PERMAISURI UNTUK KAISAR

PERMAISURI UNTUK KAISAR
Tak bisa menolak


__ADS_3

Episode sebelumnya.#


Kau telah mencuri permaisuriku.!! sentak Kaisar Xin sudah tidak tahan dengan apa yang ia lihat..


Yuan tak tersinggung sama sekali, ia melihat Kaisar Xin masih dengan senyuman ramahnya..


Moza melihat Yuan yang sedang tersenyum..


''Istriku apa kau bisa pergi terlebih dahulu kedalam kereta.? pinta Yuan..


Moza mengangguk dan meninggalkan Yuan dan Kaisar Xin..


.


.


.


...Happy reading ziyeng...


.


.


Sepeninggalan Moza, atmonsfir di dalam toko begitu dingin. Yuan menatap dingin sang rival yang berani beraninya ingin membawa permaisurinya ..


Yuan akan selalu menempatkan pengawal bayangan, yang tidak akan ada yang melihatnya terkecuali Yuan memintanya. Dimasa dulu ia adalah Kaisar langit yang memiliki banyak roh pelindung, yang kapan saja bisa Yuan panggil. Namun Yuan tidak mungkin memanggilnya karna di jaman sekarang orang-orang akan terkejut melihat roh pelindung, yang dikabarkan sudah punah ratusan tahun lalu..


.


Mata itu tajam setajam silet, dingin sedingin es. Namun bibir itu tersenyum melengkung yang mana membuat Kaisar Xin bingung melihatnya..


"Jauhi permaisuriku." Ucap Yuan akhirnya membuka suara


"Sebelum dia menjadi permaisuri mu, dia terlebih dahulu menjadi milik ku.!! jawab Kaisar Xin masih dengan nada tenang.


Yuan tersenyum. "Apakah kalian mempunyai ikatan?? Tanya Yuan membuat Kaisar Xin diam..


"Jika kau menginginkan permaisuriku, langkah dulu mayatku baru kau bisa membawa istriku.!!


''Heh, kau pikir aku takut kepadamu.? aku akan membunuhmu saat ini juga.!! sentak Kaisar Xin mengeluarkan pedangnya, Namun reaksi Yuan biasa saja dan lebih tenang..


''Datanglah ke hutan nanti malam, aku tidak mau sampai rakyatku mengalami kerugian akibat perkelahian kita.'' ucap Yuan melangkah pergi meninggalkan Kaisar Xin yang geram..

__ADS_1


.


Sedangkan Yuan keluar dari toko dengan senyum mengerikan, entah apa yang ada di pikirannya yang jelas itu tidak baik-baik saja..


Thak..


Yuan masuk kedalam kereta, menatap Moza dengan senyuman..


''Sudah kau bereskan.?? tanya Moza melihat Yuan masuk kedalam kereta, lalu di angguki oleh Yuan..


''Aku menantangnya untuk berkelahi di hutan, apa kau tidak keberatan istriku.?? tanya Yuan


Moza menggidikkan bahunya tak perduli. ''Aku tak perduli, dia mau mati sekali pun. ''gumam Moza namun masih bisa di dengar oleh Yuan..


''Istriku ini memang tak punya perasaan..'' ucap Yuan dalam hati tersenyum senang..


Yuan sangat menyukai sifat Shi Yee yang sekarang, terlihat angkuh tak punya perasaan dan tidak mudah di tindas oleh orang lain.. Shi Yee yang dulu sangat lemah lembut dan mudah di bohongi hingga banyak orang yang memanfaatkannya..


Cup..


Yuan tiba tiba mengecup pipi Moza..


''Heii jangan memulainyaaa!!


''Hem aku tau itu.'' jawab Moza memalingkan wajahnya ke arah jendela.


.


Tak berapa lama mereka pun sampai di istana, ketika mereka turun dari kereta mereka langsung di sambut oleh Jenderal Chen Yu..


''Salam Yang Mulia.'' sapa Jenderal Chen memberi hormat.


''Ada apa jenderal.?


''Hamba ingin melapor yang Mulia, namun kita harus berdiskusi di ruang kerja yang Mulia.'' ucap Jenderal Chen


''Baik ikut aku.'' ucap Yuan melangkah di ikuti oleh Jenderal Chen dan permaisuri Moza..


.


.


Saat ini mereka bertiga tengah berada di ruang kerja Yuan, Jenderal Chen memberi tahu bahwa kota Sun Ya sudah di kuasai oleh para bandit yang selama ini susah untuk di tundukkan..

__ADS_1


Sudah dua kota yang di obrak abrik oleh para bandit, dan pemerintahan kota setempat tidak bisa mengatasi mereka. Yuan yang mendengarkan penjelasan dari sang Jenderal terdiam, sementara Moza memperhatikan kedua pria yang ada dihadapannya ini..


''Jadi apa rencana kalian ? tanya Moza yang membuat kedua pria itu menoleh..


''Mohon ampun yang mulia permaisuri, namun para bandit ini tidak bisa kita taklukan karna kita sudah menyelidiki sejak lama jika para bandit ini suruhan dari negri Zim Mer yang di pimpin oleh Kaisar yang bernama Jing Hui..


''Jadii__ kerajaan ini mempunyai musuh benuyutan.?? tanya Moza melongo, yang di angguki oleh sang jenderal..


Dugh__


Moza membenturkan keningnya di meja, ia tak habis pikir jika hidupnya tidak akan tenang seperti yang ia pikirkan..


''Heii apa yang kau lakukan?! apa kau terluka.? tanya Yuan yang langsung panik melihat Moza membenturkan kepalanya..


''Aku tidak apa apa, sekarang apa rencana kalian.?? tanya Moza lagi, namun kedua pria itu hanya diam dengan pikirannya masing masing..


''Huffffttt Baiklah baiklah, karna kalian belum mempunyai ide. Aku sebagai permaisuri dengan sejuta ide di dalam otakku akan memberi tahu rencananya..


''Pertama tama, Perketat keamanan di istana ini jangan sampai lengah sedikitpun. Perhatikan setiap gerak gerik para pelayan atau siapapun di istana ini, jangan sampai ada mata mata dari kerajaan Zim Mer.. Dan yang ke dua__ Moza menggantung kata katanya sambil melihat Yuan..


''Dan yang ke dua.? tanya Yuan


''Dan yang ke dua kita akan pergi ke kota Sun Ya, untuk melihat pergerakan para bandit itu.'' ucap Moza


''Yang pertama aku setuju, namun yang kedua aku keberatan.'' tutur Yuan protes. ''Apa kau tidak tau jika itu berbahaya.?!!


''Ayolah Yuan, kau kan ada bersamaku?! pinta Moza sambil mengeluarkan raut muka di buat se'imut mungkin agar Yuan tak menolak permintaannya..


Moza sudah mengetahui jika Yuan tidak akan bisa menolak permintaannya, dan itu sebuah keuntungan bagi Moza..


Yuan yang melihat itu, lagi dan lagi tak bisa menolak permintaan sang istri..


''Baiklah, namun sebelum kita berangkat ke kota Sun Ya. Aku harus membereskan Kaisar tengik itu terlebih dahulu.'' tutur Yuan yang di angguki oleh Moza..



.


.


...Ada apakah dengan nanti malam.??...


...Maaf Author baru up.....

__ADS_1


...Nanti siang di lanjut lagi yaa.....


__ADS_2