PERMAISURI UNTUK KAISAR

PERMAISURI UNTUK KAISAR
Berdebar


__ADS_3

Siapa kau sebenarnya..? tanya Moza yang berhasil mengagetkan kedua orang yang sedang mengobrol..


Yuan memelototkan matanya saat Moza berada di ruang pemandian. ''Moza, kau disini.?!! Yuan refleks berdiri dari bak mandi, yang mana membuat Moza menelan salivanya..


Lekukan tubuh kekar Yuan begitu menggoda, terbelih banyak roti sobek berjumlah delapan tercetak jelas saat tak mengenakan apapun..


Yuan melihat kemana arah Moza memandang, ia refleks mengambil jubah dan memakainya langsung..


Khem..


Moza berdehem, sementara Lue sudah tak berada di tempat.. Yuan turun dari bak mandi dan menghampiri Moza secara perlahan, namun entah kenapa jantung Moza berdetak lebih cepat ketika Yuan menghampirinya..


''Ada apa dengan jantungku..''Gumam Moza dalam hati..


''Moza..''Panggil Yuan yang mana Moza langsung tersadar dari lamunannya..


'Yy__Ya..


''Bisa kita bicara.? pinta Yuan yang mana Moza langsung mengangguk..


.


.


Disinilah mereka berada, Moza menyeduhkan satu gelas arak untuk Yuan.. Sementara Yuan memandangi Moza yang tak memakai cadar di wajahnya..


''Minum lah...



.


''Jadi apa yang mau kau jelaskan..?


Yuan menghela nafas, lalu menceritakan bahwa dia adalah sang pewaris yang di asingkan ke hutan.. Menceritakan ingatan Yuan kecil hingga berakhir di hutan, namun Yuan tak Menceritakan bahwa dia adalah Kaisar Xufeng.. Yuan berfikir tidak perlu Menceritakan masa lalunya, yang terpenting sekarang Shi Yee orang yang sangat ia cintai berada di depannya..


Moza terdiam memandangi Yuan, sambil mengelus dagunya menggunakan jari telunjuk dan ibu jarinya..

__ADS_1


''Jadiii, kau calon Kaisar.?? tanya Moza sekali lagi, yang di angguki oleh Yuan..


Mata Moza bersilau ketika membayangkan istana, ia yakin jika di dalam istana akan ada banyak sekali koin emas dan barang berharga lainnya..


''Ada apa dengan matamu.?? tanya Yuan yang memang sudah mengetahui apa yang ada di dalam pikiran Moza..


''Ayo kita kacau kan istana mu itu.!!! ucap Moza dengan penuh semangat..


.


.


.


.


Di pagi hari, Moza sedang menunggu Yuan di luar penginapan.. Moza sudah rapih memakai pakaian pria, jadi dia tidak perlu memakai cadarnya.. Semua wanita yang melihat Moza begitu tersipu malu melihat ketampanan sekaligus cantik..


Yuan dan Lue keluar dari penginapan dengan baju berwarna putih, namun itu membuat Moza memelototkan matanya. Dengan cepat Moza menghampiri dan menyeretnya Yuan..


''Kenapa.?


''iiissshhh, jika kau berdandan setampan ini. orang orang akan mengenalimu, bukankah sudah aku bilang semalam rencananya..


Tuuuk.. Dasar nakal.!!


Moza menjitak kepala Yuan hingga sang empu mengusap usap kepalanya, Moza pun pergi membeli tudung untuk Yuan..


Sedangkan Lue, yang melihat jungjungannya di jitak hanya menahan tawanya supaya tidak keluar dan membahayakan dirinya.. Jika Yuan tau Lue ingin tertawa habislah nyawanya..


''Ini pakailah..


Yuan memakai tudung transparan itu dan melangkah pergi dari dari sana..


.


.

__ADS_1


.


Kini mereka tengah mengintai seseorang dari atas pohon, mereka bertiga memperhatikan seseorang yang berada di dalam kereta kuda menuju istana..


''Apa kau yakin itu orangnya.? tanya Moza melirik Lue.


Lue mengangguk. ''Ya Nona..


''Moza ini terlalu berresiko, Lihatlah para perajurit itu terlalu banyak.'' tutur Moza..


''Apa kau takut.? ledek Moza..


''Apa kau menantangku.?? tanya balik Yuan..


Moza hanya menarik sudut bibirnya, ''Tapi kau tau kita tidak akan bertarung dengan mereka.. Lue,,


''Ya Nona..


''Pergilah..


''Baik nona..


Lue turun dan memancing para perajurit untuk mengejarnya, sebagian lagi bergaja di luar kereta kuda..


Moza mengeluarkan jarum dan melemparkan satu persatu ke arah leher para perajurit hingga jatuh pingsan.. Setelah melihat para perajurit terkapan pingsan, Moza turun dan menyuruh Yuan untuk menunggunya..


Hap..


Moza melangkah ke arah kereta kuda, dan membuka pintu kereta kuda..


Sreekkk..


Moza diam membeku ketika pedang berada tepat di depan matanya..


.


.

__ADS_1


__ADS_2