...Jangan lupa tinggalkan jejak yaa ...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE KASIH BUNGA JUGA JANGAN LUPA...


__ADS_2