
Disisi lain.. #
.
Yuan tengah membaca laporan keuangan, di setiap gulungan di meja kerjanya..
Yuan begitu puas dengan hasil dan kemajuan yang sangat cepat dari kota-kota yang ia pimpin..
''Dong Zi, pastikan jika tidak ada yang boleh korupsi sepeser pun di bawah kendaliku. Jika pun ada yang berkorupsi langsung penggal kepalanya dan pajang di balai kota Zentian, agar semua orang bisa berpikir beberapa kali jika ingin berkorupsi..
Titah Yuan yang di anggukin penasihat sekaligus orang kepercayaan istana.
Di saat mereka tengah berdiskusi, kasim masuk dan memberi salam..
''Ada apa kasim?
''Yang Mulia, di luar ada beberapa perajurit dari kekaisaran Wu yang ingin menghadap anda.'' ucap Kasim.
''Hem, suruh mereka masuk.!! titah Yuan
Tak berapa lama sekitar ada lima perajurit dan seorang kasim datang memberi hormat kepada Yuan..
''Salam Yang Mulia Kaisar Yin, semoga anda panjang umur. ''
''Hmm..
''Hamba kemari di perintahkan langsung oleh Kaisar Wu, dengan pribadi mengundang yang Mulia datang ke acara resepsi pernikahan putra Mahkota Wu.'' tuturnya sambil menyerahkan gulungan kepada penasihat, untuk di berikan kepada Yuan..
Yuan menerima undangan itu dan membacanya, sesekali mengangguk lalu menaruh undangan itu..
''Sampaikan kepada Kaisar Wu, jika Zhèn akan datang dengan permaisuri.''
''Baik Yang Mulia, hamba undur diri.''
Para utusan kerajaan Wu pergi dan akan menyebarkan undangan lagi..
__ADS_1
Yuan menoleh ke arah penasehatnya. ''Apakah Zhèn harus benar-benar pergi.? tanya Yuan.
Penasihat itu tersenyum. ''Tentu saja yang Mulia harus datang ke acara itu, walau kerajaan Wu adalah kerajaan kecil namun beberapa kerajaan pun pasti ikut hadir yang akan menguntungkan kita jika bekerja sama.'' jawab Penasehat yang membuat Yuan mengangguk..
Sreeett__
Bayangan Lue datang yang mana membuat penasihat terkejut dan mengelus dadanya..
''Ada apa Lue.? tanya Yuan.
''Yang Mulia.'' Lue diam sejenak lalu menghampiri dan membisik'kan sesuatu di telinga Yuan, yang mana membuat Kaisar itu melotot dan menatap Yuan horor..
''Dimana dia sekarang.? Tanya Yuan yang sudah berdiri, melangkah pergi..
.
.
Sedangkan sang Ratu yang tidak tau malu itu, masih mencari Huang Lingxi karna saking penasaran dengan rupa anak dari sodagar kaya itu..
Moza dan Jingmi sedang mengintip dan berjongkok di balik tembok gazebo, karna ia sudah melihat melihat tubuh Huang Lingxi yang membelakanginya..
''Yang Mulia lihat dia akan menoleh.'' ucap Jingmi antusiasi
''Cepat menoleh, yaa ke arah sini.'' gumam Moza pelan dan sangat gembira ketika Huang Lingxi akan menoleh kebelakang. Namun ia harus menelan kekecewaannya karna ketika Huang Lingxi menoleh, seorang pria menghalangi pandangan Moza..
''Hah. Apa? kenapa pria itu mengahangi!! kesal Moza yang seakan meninju pria yang sudah menghalangi pemandangannya.
''A_iii haiss. apa aku harus memenggal pria itu?!! kata Moza yang spontan akan keluar dari persembunyian nya.
''Yang Mulia jangan!! Jingmi menarik tangan Jung-jungannya dan mengintip kembali..
''Kenapa tidak boleh ?
''Jangan bertindak konyol yang Mulia, diam dulu disini perhatikan dari jauh.! tutur Jingmi
''Baiklah, aku akan sabar sedikit lagi.!!
__ADS_1
Mereka berdua pun memperhatikan lagi dari balik tembok dekat gazebo, tanpa mereka sadari jika Yuan sudah berada di belakang mereka..
Yuan menepuk bahu Jingmi dengan perlahan, yang mana membuat Jingmi langsung menoleh. Namun ketika ia menoleh alangkah terkejutnya ia melihat Kaisar Yuan sudah berada di belakangnya..
''Yayayaya.. Yang__''
Lue langsung menyeret Jingmi kebelakang, sedangkan Yuan melangkah dan mengikuti apa yang Moza lakukan..
''Hehe Jingmi, jika aku berhasil melihat wajahnya. Aku akan menelaktirmu apapun.'' tutur Moza yang masih belum sadar jika Yuan berada di belakangnya..
''Aahh benarkah itu yang Mulia.? jawab Yuan menyamarkan suaranya..
''Tentu saja, kau ingin beli apa hmm? tapi ngomong-ngomong kenapa suara mu menjadi aneee__ Moza tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi ketika ia menoleh kebelakang, ternyata bukan Jingmi melainkan suami posesif nya..
Yuan mengangkat dagunya..
Moza menyengir kuda dan langsung berdiri tegak. ''Hehe Yuann Huuk_ Huuk_''Moza langsung cegukan karna terkejut..
''Kenapa tidak di lanjutkan saja mengintipnya.? ucap Yuan yang sudah melipat tangannya di dada..
''Apa? Huuk, aku tid Huuk Tidak melakukan apapun Huuk.'' kelah Moza.
''Aaaa tidak melakukan apapun yaa.? Yuan mengangkat alisanya sebelah dan..
Aaahhhhkkk__
Telinga Moza untuk kedua kalinya di jewer oleh Yuan..
''Dasar permaisuri nakal, akan aku pastikan matamu itu hanya boleh melihatku saja!! tutur Yuan yang langsung menyeret telinga Moza..
Untung saja tempat itu sepi tidak ada siapapun, karna jika banyak orang sudah di pastikan harga diri Moza bisa anjlok..
.
.
.
__ADS_1
...Jangan lupa Tinggalkan jejaknya yaa....
...LIKE.KOMEN.VOTE KASIH BUNGA JUGA DONK BUAT AUTHOR ...